Kesehatan Mata

Hal yang Perlu Diperhatikan agar Tak Salah Pilih Kacamata Baca

Bagi orang-orang yang memiliki gangguan penglihatan, kacamata baca merupakan hal yang penting dan tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi kelompok lanjut usia. Orang-orang lanjut usia umumnya menderita rabun tua atau presbiopi, yang mana kemampuan mata untuk melihat dengan jelas akan berangsur-angsur hilang, terutama untuk penglihatan jarak dekat. Rabun tua dapat dialami mulai dari umur 40-an dan semakin memburuk hingga umur 65 tahun.

Kapan waktu yang tepat untuk mengenakan kacamata baca?

Terdapat beberapa tanda atau gejala yang menandakan bahwa Anda diharuskan untuk mengenakan kacamata baca:

  • mata mudah lelah dan merasa tegang setelah membaca dalam jarak yang dekat
  • membutuhkan penerangan lebih ketika mengerjakan atau membaca sesuatu dengan jarak yang dekat
  • nyeri kepala setelah mengerjakan sesuatu dalam jarak yang dekat
  • memicingkan mata secara intens ketika melihat objek dalam jarak yang dekat
  • kesulitan membaca tulisan berukuran kecil.

Nah, apabila Anda mengalami gejala-gejala di atas, itu berarti Anda membutuhkan kacamata baca segera, ya. Lalu, bagaimana caranya agar dapat memilih kacamata yang sesuai untuk kebutuhan? Terdapat tiga faktor penting yang perlu diperhatikan sebelum Anda memutuskan untuk membeli kacamata baca untuk rabun tua:

  • Jenis kacamata

Jenis kacamata yang tersedia di pasaran cukup besar, namun secara garis besar dibagi menjadi tiga jenis, yaitu bifokal, trifokal, dan progresif. Kacamata bifokal memiliki dua bagian penting yang menunjang penglihatan Anda, yaitu bagian atas untuk penglihatan jarak jauh dan bagian bawah untuk membantu penglihatan dalam jarak dekat. Jenis kacamata trifokal memiliki tiga bagian yang menopang penglihatan dari keseluruh jarak, baik jarak dekat, menengah, dan jarak jauh. Jenis kacamata terakhir, yaitu lensa progresif yang dapat menyesuaikan pembiasaan cahaya dari bagian atas hingga bawah lensa secara berurutan.

  • Kekuatan lensa kacamata baca

Seiring bertambahnya usia, kekuatan lensa kacamata baca juga turut bertambah. Secara umum, orang-orang yang berusia 35 tahun hingga 40-an membutuhkan kekuatan lensa +1, yang mana usia 55 tahun ke atas membutuhkan lensa +2.50.

  • Bahan lensa kacamata baca

Beberapa jenis bahan pembuatan lensa kacamata baca yang umumnya beredar di pasaran, yaitu polycarbonate, trivex, dan high-index plastic. Ketiga bahan ini memiliki kelebihannya masing-masing. Sebagai contoh, bahan polycarbonate cocok dikenakan bagi orang-orang yang cenderung ceroboh, yang mana bahan highindex plastic ideal bagi Anda yang membutuhkan lesan dengan kualitas dan kekuatan yang tinggi.

Secara garis besar, memilih kacamata baca memerlukan banyak pertimbangan. Selain tiga faktor yang telah dijabarkan di atas, berkonsultasi dengan dokter gigi juga perlu untuk dilakukan agar penggunaan kacamata baca tersebut sesuai dengan kebutuhan Anda.

Penyakit

Langkah Sederhana Mengobati Vertigo di Rumah

Seseorang dapat dikatakan terkena vertigo apabila ia merasa bahwa segala sesuatu yang berada di sekitarnya berputar-putar. Kondisi ini kemudian berdampak pada keseimbangan orang tersebut. Vertigo ditandai dengan rasa sakit kepala hebat, yang mana lebih parah daripada sakit kepala biasa. Beberapa kasus vertigo, dapat sembuh tanpa pengobatan. Walaupun begitu, apabila disepelekan, vertigo akan mudah menyerang kembali.

Langkah pengobatan sederhana yang dapat dilakukan di rumah

Pilihan cara pengobatan dan langkah-langkah berikut dapat kamu praktekan di rumah, apabila vertigo menyerang:

  • manuver epley

Disebut juga sebagai manuver reposisi Canalith dan menjadi pilihan pertama yang dilakukan oleh penderita vertigo. Kamu membutuhkan sebuah bantal untuk mempraktekan  manuver epley ini. Adapun langkah-langkah yang manuver epley: duduk dengan tegak pada permukaan datar dengan kaki terentang dan bantal di belakang tubuhmu, putar kepala ke kanan sekitar 45 derajat, baringkan kepala di atas bantal dalam posisi yang masih diputar, tahan posisi sekitar 30 detik.

