bayi & menyusui

Ketahui Teknik Pijat Bayi Berikut Ini

Memijat bayi merupakan salah satu cara untuk mengasuh dan menghabiskan waktu bersama bayi. Pijat juga sangat bermanfaat bagi kesehatan bayi. Pijat dapat menjadi sarana untuk membangun rasa nyaman dan rasa kepercayaan antara ibu dan bayi. Bahkan penelitian menyatakan bahwa pijat dapat meningkatkan interaksi antara ibu dan bayi, membantu bayi menjadi lebih relaks dan gampang tidur, memengaruhi hormon bayi yang mengatur stres dengan positif, dan dapat mengurangi tidur. Bahkan, meskipun penelitian lanjutan dibutuhkan, studi menyatakan pijat yang memberikan tekanan sedang dapat menunjang pertumbuhan bagi bayi yang terlahir premature. Setelah mengetahui berbagai manfaat tersebut, tentunya Anda ingin mahir dalam teknik pijat bayi yang tepat. Artikel ini akan membahas hal-hal seputar pijat bayi yang perlu Anda ketahui.

Kapan dan bagaimana memijat bayi?

Melakukan teknik pijat bayi setelah bayi makan dapat menyebabkan ia muntah. Sehingga, akan lebih baik apabila Anda menunggu setidaknya 45 menit terlebih dahulu. Anda juga perlu memperhatikan suasana hati bayi. Apabila anak terlihat tenang, ia akan menikmati mendapatkan pijatan. Akan tetapi, apabila bayi menjauhkan kepala dari Anda dan menjadi kaku dalam pelukan, ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan teknik pijat bayi. Kapan dan seberapa sering Anda perlu memijat bayi tergantung pada keputusan Anda. Anda bisa memberikan bayi baru lahir pijatan setiap harinya. Balita mungkin akan menikmati mendapatkan pijatan pada malam hari untuk membantunya tidur lebih lelap.

Pijat bayi membutuhkan sedikit persiapan dan beberapa teknik pijat bayi dasar. Saat memulai memijat bayi, perhatikan hal-hal berikut ini:

  • Ciptakan atmosfer yang tenang

Apabila memungkinkan, lakukan proses pemijatan di tempat yang tenang, sepi, dan hangat, baik di dalam ataupun di luar ruangan. Lepaskan perhiasan, duduk dengan nyaman dan letakkan bayi di atas selimut atau handuk di depan Anda. Baringkan bayi menghadap ke atas dan jaga kontak mata.

  • Kontrol sentuhan Anda

Saat pertama kali Anda memijat bayi, gunakan sentuhan yang lembut. Hindari menggelitik bayi karena hal ini akan membuat bayi kesal dan menangis. Saat bayi tumbuh besar, gunakan sentuhan yang lebih keras.

  • Perlahan usap setiap bagian tubuh bayi Anda

Mulai dengan meletakkan tangan Anda di perut bayi dan lakukan usapan masing-masing selama 1 menit di setiap daerah tubuh, termasuk kepala, leher, pundak, bagian punggung atas, pinggul, paha, kaki, dan tangan.

  • Tetap relaks

Teknik pijat bayi yang paling penting adalah tetap relaks saat memijat si kecil. Anda bisa berbicara atau menyanyi, atau menceritakan sesuatu pada bayi sembari memijatnya. Hal tersebut tidak hanya akan melepaskan ketegangan tetapi juga dapat mempererat hubungan ibu dan bayi.

  • Perhatikan respon bayi

Apabila bayi menggerakkan tangan dan terlihat bahagia, hal ini menandakan bayi menikmati teknik pijat bayi yang Anda berikan. Namun apabila bayi menangis dan menggerakkan kepala menjauhi pandangan Anda, hentikan teknik pijat bayi dan cobalah nanti setelah beberapa saat.

Saat melakukan teknik pijat bayi, Anda bisa menggunakan minyak. Beberapa orang tua lebih suka menggunakan minyak saat memijat bayi untuk mencegah gesekan antara tangan orang tua dan kulit bayi. Namun, tidak sedikit yang menganggap minyak pijat mengganggu. Apabila Anda memilih menggunakan minyak, pilihlah minyak pijat yang tidak mengandung pewangi tambahan dan aman dimakan (sebagai bentuk pengawasan apabila minyak masuk secara tidak sengaja ke dalam mulut bayi). Apabila bayi memiliki kulit yang sensitif, tes minyak dengan mengoleskan sebagian kecil pada kulit bayi dan tunggu serta lihat adanya reaksi alergi apapun.