Obat

Penggunaan dan Efek Samping Obat Timolol untuk Pengobatan Glaukoma

Glaukoma adalah gangguan pada mata disebabkan oleh tingginya tekanan pada mata bagian depan sehingga, dapat mengganggu penglihatan bahkan mengakibatkan kebutaan. Kondisi ini mengakibatkan syaraf penghubung antara mata dan otak rusak. Cara mengobati glaukoma, dapat dilakukan dengan beberapa metode, mulai dari penggunaan obat berbentuk tetes mata, prosedur sinar laser, sampai operasi mata. Masing-masing pengobatan memiliki risikonya tersendiri, seperti pada penggunaan obat timolol. Walaupun begitu, pengobatan dengan tetes mata seperti timolol sering kali menjadi pilihan bagi banyak pasien glaukoma.

Timolol merupakan obat golongan beta-blockers yang berguna untuk mengurangi tekanan pada mata. Cara kerja obat ini adalah dengan menurunkan atau menambah jumlah cairan yang diproduksi di dalam bola mata penderita. Penggunaan untuk dosis awal bagi orang dewasa adalah 1 tetes timolol 0.25% sebanyak dua kali sehari. Dosis tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan, seperti menambah dosis timolol 0.5% satu tetes untuk penggunaan 2x sehari. Khusus untuk timolol 0.5%, penggunaannya tidak boleh melebihi 1 tetes.

Adapun penggunaan obat tetes mata timolol yang benar:

  • mencuci tangan dengan air bersih, baik sebelum atau setelah meneteskan obat.
  • Jika Anda mengenakan lensa kontak, maka lepaskan terlebih dulu lensa kontak dan mengenakannya kembali minimal 15 menit setelah obat diteteskan.
  • Harap untuk mengadahkan kepala sebelum meneteskan obat kemudia memejamkan mata sesaat setelah obat diteteskan.
  • Selama mata tertutup, tekan bagian ujung mata dekat hidung selama 1-2 menit agar tetesan obat tidak keluar dari mata.
  • Jangan menyentuh ujung botol tempat keluar obat untuk mencegah terjadinya kontaminasi. Ketika meneteskan obat, diharapkan ujung botol tidak mengenai mata.

Penggunaan glaukoma berpeluang menimbulkan beberapa efek samping, seperti kondisi mata yang terasa semakin kering jika sebelumnya terdapat masalah dengan produksi air mata.

Bersama dengan proses penuaan, produksi air mata juga tidak sebaik sebelumnya karena ada komponen minyak di dalam air mata yang berkurang. Akibatnya air mata lebih cepat menguap dan mata jadi lebih cepat kering. Reaksi lain yang mungkin akan timbul adalah rasa pedih seperti ada debu yang masuk pada mata. Walaupun begitu, kondisi ini dapat diatasi dengan meneteskan air mata artifisial beberapa kali sehari.

Selain efek samping pada mata, obat timolol juga dapat menyebabkan efek samping yang memengaruhi tubuh seperti tekanan darah rendah, denyut jantung melambat, nafas yang dirasa lebih pendek, dan cepat merasa lelah. Perlu diketahui bahwa efek samping obat timolol pada tiap orang akan berbeda-beda. Ada beberapa orang yang akan mengalami diare, insomnia, muntah-muntah, vertigo, hingga mengakibatkan gagal jantung kongestif.

Penting untuk diingat bahwa penggunaan obat timolol membutuhkan resep dokter dan penggunaannya harus dalam pengawasan dokter, ya.