Putar kepalamu ke kiri sekitar 90 derajat tanpa mengangkat leher, putar tubuh ke arah juga, sehingga posisi kamu berada di sisi kiri. Selanjutnya, kamu dapat kembali ke posisi semula dengan duduk tegak dan pandangan mata ke arah depan.

Gerakan ini perlu untuk diulang sebanyak tiga kali berturut-turut. Perlu diperhatikan, bahwa terdapat kemungkinan kamu akan merasa pusing selama melakukan kegiatan tersebut.

  • Manuver Semont-Toupet

Serupa dengan gerakan manuver epley, gerakan manuver Semont-Toupet ini tidak akan menggunakan otot leher terlalu banyak. Langkah-langkah untuk mempraktekan gaya ini: duduk dengan tegak di atas lantai dengan kaki terentang dan taruh bantal di belakang tubuhmu. Selanjutnya, berbaringlah dan arahkan tubuh ke kanan, lalu pandang sisi kiri atasmu. Setelah itu, kamu dapat kembali duduk dengan mangarahkan tubuh ke sisi kiri. Arahkan juga kepala, sehingga menghadap ke bagian kiri, kemudian lihatlah ke bagian bawah lantai.

  • Ginkgo biloba

Tanaman ginkgo biloba dapat bermanfaat bagi penderita vertigo. Ekstrak dari tanaman ini telah banyak diproduksi, dalam bentuk cair dan juga kapsul.

  • Tidur yang cukup

Kelelahan karena kurang tidur yang berkualitas, dapat menjadi pemicu vertigo. Apabila kamu mengalami vertigo untuk yang pertama kalinya, hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa kamu kurang tidur atau sedang dalam kondisi tertekan yang mengakibatkan stres.

  • Jaga kondisi tubuh

Salah satu faktor yang merupakan penyebab vertigo adalah dehidrasi ringan. Pencegahan terbaik agar vertigo tidak menyerang kembali, pastikan bahwa tubuhmu terhidrasi dengan cukup. Mudah saja kok caranya! Kamu hanya perlu minum air yang cukup sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, mengonsumsi makanan dan minuman yang kaya akan vitamin D, seperti tuna dan kuning telur juga baik untuk asupan gizimu.

Walaupun kasus vertigo cukup umum di kalangan masyarakat Indonesia, bukan berarti kamu dapat menyepelekan penyakit ini lho, ya. Dengarkan kebutuhan tubuhmu agar terhindar vertigo ataupun penyakit lainnya.

Obat

Apakah Benar Amlodipine Dapat Menyebabkan Kanker?

Obat amlodipine merupakan salah satu obat antihipertensi yang cukup populer dan banyak diresepkan untuk pasien yang mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi). Selama penggunaannya itu pula, tidak pernah ditemukan ada masalah serius yang ditimbulkan dari mengonsumsi obat ini. Selain itu pula, efek sampingnya pun dianggap relatif sedikit.

Adanya kabar tentang penarikan obat antihipertensi atau obat tekanan darah tinggi, amlodipine di Amerika Serikat dan Eropa karena meningkatkan peluang timbulnya kanker dalam tubuh. Hal tersebut cukup menghebohkan masyarakat di Indonesia. Akibat kejadian ini, BPOM RI  pun mengeluarkan pers rilis untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Hal apa saja yang dapat kita ambil dan perlu diperhatikan dari kasus ini? Nah, artikel berikut ini akan merangkum semua informasi penting tentang

Amlodipine Menyebabkan Kanker?

Penarikan obat antihipertensi, ini bukanlah karena amlodipine, namun karena obat golongan angiotensin receptor blocker (ARB) yaitu valsartan yang terdapat dalam kombinasi obat tersebut. Selain valsartan ada 2 lagi obat golongan ARB yang ditarik dari peredaran, baik dalam bentuk obat tunggal atau kombinasi dengan obat lain, yaitu losartan dan irbesartan.

Hal yang menjadi kesamaan dari ketiga obat ini atau kombinasinya ditarik dari peredaran karena ditemukan zat pengotor seperti (NDMA), (NDEA), dan (NMBA). Zat-zat tersebut dipercaya dapat memicu sel kanker pada tubuh. Belum diketahui pasti apakah kontaminasi obat oleh zat-zat di atas adalah akibat proses pembuatannya di pabrik farmasi atau dari sumber lain.

