Hidup Sehat

Cara Mengusir Lalat Buah Agar Tidak Menularkan Penyakit di Rumah Anda

Saat di rumah Anda ada buah yang sudah terlalu matang, pasti di situ ditemukan lalat buah. Selain mengganggu dengan kehadirannya juga dapat mengganggu kesehatan. Oleh karena itu penting untuk Anda ketahui bagaimana cara mengusir lalat buah ini agar tidak muncul di rumah Anda. 

Selain mengerumuni buah yang sudah terlalu matang seperti pisang, apel, bawang, melon, tomat, dan buah lainnya, lalat buah juga bisa muncul di tempat sampah, saluran pembuangan, botol atau kaleng kosong, dan di dapur rumah.

Cara Mengusir Lalat Buah Agar Tidak Menularkan Penyakit di Rumah Anda

Lalat buah juga mengganggu sanitasi lingkungan rumah Anda karena hewan yang satu ini juga hinggap di peralatan masak. Lalu, apa bahaya lalat buah ini bagi kesehatan?

Bahaya Lalat Buah Bagi Kesehatan

Tahukah Anda bahwa di tempat yang busuk atau lembap, seekor lalat betina bisa menghasilkan 2000 telur. Lalat buah begitu cepat berkembang biak. Telur-telur tersebut bisa menetas dan memakan makanan busuk dalam waktu 30 jam saja. Belatung bahkan dalam dua hari saja sudah bisa menjadi lalat dewasa dan akan kawin.

Hanya saja, kecepatan lalat buah berkembang biak tak sebanding dengan lama usia hidupnya. Sebab, lalat buah hanya bisa bertahan selama 8-15 hari. Hal ini bukan berarti membuat Anda bisa menyepelekan lalat buah ya. Sebab, bagaimanapun, hewan yang satu ini bisa menularkan penyakit. Sehingga Anda harus tahu cara mengusir lalat buah dari rumah dan lingkungan Anda. 

Ketika lalat-lalat terbang, hinggap, merangkak, hingga mereka makan, lalat dapat menyebarkan bakteri penyebab penyakit seperti E.coli, dan juga Salmonella.

Lalat buah bisa membahayakan kesehatan. Ada beberapa penyakit yang dapat ditularkan oleh lalat buah ini, seperti diare, kolera, disentri, tifus, poliomielitis, trakoma, difteri kulit, kusta, hingga mikosis. 

Cara Mengusir Lalat Buah dari Rumah Anda

Ada beberapa tips ampuh sebagai cara mengusir lalat buah dari rumah Anda. Berikut hal-hal yang bisa Anda lakukan.

  1. Cari Sumber Asal Lalat Buah dan Bersihkan

Cara pertama yang bisa Anda lakukan untuk mengusir lalat buah adalah dengan 

mencari di mana mereka berkumpul. Jika lalat buah berkumpul di makanan atau buah yang sudah matang, segera bersihkan area tersebut. Buang makanan yang sudah dihinggapi lalat buah lalu bersihkan area tersebut dengan cairan pembersih.

Periksa juga wastafel atau saluran pembuangan di rumah. Sebab, lalat buah sangat senang jika berkembang biak di area yang lembap dan hangat seperti di saluran pembuangan. Jangan sampai saluran pembuangan di rumah Anda menjadi tempat  tumbuh kembang lalat buah.

Tempat sampah juga perlu dibersihkan sebab juga menjadi tempat yang disukai lalat buah. Buanglah sampah ke tempat pembuangan jika ingin rumah tersebebas dari lalat buah.

  1. Jebak dengan Buah Busuk

Jika langkah pertama sudah dilakukan, namun masih ada lalat buah yang berkeliaran di rumah Anda, gunakan buah busuk sebagai jebakan. Letakkan buah busuk di wadah sekali pakai dan biarkan lalat hinggap di sana. Lalu, tutup wadah dan buang jauh dari rumah atau tempat pembuangan sampah.

  1. Menggunakan Cuka Apel

Jebakan lain yang bisa dilakukan adalah dengan cuka apel. Cara mengusir lalat buah dengan jebakan larutan cuka ini mudah dibuat. Berikut caranya:

  • Isi wadah dengan air
  • Tambahkan beberapa sendok cuka apel dan gula dalam wadah berisi air, aduk hingga tercampur
  • Masukkan beberapa tetes sabun pencuci piring dan aduk kembali
  • Letakkan wadah jebakan ini di tempat lalat banyak berkumpul. Ketika lalat buah menyentuh air, hewan ini akan tertarik dan tenggelam.
  1. Menggunakan Perangkat Lalat yang Dijual

Ada juga perangkap lalat yang dijual di toko yang bisa Anda gunakan untuk mengusir lalat buah ini. Caranya mudah, cukup letakkan perangkap di tempat lalat banyak berkumpul dan buanglah perangkap ketika sudah penuh oleh lalat buah yang terjebak.

