Uncategorized

Kenali 3 Jenis Susu Formula untuk Bayi

Dapat memberikan ASI eksklusif kepada buah hati menjadi impian setiap ibu. Kandungan nutrisi yang terdapat pada ASI sangat baik untuk tumbuh kembang bayi. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan bayi harus diberikan susu formula.

Dilansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut beberapa kondisi bayi yang harus menerima susu formula.

1. Bayi Mengalami Galaktosemia

Galaktosemia adalah suatu kondisi dimana tubuh tidak dapat memproses galaktosa menjadi energi. Bayi yang terlahir dengan galaktosemia tidak dianjurkan untuk menerima ASI sebab kandungan laktosa pada ASI sangat tinggi. Pemberian susu formula pun tidak boleh sembarangan, harus yang bebas laktosa.

Salah satu solusi dari kondisi ini adalah dengan memberikan susu formula berbahan soya atau kacang kedelai pada bayi.

2. Bayi Prematur

Bayi yang lahir kurang bulan atau prematur juga memerlukan susu formula sebagai tambahan nutrisinya sebab bayi prematur membutuhkan kalori, lemak, dan protein yang lebih banyak.  

Meskipun ASI ibu yang melahirkan prematur tetap mengandung kalori, lemak, dan protein, namun ASI tersebut belum mencapai masa ASI matur atau matang yang membutuhkan waktu sekitar 3-4 minggu.

Oleh karena itu, sebaiknya bayi prematur diberi asupan susu formula juga agar bayi tidak kekurangan nutrisi.

3. Kondisi Ibu yang Tidak Memungkinkan untuk Memberi ASI

Kondisi lain yang mengharuskan pemberian susu formula pada bayi adalah kondisi ibu yang memang tidak memungkinkan untuk memberi ASI kepada bayinya, seperti ibu yang menderita HIV,  Human T-lymphotropic Virus (HTLV) tipe 1 dan tipe 2 yang bisa menular lewat ASI, dan  penderita Citomegalovirus (CMV) yang melahirkan prematur.

Selain itu, ibu yang sedang menjalani pengobatan seperti psikoterapi jenis penenang, anti epilepsi juga tidak dianjurkan untuk memberikan ASI. 

Jenis-jenis Susu Formula

Selain galaktosemia, kelainan metabolik seperti Maple syrup urine disease dan Fenilketonuria juga menyebabkan bayi harus menerima asupan nutrisi dari susu formula. Dalam pemberiannya pun tidak boleh sembarangan, pastikan Anda sudah memilih susu formula dengan jenis yang tepat sesuai dengan kondisi bayi, seperti susu formula yang berbahan soya diperuntukkan untuk bayi dengan kelainan galaktosemia. 

Berikut jenis-jenis susu formula yang bisa menjadi referensi Anda dalam menentukan susu yang tepat sesuai kondisi bayi.

  1. Susu Sapi

Susu sapi adalah jenis susu formula yang paling sering dan mudah ditemukan. Susu formula jenis ini sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga mudah dicerna oleh bayi. Susu sapi kaya akan protein, seperti kasein dan whey protein yang bagus untuk tumbuh kembang bayi. Akan tetapi, pada sebagian bayi kandungan protein pada susu sapi tersebut justru menyebabkan alergi sehingga harus memilih susu formula jenis lain.

  1. Susu Soya

Susu formula berbahan soya ini biasanya dijadikan alternatif lain untuk bayi yang alergi dengan susu sapi maupun mengalami kelainan metabolik seperti galaktosemia. Namun, tenang saja nutrisi pada susu soya sama dengan susu sapi.  

  1. Hydrolyzed atau Hypoallergenic

Susu formula jenis ini adalah susu sapi yang proteinnya sudah dihidrolisis atau dipecah menjadi partikel yang kecil sehingga aman untuk dikonsumsi oleh bayi. 

Susu formula terhidrolisis ini terdiri dari dua jenis, yaitu formula terhidrolisis sebagian dan formula terhidrolisis ekstensif. Susu formula yang terhidrolisis sebagian adalah susu yang kandungan proteinnya hanya dipecah sebagian sehingga tubuh masih bisa mengenali sebagai protein sapi. Bayi atau anak kecil yang memiliki alergi terhadap protein susu sapi kurang dianjurkan untuk mengonsumsi susu jenis ini. Sedangkan susu formula yang terhidrolisis ekstensif adalah susu yang kandungan proteinnya sudah dipecah menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga tubuh tidak mengenalinya sebagai protein susu sapi dan aman untuk dikonsumsi bayi maupun anak kecil yang alergi susu sapi.

Perlu diingat bahwa susu yang sudah terhidrolisis rasanya tidak akan seenak susu sapi. Rasa manisnya akan berkurang. Selain itu, harganya juga cenderung lebih mahal karena proses pembuatannya yang lebih rumit. Namun, dari segi nutrisi tetap sama seperti susu formula lainnya.

Itulah beberapa jenis susu formula untuk bayi. Konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter agar memilih susu formula yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan bayi Anda. 