Dengan adanya kasus ini, Badan FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat menganjurkan untuk penderita hipertensi agar:

  • Tetap mengkonsumsi obat yang sekarang dikonsumsi sampai dokter Anda menganjurkan alternatif lain.
  • Jangan panik dan merasa takut untuk mengonsumsi semua obat golongan ARB karena tidak semua obat golongan ARB termasuk valsartan, irbesartan dan losartan yang mengandung zat pengotor tersebut.
  • Jika kamu sedang mengkonsumsi obat yang mengandung ketiga obat tersebut, cobalah untuk membandingkan informasi pada kemasan obat dengan informasi yang tertera dalam daftar obat yang telah ditarik dari peredaran.
  • Jika obat yang dikonsumsi termasuk dalam daftar obat yang ditarik dari peredaran segera laporkan kepada dokter atau farmasi agar menggantinya dengan alternatif lain.

Selain itu, BPOM RI juga mengimbau pasien yang telah mengkonsumsi obat dengan kandungan bahan tersebut agar segera berkonsultasi dengan dokter atau petugas kesehatan.

Jadi untuk pertanyaan apakah amlodipine menyebabkan kanker? Jawabannya adalah tentu tidak, ya. Apabila ada anggota keluargamu yang diberikan resep amlodipine, tidak perlu khawatir berlebihan dan tetap berpegang pada anjuran resep dokter, ya.

Kesehatan Gigi

Perhatikan Jaringan dalam Anatomi Gigi Manusia agar Kesehatan Gigi Terjaga

Gigi merupakan bagian dari tubuh manusia yang memiliki bagian yang paling keras yang disebut sebagai enamel. Semuanya ada dalam anatomi gigi kita. Karena kerasnya gigi tersebut, gigi digunakan untuk identifikasi korban kecelakaan dengan melihat rekam medis pada gigi tersebut.

Seperti apakah anatomi gigi manusia?

Informasi detail mengenai jaringan-jaringan yang berfungsi membentuk gigi manusia dan jaringan pendukung gigi dijelaskan sebagai berikut:

  1. Enamel merupakan lapisan terluar dari gigi yang berfungsi memberikan warna pada gigi. Enamel bersifat sangat keras dan berada di lapisan terluar gigi. Enamel juga berfungsi melindungi lapisan-lapisan lain yang berada di bawahnya. Nah, apabila enamel rusak akibat infeksi bakteri atau cedera, proses tambal gigi merupakan cara untuk mengembalikan enamel ke kondisi seperti semula.
  2. Dentin terletak di bawah enamel dan memiliki konsistensi yang lebih lunak. Dentin sangat sensitif terhadap nyeri, rasa dingin, dan angin karena ia terhubung dengan saraf-saraf dari gigi. Rasa nyeri akibat sakit gigi umumnya disebabkan karena lubang yang sudah mencapai lapisan dentin.
  3. Pulpa atau saraf gigi terletak di bagian tengah gigi yang memanjang hingga mencapai akar gigi. Apabila terdapat kerusakan yang mencapai pada lapisan ini, dapat dikatakan bahwa gigi dalam kondisi terparah dan membutuhkan tindakan pencabutan atau perawatan saluran akar gigi.
  4. Gusi merupakan jaringan pendukung gigi yang terlihat di dalam rongga mulut dan memiliki tekstur lembut. Gusi menutupi bagian bawah mahkota gigi yang tidak terlindungi oleh enamel. Rangsangan pada daerah gusi terasa lebih sensitif terhadap nyeri. Gusi memiliki fungsi untuk mencegah bakteri masuk ke sela-sela gigi dan merusak gigi dari dalam.
  5. Tulang alveolar yang merupakan jaringan pendukung gigi yang berfungsi sebagai tempat tertanamnya gigi. Terdapat bagian padat dari tulang ini (lamina dura) yang menempel pada sementum di dasar akar dekat dengan ligamen periodontal.
  6. Sementum yang merupakan lapisan yang menutupi akar gigi. Sementum berfungsi memperkuat posisi akar gigi yang tertanam di tulang alveolar dan tertutup gusi dengan cara menempel ke serat-serat kolagen di ligamen periodontal.
  7. Ligamen periodontal yang merupakan jaringan ikat khusus dan melekatkan sementum dengan tulang alveolar. Ligamen periodontal bekerja sama dengan sementum dan tulang alveolar untuk mempertahankan kekuatan gigi.