  1. Gunakan Semprotan Serangga

Cara mengusir lalat buah selanjutnya juga bisa dengan menggunakan semprotan serangga. Tapi, menggunakan semprotan ini perlu berhati-hati. Sebab mengandung bahan kimia beracun dan perlu dijauhkan dari jangkauan anak-anak.

Beberapa tips cara mengusir lalat buah di atas bisa Anda coba. Utamakanlah untuk menggunakan cara yang aman agar tidak membahayakan orang-orang di dalam rumah Anda. Namun, bagaimanapun lalat buah ini harus dibasmi agar tidak menularkan penyakit.

Hidup Sehat

Bakteremia

Bakteremia merupakan kondisi dimana bakteri hidup dalam darah manusia. Bakteri tersebut bisa dialami manusia setiap hari. Misalnya, ketika seseorang menggosok gigi.

Pada dasarnya, bakteremia merupakan infeksi yang ringan dimana orang-orang tidak perlu khawatir karena hal tersebut hanya bersifat sementara dan tidak menimbulkan gejala apapun.

Orang-orang akan merasa aman dari bakteri tersebut karena mereka memiliki sistem imun yang baik. Namun, jika orang-orang memiliki sistem imun yang lemah atau memiliki jumlah bakteri yang cukup signifikan, maka bakteremia bisa berkembang menjadi infeksi bakteri di dalam darah.

Jika seseorang terkena bakteremia, bakteri bisa menyangkut pada bagian tubuh tertentu seperti katup jantung yang abnormal. Orang-orang yang memiliki kelainan pada tubuh seperti jantung juga memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap bakteremia.

Tanda dan Gejala

Pada umumnya, bakteremia sama seperti virus Corona atau Covid-19 dimana gangguan tersebut bisa tidak menimbulkan gejala apapun ketika melakukan aktivitas. Namun, jika bakteri berkembang secara signifikan, maka bisa timbul gejala berupa demam dan menggigil.

Tanda bahaya bakteremia yang berkembang menjadi kondisi yang lebih parah adalah turunnya kesadaran, tampak bingung, sesak, cepatnya pernafasan, tekanan darah mengalami penurunan secara drastis, detak jantung bergerak secara tidak teratur, dan berkurangnya produksi urine.

Penyebab

Berikut adalah penyebab seseorang terkena bakteremia:

  • Jenis-jenis bakteri

Bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumonia, dan Salmonella adalah jenis-jenis bakteri yang bisa timbul di dalam tubuh manusia dan dapat menyebabkan bakteremia.

  • Aktivitas sehari-hari

Bakteremia juga bisa dipengaruhi oleh aktivitas sehari-hari seperti menggosok gigi.

  • Sistem imun

Bakteremia juga bergantung pada sistem imun manusia. Jika sistem imun manusia kuat, maka tidak akan menimbulkan gejala. Jika sistem imun manusia lemah, maka bisa menimbulkan berbagai gejala.

  • Prosedur medis minor

Prosedur medis minor seperti mencabut gigi juga dapat menyebabkan bakteri muncul di dalam tubuh.

  • Infeksi bakteri

Infeksi bakteri seperti infeksi paru-paru juga bisa menjadi penyebab seseorang terkena bakteremia.

  • Penggunaan obat-obatan

Penggunaan obat-obatan dengan jarum yang tidak steril juga dapat memicu bakteri di dalam tubuh manusia.

  • Kondisi fisik

Bakteremia juga dapat dipengaruhi oleh kondisi fisik seseorang seperti luka bakar.

  • Faktor genetik

Seseorang yang mengalami penyakit tertentu bisa memiliki risiko yang lebih besar terhadap bakteremia. Hal tersebut juga bisa diturunkan ke anaknya.

  • Alat medis

Orang-orang yang dirawat di rumah sakit yang menggunakan alat medis seperti selang yang dimasukkan ke saluran kemih juga bisa memicu bakteremia.

Diagnosis

Jika Anda mengalami bakteremia, Anda sebaiknya periksa diri ke dokter. Dokter dapat membantu Anda dengan memeriksa kondisi Anda terlebih dahulu. Setelah itu, diagnosis dapat dilakukan melalui:

  • Pengambilan sampel darah

Pengambilan sampel darah dapat dilakukan jika bakteremia disebabkan oleh bakteri yang kemudian akan ditinjau lebih lanjut di laboratorium.

  • Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk mengetahui jika bakteremia disebabkan oleh infeksi atau tidak.

Pengobatan

Pasien yang mengalami bakteremia dapat diobati dengan obat antibiotik. Jika pasien mengalami gejala yang cukup parah, maka perlu segera diobati. Jika tidak segera diobati, maka risiko gejala yang dialami akan semakin memburuk sehingga bisa menimbulkan kematian.

