Hidup Sehat

Ciri dan Perbedaan Mual Hamil dengan Masuk Angin yang Perlu Diperhatikan

Bagi Anda yang belum pernah mengalami pengalaman mengandung, mungkin Anda terkadang merasa bingung untuk membedakan mual hamil dengan masuk angin. Memang pada dasarnya mual bukan satu-satunya gejala kehamilan. Rasa mual juga dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan lain, seperti flu perut (gastroenteritis) yang serupa dengan gejala masuk angin.

Mual hamil atau morning sickness umumnya dirasakan ketika usia kandungan memasuki minggu ke-4 hingga ke-6. Walaupun disebut dengan morning sickness, rasa mual tidak hanya dirasakan pada pagi, namun dapat muncul kapan saja.

Perbedaan antara mual hamil dengan masuk angin

Terdapat perbedaan mendasar antara mual hamil dengan masuk angin yang perlu Anda perhatikan:

  1. Durasi mual

Mual hamil atau karena masuk angin dapat terjadi dalam tingkatan yang berbeda, baik itu gejala mual ringan hingga parah. Perbedaan yang perlu Anda perhatikan yaitu durasi dari mual hamil dan masuk itu sendiri.

Mual hamil umumnya terjadi secara terus-menerus hingga berbulan-bulan. Umumnya, gejala mual hamil juga akan semakin parah ketika memasuki akhir trimester pertama. Banyak ibu hamil yang juga merasakan mual dan muntah di awal trimester kedua, walau memang dengan intensitas jarang.

Di sisi lain, mual masuk angin biasanya terjadi selama beberapa hari, sekitar 1-2 dengan durasi paling lama berkisar 10 hari, bergantung pada pemicu mual itu sendiri. Jika mual akibat masuk angin yang Anda rasakan tidak juga hilang dan disertai dengan diare berdarah atau muntah berdarah, segera konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan dokter.

  1. Gejala yang menyertai mual

Perbedaan antara mual hamil dengan masuk angin selanjutnya dapat diperhatikan dari gejala yang menyertai. Jika mual hamil, gejala yang umumnya menyertai, antara lain terlambat datang bulan atau dapat juga berupa keluarnya bercak darah (spotting) beberapa hari sebelumnya (umumnya sekitar 10-14 hari pasca berhubungan seksual). Spotting ini dapat menjadi tanda adanya penempelan sel telur yang telah dibuahi pada dinding rahim.

Di samping itu, beberapa gejala di bawah ini juga sering menyertai mual hamil:

  • Mood swing

Mual yang diikuti dengan perubahan suasana hati secara drastis, dapat menjadi pertanda bahwa Anda sedang mengandung. Kondisi ini disebabkan, karena adanya produksi hormon dalam jumlah yang cukup banyak.

  • Rasa nyeri pada payudara

Mual hamil juga diikuti dengan gejala rasa nyeri pada payudara. Umumnya, payudara akan berubah menjadi lebih sensitif, terasa bengkak, maupun nyeri saat disentuh. Gejala nyeri pada payudara ini disebabkan oleh peningkatan level hormon kehamilan yang ada dalam tubuh.

  • Cepat lelah

Mual hamil juga diikuti dengan gejala cepat lelah. Kondisi ini umumnya dipicu oleh stres, insomnia, kekurangan gizi, maupun masalah kesehatan lain.

  • Intensitas buang air kecil yang meningkat

Wanita hamil yang mengalami gejala mual lebih sering membuang air kecil. Meningkatnya aliran darah dalam tubuh mengakibatkan ginjal bekerja lebih keras untuk membuang sisa cairan, sehingga menyebabkan wanita hamil terus-terusan buang air kecil.

  • Ngidam

Rasa mual hamil juga umumnya disertai dengan keinginan tertentu atau ngidam sesuatu yang spesifik, seperti jenis makanan tertentu.

  • Rasa sakit pada bagian punggung bawah dan sakit kepala

Selain mual, ibu hamil juga merasakan sakit punggung bagian bawah yang tidak jarang disertai dengan sakit kepala saat bersamaan. Rasa sakit pada punggung bawah dan sakit kepala ini juga sering kali berkaitan dengan PMS atau periode menjelang menstruasi.