Untuk tetap mempertahankan fungsi jaringan-jaringan di gigi  agar tetap optimal, selalu lakukan kontrol gigi setidaknya enam bulan sekali ke dokter gigi. Jangan lupa untuk menggosok gigi setidaknya dua kali sehari dengan benar serta menggunakan dental floss sehari sekali atau berkumur dengan obat kumur secara rutin untuk menjaga kesehatan mulut, gusi, dan gigi. Menghindari kebiasaan seperti merokok dan mengkonsumsi minuman bersoda juga berperan dalam menunjang kesehatan gigi dan mulut.

Kesehatan Gigi

Perhatikan Kebiasaan Buruk Berikut Apabila Tidak Ingin Punya Gigi Keropos

Gigi yang sehat dan sempurna tanpa ada satupun gigi keropos menjadi dambaan banyak orang. Dengan gigi yang sehat, kita bebas untuk menyantap hidangan apapun. Namun, sayangnya tidak semua orang benar-benar melakukan upaya maksimal untuk menjaga kesehatan gigi. Pada kenyataannya, terdapat beberapa kebiasaan buruk yang dilakukan tanpa kamu sadar mampu menyebabkan gigi keropos. 

Gigi kamu dikatakan keropos jika enamel alias lapisan terkuat pada gigi mengalami kerusakan seperti pecah atau retak. Jika sudah rusak, enamel tidak bisa tumbuh lagi sehingga gigi kamu rawan keropos dan pada akhirnya akan berlubang.

Pengeroposan gigi bisa terjadi karena masalah kesehatan, misalnya mulut kering akibat air liur yang sedikit. Normalnya, air liur berfungsi untuk melindungi enamel (melapisinya dengan kalsium dan mineral lainnya) serta melarutkan zat korosif, seperti asam dan bakteri dalam mulut.

Asam lambung yang mengalir ke kerongkongan atau sampai rongga mulut (refluks) juga bisa menyebabkan gigi keropos. Kontak gigi dengan asam lambung ini mempercepat pengikisan enamel.

Namun dibanding masalah kesehatan, faktor kebiasaan lebih berperan dalam mengikis enamel gigi. Beberapa kebiasan buruk yang mempercepat terjadinya gigi keropos antara lain:

  • sering minum minuman bersoda. Sudah bukan rahasia lagi bahwa minuman bersoda mengandung gula dan asam sitrat yang tinggi. Kandungan ini merupakan musuh bagi enamel karena mereka dapat merusak lapisan enamel yang kemudian menyebabkan gigi keropos. Penting juga untuk diketahui bahwa minuman bersoda dapat mempercepat pertumbuhan plak pada gigi.
  • Sering minum jus buah. Walaupun mengkonsumsi buah memang bagus untuk kesehatan, ternyata kandungan asam yang terdapat pada buah itu sendiri bisa mengikis enamel gigi, lho. Jika kamu penyuka buah-buahan asam seperti apel dan jeruk, jangan lupa rajin sikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluoride, ya. Selain itu, jangan lupa untuk minum air putih yang cukup agar mulut selalu terhidrasi dan tidak dalam keadaan kering.
  • Diet tinggi gula dan karbohidrat. Tahukah kamu bahwa gula dan karbohidrat bersifat asam? Ya, banyak mengonsumsi kedua zat ini memudahkan kuman dalam mulut untuk berkembang sehingga mempercepat pengeroposan gigi.
  • Kebiasaan buruk. Selain makanan, cara kamu memperlakukan gigi juga bisa membuat gigi keropos. Enamel gigi, misalnya, bisa terkikis karena adanya gesekan antar gigi yang keras (bruxism), menggosok gigi terlalu keras, serta menggigit benda keras, seperti kuku, tutup botol, atau pulpen. Kebiasaan memakan es batu juga dapat menyebabkan kerusakan pada gigi, lho.

Kamu sebaiknya mulai menghindari penyebab-penyebab di atas apabila tidak ingin memiliki gigi keropos. Hal-hal sederhana, seperti minum air putih yang cukup, menggunakan dental floss sehari sekali, dan gosok gigi secara benar minimal dua hari sekali, dapat membantu kamu mencegah gigi keropos. Jangan tunggu sampai gigi berlubang dengan menjadwalkan pemeriksaan rutin ke dokter gigi untuk mengecek kondisi kesehatan gigi kamu.