Kesimpulan

Bakteremia merupakan gangguan yang serius yang perlu diwaspadai. Pada dasarnya, bakteremia sama seperti virus Corona dimana hal tersebut dapat menimbulkan berbagai gejala atau tidak, dan pengobatannya perlu dilakukan dengan cepat dan tepat. Untuk informasi lebih lanjut tentang bakteremia, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Penyakit

Botulisme

Botulisme merupakan penyakit yang langka dimana gangguan tersebut terjadi karena adanya racun pada saraf yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum. Racun tersebut merupakan salah satu racun yang paling berbahaya bagi tubuh manusia dimana racun tersebut dapat menyerang sistem saraf otak dan sumsum tulang belakang. Hal tersebut bisa memicu kelumpuhan hingga kematian.

Seseorang yang mengalami botulisme akan mengalami gejala dalam waktu 6 hingga 10 hari setelah infeksi awal. Sebagian besar kasus botulisme pada bayi dan makanan terjadi antara 12 hingga 36 jam setelah mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Gejala

Bayi bisa mengalami gejala berupa gelisah, lelah, sembelit, mengeluarkan air liur secara berlebihan, kelopak mata menurun, merasa lemah ketika menangis, otot yang lemah, dan kelumpuhan.

Jika bayi mengalami botulisme karena makanan, maka bisa menimbulkan gejala berupa kesulitan menelan atau berbicara, kesulitan bernafas, penglihatan kabur, merasa lumpuh, kram perut, mual, dan muntah.

Jika gejala yang dialami tidak segera ditangani, maka kondisinya akan memburuk sehingga membuat otot-otot lumpuh.

Penyebab

Ada beberapa penyebab yang perlu diwaspadai. Penyebab botulisme adalah sebagai berikut:

  • Bakteri

Bakteri Clostridium botulinum merupakan jenis bakteri yang dapat memicu gangguan pada tubuh manusia. Bakteri tersebut dapat ditemukan pada tanah dan tempat lainnya.

Bakteri tersebut membentuk spora dan tumbuh sehingga mengeluarkan salah satu neurotoksin yang paling mematikan. Kondisi yang dapat membuat spora tumbuh adalah sebagai berikut:

  • Lingkungan dengan kadar oksigen rendah atau tidak ada oksigen sama sekali.
  • Kadar asam yang rendah.
  • Kadar gula yang rendah.
  • Makanan

Makanan yang terkontaminasi bakteri Clostridium botulinum dapat membuat seseorang terkena botulisme. Makanan yang terkontaminasi adalah makanan rumahan yang diawetkan, difermentasikan, atau dikalengkan dengan cara yang tidak benar. Makanan yang mengandung kadar asam rendah juga bisa berpotensi memicu hal yang sama. Makanan seperti ini dapat mengganggu fungsi saraf dan menyebabkan kelumpuhan.

  • Luka

Bakteri Clostridium botulinum juga bisa muncul pada luka akibat kecelakaan. Bakteri tersebut berkembang pada bagian luka dan menghasilkan racun.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis botulisme, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda botulisme seperti kelemahan otot. Selain itu, dokter juga akan menanyakan kepada pasien jika mereka mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri Clostridium botulinum. Tes laboratorium juga perlu dilakukan untuk menganalisa darah atau sampel tinja pasien.

Pengobatan

Berikut adalah pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi botulisme:

  • Menggunakan suntikan antitoksin atau antibodi khusus untuk menetralkan racun.
  • Obat antibiotik.
  • Terapi jika pasien mengalami gangguan pada fungsi tubuh seperti berbicara.
  • Alat bantu pernafasan jika pasien mengalami kelumpuhan otot-otot pernafasan.

Pencegahan

Selain pengobatan, berikut adalah pencegahan yang dapat dilakukan pasien:

  • Menyimpan makanan dengan hati-hati agar tidak terkontaminasi.
  • Masak makanan dengan matang untuk membunuh bakteri.
  • Jangan mengkonsumsi makanan kaleng yang memiliki kualitas yang buruk seperti memiliki bau yang busuk.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Jika Anda ingin berkonsultasi dengan dokter, Anda sebaiknya persiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Menulis gejala yang Anda atau anak Anda alami.
  • Mencatat obat yang Anda atau anak Anda konsumsi.
  • Membuat pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter.

Ketika berkonsultasi, dokter dapat menanyakan kepada Anda terkait dengan kondisi yang Anda atau anak Anda alami seperti:

  • Kapan gejala tersebut dialami?
  • Apakah gejala tersebut terjadi sekali atau secara berulang?
  • Apakah Anda atau anak Anda mengkonsumsi makanan kaleng?

Kesimpulan

Botulisme merupakan gangguan yang serius pada tubuh. Hal tersebut bisa memicu kematian. Untuk mengatasi masalah seperti ini, Anda sebaiknya ikuti anjuran yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut mengenai botulisme, Anda bisa tanyakan hal tersebut ke dokter.