parenting

Toilet Training Malam Hari dan Penanganan saat Regresi

Secara perkembangan, anak akan belum siap untuk mengenakan pakaian di malam hari. Banyak orang tua berpikir bahwa potty training pada siang hari akan sama mudahnya dengan malam hari. Namun, keduanya berbeda. 

Faktanya, kandung kemih mereka yang kecil dan kebiasaan tidur yang nyenyak, bukan hal yang aneh bagi anak-anak untuk mengompol sampai usia 7 tahun. Sekitar 15 persen anak berusia 5 tahun yang sehat dan tidak kering pada malam hari, dan 10 persen anak berusia 6 tahun masih membutuhkan perlindungan semalaman. 

Untuk keberhasilan melakukan toilet training malam hari, ukuran kandung kemih anak Anda harus cukup besar untuk menampung urin yang diproduksi sepanjang malam. 

Atau otak mereka harus cukup matang untuk terbangun dengan dorongan ingin buang air kecil. Pencapaian tersebut membutuhkan berbulan-bulan setelah pelatihan pada siang hari. 

Tips jitu sukseskan toilet training di malam hari 

Apabila Anda ingin meningkatkan peluang keberhasilan toilet training di malam hari, ikuti tips jitu berikut ini.

  • Anda harus membeli pelindung sprei sekali pakai atau lapisi beberapa sprei untuk memudahkan penggantian jika anak Anda mengompol.
  • Batasi minuman satu jam sebelum waktu tidur anak Anda
  • Bantulah anak Anda menggunakan pispot setengah jam sebelum tidur
  • Bangunkan anak Anda untuk menggunakan pispot sebelum Anda tidur
  • Buatlah jalan setapak yang cukup terang untuk ke kamar mandi sehingga anak Anda merasa aman dan nyaman berjalan pada malam hari
  • Beri tahu anak Anda untuk ke kamar mandi setiap kali mereka bangun di malam hari.

Apakah anak Anda siap toilet training di malam hari?

Saat anak akan melakukan toilet training di malam hari, pastikan bahwa si kecil siap. Sebab, perkembangan setiap anak berbeda-beda. Yang utama, ketahuilah tanda-tanda kesiapan pada anak Anda dalam melakukan latihan mandiri ini di malam hari.

Kesiapannya bisa terlihat apabila anak Anda mampu menggunakan pispot secara teratur di siang hari. Bahkan, mereka tetap kering selama beberapa malam secara berturut-turut. 

Selanjutnya, pastikan anak Anda mulai pergi ke kamar mandi secara mandiri dari tempat tidurnya. Biasanya anak membutuhkan akses ke pispot 24/7 sehingga mereka dapat mencapai sendiri saat mereka membutuhkannya. 

Namun, apabila anak Anda belum siap pergi ke kamar mandi secara mandiri, tidak ada salahnya apabila membiarkannya kencing di popok atau di malam hari. 

Bagaimana jika terjadi regresi saat toilet training?

Bagi kebanyakan anak yang sudah melakukan toilet training, tak heran bila mereka terkadang mengalami regresi atau kecelakaan. Ketahuilah penyebab dan cara menanganinya terlebih dulu agar mampu teratasi dengan benar.

Apa saja penyebabnya? 

Regresi bisa terjadi ketika anak yang terlatih menggunakan toilet mulai mengalami kecelakaan biasa yang mana harus kembali menggunakan popok. Jangan khawatir, itu hal yang normal.

Mereka mudah terganggu 

Biasanya, anak belum bisa sepenuhnya dalam fokus saat melakukan toilet training. Hal itu disebabkan anak yang mudah terganggu sehingga mereka mengabaikan keinginan untuk melakukannya. 

Mereka takut dengan pispot

Beberapa anak memang memiliki kecemasan terhadap toilet. Mereka khawatir bisa jatuh dari di toilet atau takut akan hal lainnya. Meski begitu, Anda harus memperhatikan bahwa kecelakaan biasa terjadi pada malam hari. Bukan berarti itu menjadi kemunduran progress dalam toilet training mereka. 

Anak merasa stres

Banyak anak yang mengalami kecelakaan selama masa transisi mengakibatkan mereka mudah stress. Hal itu seperti mulai beradap tasi pada lingkungan yang baru. Meski begitu, saat mulai tenang, proses toilet training anak Anda akan lancar kembali. 

Anak memiliki masalah kesehatan 

Salah satu yang mengakibatkan terjadinya regresi saat toilet training adalah masalah kesehatan seperti sembelit. Apabila anak Anda kesulitan buang air besar, kemungkinan mereka menghindari keharusan mendorong dan mengejan saat buang air besar. Jadi, pastikan anak Anda mendapatkan cukup serat dan air yang banyak.

Beginilah cara hadapi regresi saat toilet training

Masa regresi saat anak melakukan toilet training biasanya tidaklah panjang. Meski merasa frustasi karena harus kembali menggunakan popok untuk anak, tetaplah mendukung dan berpikir positif. Lakukanlah semua yang Anda bisa untuk melancarkan perkembangan fase ini pada anak.

Yang perlu diingat, janganlah menghukum anak Anda jika mengalami kecelakaan. upayakan tidak menunjukkan rasa kekecewaan di depan anak karena itu bisa mengakibatkan masalah lainnya. 

Teruslah menyemangati anak Anda meski terjadi kecelakaan. Untuk menambah semangat si kecil, bertepuk tangan dan bersoraklah jika mereka berhasil melakukan toilet training. Ingatlah untuk tetap optimis dan jangan pernah membentak atau memarahi anak Anda.