Kesehatan Gigi

Cara Efektif Mencegah Gigi Sensitif

Permasalahan pada gigi, seperti gigi berlubang memang sering kali dianggap tidak ada solusi lainnya, selain menambal atau mencabut gigi bermasalah tersebut. Sebenarnya, permasalah-permasalah pada gigi dapat dicegah sebelum akhirnya menjadi benalu dan mengganggu aktivitas kita. Sebagai contoh, pencegahan gigi sensitif, yang mana kondisi ini sering kali dialami oleh banyak orang.

Masalah gigi sensitif bisa saja timbul karena cara menggosok gigi yang salah atau kebiasaan buruk tertentu, seperti memakan es batu. Contoh lain mengapa seseorang mengalami gigi sensitif adalah karena ia menggosok gigi atau menggunakan sikat gigi terlalu keras, bisa juga karena kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur yang tidak disadari.

Pencegahan gigi sensitif

Pada kenyataannya, gigi sensitif yang terjadi karena kebiasaan atau gaya hidup dapat dicegah, lho. Anda bisa mengubah gaya hidup agar gigi kembali sehat dan tidak lagi mengalami ngilu karena sensitif terhadap suatu rangsang.

Beberapa cara untuk mencegah gigi sensitif adalah:

  • Memilih sikat gigi yang memiliki bulu halus
  • Mengganti sikat gigi setiap 3 bulan
  • Gunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif sehingga bisa mengurangi rasa ngilu
  • Memeriksakan diri secara berkala ke dokter gigi
  • Mengurangi konsumsi makanan atau minuman terlalu panas atau dingin

Jika sudah melakukan beberapa cara pencegahan gigi sensitif di atas, seharusnya gigi Anda akan mereda dan kembali ke kondisi normal. Namun, jika Anda masih merasa ngilu, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter gigi agar mendapatkan diagnosis yang tepat terhadap permasalahan gigi Anda.

Bahan alami pereda gigi sensitif

Berikut beberapa bahan alami yang dapat meredakan gigi sensitif:

  • Kumur air garam

Kumur dengan menggunakan air garam dianggap menjadi salah satu cara paling efektif untuk berbagai keluhan pada mulut. Hal ini didukung oleh fakta bahwa kandungan nutrisi dalam air garam dapat membunuh bakteri dan kuman penyebab gigi sensitif terasa ngilu.

  • Minyak cengkeh

Siapa sangka bahwa kandungan nutrisi dalam cengkeh ternyata baik bagi kesehatan gigi? Minyak cengkeh ini dapat digunakan untuk mengatasi rasa ngilu pada gigi sensitif. Caranya cukup dengan membasahi kapas dengan minyak cengkeh kemudian mengusapkan perlahan ke area gigi yang sensitif.

  • Bawang putih

Kandungan nutrisi bawang putih juga bermanfaat mengatasi gigi sensitif. Anda bisa mengoleskan bawang putih yang telah dihaluskan pada bagian gigi yang bermasalah.

Namun, apabila Anda merasa ragu dengan cara-cara pencegahan alami untuk mengatasi gigi sensitif seperti yang telah dijabarkan di atas, maka konsultasikan kepada dokter gigi tentang kondisi kesehatan gigi Anda. Semoga lekas sembuh!

Hidup Sehat

Pahami Penyebab, Jenis, dan Risiko Perut Buncit yang Umum Ditemui

Kondisi perut buncit bisa bermacam-macam, termasuk dari penyebab dan jenis perut buncit yang cukup beragam pula. Umumnya, perut buncit terjadi pada orang dengan berat badan berlebih. Walau begitu, kamu tentu pernah melihat seseorang dengan tubuh tidak gemuk tetapi, memiliki perut yang buncit? Apabila diperhatikan, ada perut buncit yang terlihat lembek tumpukan lemaknya, namun juga ada orang yang memiliki perut buncit yang cenderung keras. Adakah perbedaan penyebab perut buncit yang lembek dan yang keras?

Penyebab perut buncit adalah terlalu banyak kalori yang masuk. Kalori-kalori tersebut berasal dari makanan dan minuman. Konsumsi kalori dari gula dan alkohol dapat mempercepat proses pembuncitan perut dengan cepat. Maka dari itu, terdapat istilah beer belly bagi orang buncit karena sering mengonsumsi bir dan minuman beralkohol lainnya.

Segelas bir mengandung sekitar 50-150 kalori untuk sekali penyajian. Nah, bagi yang biasa mengkonsumsinya, tidak jarang mereka mengkonsumsi lebih dari satu gelas bir. Belum lagi, jika alkohol dikonsumsi dengan makanan pendamping, seperti pizza. Tak heran kalau jumlah kalori dan lemak perut dapat bertambah dalam waktu yang singkat.

