Penyakit

Mengenal Gejala Cubital Tunnel Syndrome Pada Saraf

Pernahkah Anda merasakan kesemutan atau mati rasa pada jari manis dan kelingking? Kalau iya, mungkin itu adalah gejala dari cubital tunnel syndrome. Kondisi ini termasuk sebagai sindrom saraf terjepit kedua yang paling umum terjadi setelah carpal tunnel syndrome

Cubital tunnel terletak pada area siku dengan panjang 4 milimeter, berada di antara tulang dan jaringan. Tunnel ini membungkus saraf ulnaris, yaitu salah satu saraf yang memasok perasaan dan gerakan ke lengan dan tangan.

Saat Anda menderita cubital tunnel syndrome, saraf ulnaris Anda mengalami cedera dan membengkak. Akibatnya, Anda akan merasakan sensasi kebas dan kesemutan pada kelingking serta separuh jari manis.  

Penyebab dan gejala cubital tunnel syndrome

Seseorang bisa mengalami cubital tunnel syndrome apabila terjadi peningkatan tekanan pada saraf ulnaris. Peningkatan tekanan ini bisa terjadi apabila Anda sering bersandar pada siku di permukaan yang keras, atau menekuk siku dalam waktu yang lama. 

Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh pertumbuhan tulang yang tidak normal pada siku akibat aktivitas fisik yang intens. Salah satu contohnya ada pada atlet baseball yang sering melakukan gerakan memutar untuk melempar slider.

Pada penderita cubital tunnel syndrome, saraf ulnaris terjepit di salah satu dari beberapa lokasi di bagian belakang siku. Umumnya, Anda akan merasakan gejala berupa: 

  • Nyeri, kesemutan, dan mati rasa pada jari kelingking dan jari manis
  • Otot tangan melemah
  • Gejala setelah menekuk siku terlalu lama

Otot yang mengalami pelemahan disebut dengan otot intrinsik tangan. Otot ini berperan sebagai pembantu gerakan jari. Saat Anda terkena gejala sindrom ini, lemahnya otot intrinsik tangan berpotensi membuat Anda sering menjatuhkan benda atau kesulitan menggerakkan jari secara halus.

Proses diagosa dan pengobatan pasien cubital tunnel syndrome

Untuk mendiagnosa kondisi ini, biasanya pasien harus terlebih dahulu menjalani serangkaian pemeriksaan. Salah satu pemeriksaan yang umumnya dilakukan adalah X-ray. 

Biasanya, penderita cubital tunnel syndrome baru melakukan pemeriksaan ke dokter setelah kondisi cukup parah dan mengalami gejala permanen. Hal ini bisa terjadi karena beberapa pasien tidak selalu merasakan gejala yang signifikan, khususnya bila dibandingkan dengan gejala carpal tunnel syndrome.

Ditambah lagi, gejala dari kondisi ini juga serupa dengan beberapa kondisi medis lainnya, seperti sindrom outlet dada dan herniated disc

Pengobatan pasien cubital tunnel syndrome biasanya dimulai dengan langkah sederhana, seperti: 

  • Membiasakan diri untuk tidak bersandar pada siku
  • Menggunakan alat medis khusus pada siku di malam hari
  • Menggunakan obat antiinflamasi
  • Melapisi siku untuk aktivitas pekerjaan

Apabila upaya pengobatan di atas tidak berhasil, barulah dokter akan menganjurkan pengobatan dengan metode operasi. Operasi dilakukan dengan mengangkat tekanan pada saraf ulnaris. Untuk melakukan ini, dokter perlu terlebih dahulu mengetahui dengan pasti lokasi saraf yang terjepit. 

Dalam beberapa kasus, operasi bisa juga dilakukan dengan memindahkan saraf ulnaris ke bagian depan siku. Dengan begitu, tekanan pada saraf akan berkurang ketika Anda menekuk siku. 

Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal, Anda bisa melakukan rangkaian olahraga yang aman dan sehat untuk otot siku Anda. Konsultasikan pada dokter mengenai jenis olahraga yang sebaiknya Anda lakukan. Keberhasilan dan kecepatan pengobatan cubital tunnel syndrome tergantung pada tingkat keparahan gejala. Dalam kasus yang paling parah, mungkin perlu dilakukan beberapa kali operasi untuk bisa benar-benar menyembuhkannya.