Sumber:

https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pemberian-susu-formula-pada-bayi-baru-lahir
https://www.popmama.com/baby/0-6-months/ramanda-mahardini/kondisi-bayi-baru-lahir-yang-boleh-diberikan-susu-formula/5
https://www.whattoexpect.com/toddler-nutrition/soy-milk-for-children.aspx
https://www.nutriclub.co.id/article-alergi/kesehatan/informasi/mengenal-susu-formula-terhidrolisis
https://www.sehatq.com/artikel/kenali-susu-hipoalergenik-untuk-bayi-yang-memiliki-alergi-susu-formula-biasa
Uncategorized

Manfaat Minum Susu Secara Rutin untuk Anak

Konsumsi susu memang dibutuhkan Si Kecil untuk mendukung pertumbuhannya. Namun, pemberian susu harus dengan takaran yang cukup. Terlalu banyak minum susu justru bisa menyebabkan gangguan kesehatan pada anak. Salah satu susu formula yang bisa menjadi pilihan adalah Susu SGM Eksplor.

SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan IronC tersedia dalam tiga varian produk, yaitu SGM Eksplor 1 Plus untuk anak usia 1–3 tahun, SGM Eksplor 3 Plus untuk anak di atas 3 tahun, dan SGM Eksplor 5 Plus untuk anak di atas 5 tahun.

Manfaat susu penting sebagai sumber kalsium, protein, lemak, serta berbagai vitamin untuk tumbuh kembang anak. Meski begitu, susu tidak mengandung zat besi maupun serat. Perlu diperhatikan juga, susu mengandung kalori yang tinggi, sehingga jumlah asupannya perlu diperhatikan.

Bagi Anda yang memiliki anak pada masa tumbuh kembang, susu merupakan konsumsi wajib yang harus diberikan untuk si buah hati. Nah, berikut ini beberapa manfaat yang bisa didapatkan dengan memberikan susu secara rutin kepada si kecil.

1. Membantu Anak agar Lebih Sehat

Biasanya, terdapat beberapa kandungan penting yang mampu mendukung anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal. Beberapa di antaranya adalah prebiotik yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan anak. Ibu perlu mengetahui jika anak yang tumbuh dengan sehat berawal dari organ pencernaan yang sehat.

2. Mendukung Pertumbuhan Fisik Anak

Susu formula mengandung sejumlah kalsium, fosfor, magnesium dan protein yang mampu mendukung pertumbuhan fisik anak. Saat ibu memberikannya susu secara rutin sejak mereka kecil, anak akan terhindar dari osteoporosis saat mereka dewasa nanti. Kandungan-kandungan tersebut juga baik untuk kesehatan gigi, karena mampu mencegah terjadinya gigi berlubang.

3. Sumber Energi Bagi Tubuh

Susu formula merupakan salah satu sumber karbohidrat dan lemak yang dapat membuat anak merasa kenyang. Selain itu, susu formula mengandung salah sumber energi yang baik bagi anak yang sedang aktif. Jika ibu rutin memberikannya, anak dapat melakukan aktivitas fisik dan otak dengan lebih optimal.

Susu memang menjadi pelengkap nutrisi untuk menunjang tumbuh kembang anak. Meski demikian, Anda tidak bisa asal dalam memberikannya. Berikut ini patokan memberikan susu formula untuk anak.

  • Anak berusia 2–3 tahun sebanyak 480 mililiter atau setara dengan 2 gelas per hari.
  • Anak berusia usia 4–8 tahun sebanyak 600 mililiter atau setara dengan 2–3 gelas per hari.
  • Anak berusia 9 tahun ke atas sebanyak 720 mililiter atau atau setara 3 gelas per hari.

Selain memiliki manfaat yang begitu baik untuk anak, pemberian susu formula secara berlebihan pun memiliki dampak yang kurang baik seperti ini.

1. Sulit buang air besar atau sembelit

Susu tidak mengandung serat, sehingga mengonsumsinya secara berlebihan bisa memicu Si Kecil sulit buang air besar atau sembelit. Selain itu, anak yang terlalu banyak minum susu akan merasa kenyang dan malas mengonsumsi makanan bergizi lain, seperti sayur dan buah-buahan. Perilaku tersebut semakin menambah kemungkinan anak sembelit. 

2. Kelebihan berat badan hingga obesitas

Susu sapi formula umumnya tinggi kalori dan lemak, sehingga bila dikonsumsi terlalu banyak, dapat membuat anak mengalami kelebihan berat badan hingga obesitas. Apalagi bila Si Kecil gemar mengonsumsi susu dengan perisa dan gula tambahan atau bahkan susu kental manis.

3. Kekurangan zat besi

Tidak semua susu anak telah diperkaya dengan zat besi. Padahal, mineral ini diperlukan untuk penyaluran oksigen ke seluruh tubuh. Jika kekurangan zat besi, Si Kecil bisa nampak letih, malas makan, hingga sering sakit. Ketika anak terlalu banyak minum susu, ia kemungkinan akan menjadi lebih malas makan karena sudah terlanjur kenyang. Hal ini bisa membuatnya kekurangan asupan makanan yang mengandung zat besi, sehingga ia lebih berisiko mengalami anemia.

Meski SGM Eksplor dan susu formula lainnya memberikan manfaat yang baik bagi anak, Anda juga perlu memerhatikan konsumsi harian untuk si kecil. Jangan sampai hal yang seharusnya memberikan manfaat baik, justru berbalik membahayakan anak Anda.