Kebiasaan mengonsumsi alkohol juga mengurangi jumlah lemak tubuh yang dibakar. Tubuh dan liver akan lebih bekerja lebih berat dalam membakar dan memproses alkohol yang berpotensi menjadi racun bagi tubuh dibanding dengan membakar lemak.

Selain kebiasaan mengkonsumsi alkohol, faktor genetik juga menjadi salah satu penyebab perut buncit. Secara genetik, perempuan cenderung menyimpan kelebihan lemak di lengan, paha dan bokong selain di perut. Di sisi lain, tubuh laki-laki cenderung menyimpan kelebihan lemak di perut saja.

Dengan semakin bertambahnya usia dan menurunnya kadar hormon, tubuh perempuan dan laki-laki akan menyimpan lebih banyak lemak di perut. Itulah mengapa perut orang lanjut usia cenderung membesar walaupun mereka tidak gemuk.

Perut buncit berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung, disfungsi ereksi, serta penyakit liver. Orang yang memiliki perut buncit cenderung keras berisiko lebih tinggi terkena masalah kesehatan.

Perut buncit yang terasa lembek pada umumnya terdiri dari lemak subkutan alias lemak di bawah kulit, sedangkan perut buncit yang cenderung keras biasanya disebabkan oleh menumpuknya lemak visceral yaitu, lemak yang berbahaya karena ada di rongga perut dan menempel pada organ internal. Penumpukan lemak visceral dalam rongga perut akan menyebabkan dinding otot perut terdorong yang pada akhirnya akan membuat perut semakin buncit. Dinding otot perut sendiri berupa jaringan cukup padat sehingga perut buncitnya akan terasa keras.

Pada dasarnya penyebab perut buncit yang lembek maupun yang keras adalah kelebihan kalori dan tumpukan lemak. Maka, cara mengatasinya pun tidak berbeda yaitu, dengan konsisten mengatur pola makan serta rutin berolahraga. Berita baiknya, walau lebih berbahaya, lemak visceral akan lebih cepat dibakar tubuh saat kita berolahraga.

Tips

Cara Efektif Mengatasi Penyebab Susah Tidur

Sering merasa susah tidur? Sudah menghitung domba hingga ratusan ekor, tetapi tidak dapat tertidur juga? Keadaan seperti ini tentu sangat menyebalkan mengingat kita sangat butuh tidur berkualitas agar dapat beraktivitas dengan maksimal di keesokan hari. Nah, jika kejadian susah tidur ini telah lama berlangsung dan mengganggu aktivitasmu, maka segeralah konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter.

Tidur cukup waktu dan berkualitas sangatlah penting untuk dilakukan. Jika hal ini tidak dapat tercapai, tidak hanya rasa lelah yang akan didapatkan, kesehatan fisik, mental dan cara berpikirmu juga akan terganggu karenanya.

Gangguan tidur secara umum yang biasanya terjadi

Pada kenyataannya, ada berbagai macam gangguan tidur yang umumnya terjadi pada seseorang, di antaranya:

  • Insomnia adalah kondisi di mana seseorang sulit untuk tertidur atau tetap terjaga dalam tidur.
  • Sleep apnea adalah terhentinya nafas sejenak selama tertidur. Gangguan tidur ini sering menyebabkan penderitanya mudah terbangun di malam hari.
  • Parasomnia yaitu kelompok gangguan tidur yang ditandai dengan munculnya perilaku abnormal selama tidur, seperti tidur berjalan (sleep walking), mengigau, mimpi buruk, atau bahkan mengompol.
  • Sindrom restless leg yang ditandai dengan bergeraknya kaki secara terus-menerus selama seseorang sedang tertidur.
  • Narkolepsi terjadi saat kamu sering merasa kesulitan menahan rasa kantuk pada siang hari. Kamu bisa tiba-tiba merasa kelelahan dan langsung tertidur, padahal hari masih siang.

Penyebab susah tidur yang dapat timbul

Beberapa faktor yang menjadi penyebab seseorang mengalami kesulitan tidur, antara lain:

  • Alergi dan gangguan pernapasan

Seseorang cenderung akan mengalami kesulitan untuk tidur, apabila ia memiliki alergi terhadap sesuatu, seperti kaligata yang menimbulkan rasa gatal. Selain itu, gangguan infeksi saluran pernapasan atas, flu, atau pilek, juga menjadi alasan kuat mengapa seseorang susah tidur.

