Hidup Sehat

Pahami Penyebab, Jenis, dan Risiko Perut Buncit yang Umum Ditemui

Kondisi perut buncit bisa bermacam-macam, termasuk dari penyebab dan jenis perut buncit yang cukup beragam pula. Umumnya, perut buncit terjadi pada orang dengan berat badan berlebih. Walau begitu, kamu tentu pernah melihat seseorang dengan tubuh tidak gemuk tetapi, memiliki perut yang buncit? Apabila diperhatikan, ada perut buncit yang terlihat lembek tumpukan lemaknya, namun juga ada orang yang memiliki perut buncit yang cenderung keras. Adakah perbedaan penyebab perut buncit yang lembek dan yang keras?

Penyebab perut buncit adalah terlalu banyak kalori yang masuk. Kalori-kalori tersebut berasal dari makanan dan minuman. Konsumsi kalori dari gula dan alkohol dapat mempercepat proses pembuncitan perut dengan cepat. Maka dari itu, terdapat istilah beer belly bagi orang buncit karena sering mengonsumsi bir dan minuman beralkohol lainnya.

Segelas bir mengandung sekitar 50-150 kalori untuk sekali penyajian. Nah, bagi yang biasa mengkonsumsinya, tidak jarang mereka mengkonsumsi lebih dari satu gelas bir. Belum lagi, jika alkohol dikonsumsi dengan makanan pendamping, seperti pizza. Tak heran kalau jumlah kalori dan lemak perut dapat bertambah dalam waktu yang singkat.

Kebiasaan mengonsumsi alkohol juga mengurangi jumlah lemak tubuh yang dibakar. Tubuh dan liver akan lebih bekerja lebih berat dalam membakar dan memproses alkohol yang berpotensi menjadi racun bagi tubuh dibanding dengan membakar lemak.

Selain kebiasaan mengkonsumsi alkohol, faktor genetik juga menjadi salah satu penyebab perut buncit. Secara genetik, perempuan cenderung menyimpan kelebihan lemak di lengan, paha dan bokong selain di perut. Di sisi lain, tubuh laki-laki cenderung menyimpan kelebihan lemak di perut saja.

Dengan semakin bertambahnya usia dan menurunnya kadar hormon, tubuh perempuan dan laki-laki akan menyimpan lebih banyak lemak di perut. Itulah mengapa perut orang lanjut usia cenderung membesar walaupun mereka tidak gemuk.

Perut buncit berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung, disfungsi ereksi, serta penyakit liver. Orang yang memiliki perut buncit cenderung keras berisiko lebih tinggi terkena masalah kesehatan.

Perut buncit yang terasa lembek pada umumnya terdiri dari lemak subkutan alias lemak di bawah kulit, sedangkan perut buncit yang cenderung keras biasanya disebabkan oleh menumpuknya lemak visceral yaitu, lemak yang berbahaya karena ada di rongga perut dan menempel pada organ internal. Penumpukan lemak visceral dalam rongga perut akan menyebabkan dinding otot perut terdorong yang pada akhirnya akan membuat perut semakin buncit. Dinding otot perut sendiri berupa jaringan cukup padat sehingga perut buncitnya akan terasa keras.

Pada dasarnya penyebab perut buncit yang lembek maupun yang keras adalah kelebihan kalori dan tumpukan lemak. Maka, cara mengatasinya pun tidak berbeda yaitu, dengan konsisten mengatur pola makan serta rutin berolahraga. Berita baiknya, walau lebih berbahaya, lemak visceral akan lebih cepat dibakar tubuh saat kita berolahraga.