  • Nokturia

Nokturia adalah kondisi ketika seseorang buang air kecil secara intens pada malam hari ketika sedang tidur. Tanpa disadari, kebiasaan ini akan mengganggu kualitas tidurmu.

  • Menderita penyakit kronis

Penyakit kronis seperti sakit tulang, ginjal, atau jantung dapat menjadi pemicu susah tidur. Peradangan pada sendi, sindrom kelelahan kronis, sakit kepala yang tak kunjung sembuh, dan nyeri punggung secara terus-menerus juga akan mengganggu tidur malammu.

  • Stres dan gelisah

Perasaan cemas berlebih hingga menimbulkan beban pikiran dan stres dan rasa juga memberikan dampak signifikan terhadap kualitas tidur.

Pertolongan awal untuk mengatasi susah tidur

Apabila kamu ingin mengobati gangguan tidurmu dengan obat-obatan, akan lebih baik apabila hal tersebut dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Beberapa hal yang akan diberikan dokter, antara lain:

  • obat tidur.
  • Suplemen melatonin.
  • Obat untuk masalah yang memicu sulit tidur.
  • Alat bantu pernapasan atau prosedur operasi.

Dengan pemberian obat di atas, diharapkan kamu sudah tidak merasa kesulitan untuk tidur dan kualitas tidurmu akan lebih baik lagi, ya.

Obat

Penggunaan dan Efek Samping Obat Timolol untuk Pengobatan Glaukoma

Glaukoma adalah gangguan pada mata disebabkan oleh tingginya tekanan pada mata bagian depan sehingga, dapat mengganggu penglihatan bahkan mengakibatkan kebutaan. Kondisi ini mengakibatkan syaraf penghubung antara mata dan otak rusak. Cara mengobati glaukoma, dapat dilakukan dengan beberapa metode, mulai dari penggunaan obat berbentuk tetes mata, prosedur sinar laser, sampai operasi mata. Masing-masing pengobatan memiliki risikonya tersendiri, seperti pada penggunaan obat timolol. Walaupun begitu, pengobatan dengan tetes mata seperti timolol sering kali menjadi pilihan bagi banyak pasien glaukoma.

Timolol merupakan obat golongan beta-blockers yang berguna untuk mengurangi tekanan pada mata. Cara kerja obat ini adalah dengan menurunkan atau menambah jumlah cairan yang diproduksi di dalam bola mata penderita. Penggunaan untuk dosis awal bagi orang dewasa adalah 1 tetes timolol 0.25% sebanyak dua kali sehari. Dosis tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan, seperti menambah dosis timolol 0.5% satu tetes untuk penggunaan 2x sehari. Khusus untuk timolol 0.5%, penggunaannya tidak boleh melebihi 1 tetes.

Adapun penggunaan obat tetes mata timolol yang benar:

  • mencuci tangan dengan air bersih, baik sebelum atau setelah meneteskan obat.
  • Jika Anda mengenakan lensa kontak, maka lepaskan terlebih dulu lensa kontak dan mengenakannya kembali minimal 15 menit setelah obat diteteskan.
  • Harap untuk mengadahkan kepala sebelum meneteskan obat kemudia memejamkan mata sesaat setelah obat diteteskan.
  • Selama mata tertutup, tekan bagian ujung mata dekat hidung selama 1-2 menit agar tetesan obat tidak keluar dari mata.
  • Jangan menyentuh ujung botol tempat keluar obat untuk mencegah terjadinya kontaminasi. Ketika meneteskan obat, diharapkan ujung botol tidak mengenai mata.

Penggunaan glaukoma berpeluang menimbulkan beberapa efek samping, seperti kondisi mata yang terasa semakin kering jika sebelumnya terdapat masalah dengan produksi air mata.

Bersama dengan proses penuaan, produksi air mata juga tidak sebaik sebelumnya karena ada komponen minyak di dalam air mata yang berkurang. Akibatnya air mata lebih cepat menguap dan mata jadi lebih cepat kering. Reaksi lain yang mungkin akan timbul adalah rasa pedih seperti ada debu yang masuk pada mata. Walaupun begitu, kondisi ini dapat diatasi dengan meneteskan air mata artifisial beberapa kali sehari.

Selain efek samping pada mata, obat timolol juga dapat menyebabkan efek samping yang memengaruhi tubuh seperti tekanan darah rendah, denyut jantung melambat, nafas yang dirasa lebih pendek, dan cepat merasa lelah. Perlu diketahui bahwa efek samping obat timolol pada tiap orang akan berbeda-beda. Ada beberapa orang yang akan mengalami diare, insomnia, muntah-muntah, vertigo, hingga mengakibatkan gagal jantung kongestif.

Penting untuk diingat bahwa penggunaan obat timolol membutuhkan resep dokter dan penggunaannya harus dalam pengawasan dokter, ya.

Hidup Sehat

Perut Kembung dan Begah? Berikut Cara Mudah untuk Mengatasinya

Porsi makanan yang terlalu banyak atau terlalu sedikit tanpa kita sadar dapat berdampak pada kelancaran atau gangguan pencernaan. Masalah pencernaan yang umum ditemui salah satunya adalah perut kembung. Berbagai cara mengatasi perut kembung pun bisa kamu lakukan, mulai dari mengompres perut dengan handuk hangat hingga minum obat tertentu.

Perut kembung terjadi karena adanya gas yang terperangkap dalam lambung. Agar kamu tidak lagi merasa kembung dan mengganggu pencernaan, gas tersebut tentu harus dikeluarkan. Nah, berikut beberapa cara sederhana mengatasi perut kembung yang bisa kamu terapkan di rumah:

  1. minum teh hangat yang mengandung rempah-rempah, atau kamu juga dapat mencampur teh hangat tersebut dengan jahe, peppermint, dan kembang lawang. Perlu diperhatikan nih, jika kamu sedang diare ada baiknya untuk tidak mencampur teh dengan kembang lawang, ya.
  2. Kompres perut dengan handuk hangat agar otot-otot di saluran pencernaan menjadi lebih rileks. Kamu juga bisa melakukan langkah ini dengan bantal pemanas atau alat khusus kompres panas.
  3. Melakukan olahraga ringan secara rutin untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat penumpukan gas dalam lambung. Kamu tidak perlu melakukan olahraga berat kok, cukup lakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki atau yoga.
  4. Belajarlah untuk menarik nafas dalam-dalam dengan menggunakan diafragma. Aktivitas ini dapat membantu kamu untuk mengeluarkan gas lewat saluran pernapasan.
  5. Pijat perut untuk mengurangi rasa kembung, tapi langkah ini sebaiknya tidak dilakukan ketika sedang hamil.
  6. Konsumsi makanan dan minuman probiotik yang dapat melancarkan pencernaan, seperti yogurt, kefir, tempe, dan kimchi.
  7. Rutin mengkonsumsi rempah-rempah, antara lain jahe, jintan, dan daun basil.

Sendawa dan buang angin juga dapat menjadi cara jitu untuk mengeluarkan gas. Jika kamu merasa ingin membuang angin atau bersendawa jangan ditahan, ya. Hal tersebut menjadi reaksi alami tubuh dalam mengeluarkan gas yang terperangkap dalam lambung.

Nah, apabila dengan cara-cara di atas perutmu sudah tidak kembung lagi, kamu juga perlu untuk melakukan tindakan pencegahan.Adapun beberapa hal yang menjadi catatan agar perut kambung tidak menghantui kamu lagi, yaitu:

  • Menghindari makanan yang meningkatkan gas di lambung, seperti kacang-kacangan, kol, bawang, brokoli, kembang kol, jamur, dan makanan yang terbuat dari gandum utuh.
  • Mengurangi atau menghindari makanan berlemak dan berserat tinggi untuk sementara waktu.
  • Jangan menunda untuk membuang air agar proses pencernaan makanan di usus besar lebih cepat dilakukan sehingga, gas bisa lebih cepat keluar dari lambung.
  • Jangan makan dan bicara dalam waktu yang bersamaan karena dapat menambah jumlah udara yang ikut masuk ke dalam lambung.
  • Batasi makan yang mengandung sodium, terutama makanan asin. Hal ini dikarenakan sifat sodium yang dapat memaksa tubuh untuk menahan air secara berlebihan, yang akhirnya menyebabkan perut kembung.
  • Hindari mengunyah permen karet dan mengkonsumsi minuman bersoda karena bisa meningkatkan volume gas serta gula di dalam lambung.
  • Jangan makan terlalu banyak dalam satu waktu secara sekaligus. Sebaliknya, akan lebih baik jika makan dalam porsi yang lebih sedikit, tapi dalam intensitas yang lebih sering.

Jika kamu telah melakukan cara-cara tersebut, namun tak kunjung membaik, maka segera konsultasikan pada dokter mengenai kondisimu, ya. Terlebih lagi,apabila kamu mengalami perut kembung yang disertai demam dan nyeri hebat, atau gejala lain seperti nyeri dada dan pendaharan saat buang air besar. Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda adanya masalah yang serius pada sistem pencernaan kamu.