Hidup Sehat

Mengenal Tahapan-Tahapan Deep Sleep

Deep sleep atau tidur nyenyak merupakan tahapan tidur yang bisa menentukan berkualitas atau tidaknya tidur seseorang. Orang yang bisa tertidur nyenyak maka bisa mendapatkan tidur berkualitas sehingga dirinya akan merasa segar saat terbangun dari tidur keesokan paginya.

Meski terdengar sepele, namun tertidur nyenyak bisa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Selain itu, dengan tertidur nyenyak setiap paginya, Anda bisa lebih mudah berkonsentrasi dan fokus terhadap apa yang Anda kerjakan.

Tahapan-Tahapan Deep Sleep

Saat tertidur, manusia akan melewati beberapa tahapan. Ilmuwan mengkategorikan tahapan tidur nyenyak dengan membedakannya melalui frekuensi gelombang otak dan amplitudo dari electroencephalogram (EEG) serta gerakan mata (EOG) dan gerakan otot (EMG).

Berikut beberapa tahapan tidur yang dimana tahap 1 hingga 4 sebagai tahapan tidur NREM ((Non-rapid Eye Movement)) dan tahap kelima sebagai tidur REM (Rapid Eye Movement).

  1. Tahap 1

Merupakan tahapan transisi dari keadaan bangun hingga tertidur. Tahapan ini biasanya tidak berlangsung lama hanya sekitar 5 hingga 10 menit. 

Yang terjadi pada tahap 1:

  • Otot akan mulai rileks.
  • Detak jantung, gerakan mata dan pernapasan mulai melambat.
  • Tubuh mulai menghasilkan gelombang alfa (terjadi saat tubuh sedang rileks dan otak dalam keadaan diam namun tetap siaga) dan gelombang theta (terjadi saat tertidur ringan atau relaksasi).
  1. Tahap 2 

Tahapan tidur ringan dari tidur NREM yang terjadi sebelum memasuki tahapan tidur nyenyak. Tahapan ini berlangsung sekitar 25 menit.

Tahap berikutnya dari tidur non-REM ini adalah periode tidur ringan sebelum Anda memasuki tidur nyenyak, dan berlangsung selama sekitar 25 menit. Menurut American Sleep Foundation, 50% orang menghabiskan total waktu tidur mereka di tahapan dua ini.

Pada tahap 2 terjadi:

  • Suhu tubuh mulai turun.
  • Gerakan mata berhenti.
  • Detak jantung dan napas mulai teratur.
  • Mulai tidak menyadari apa yang terjadi di sekitar.
  • Otak mulai menghasilkan spindle sleep (saat otak mulai menghasilkan gelombang yang cepat dan berirama).
  1. Tahap 3 dan 4

Merupakan tahapan akhir dari tidur NREM, dan tahap inilah deep sleep terjadi. Selama tertidur nyenyak, detak jantung, napas, suhu tubuh dan gelombang otak mengalami penurunan dan umumnya orang yang sudah tertidur dalam tahapan ini akan sulit terbangun. Dan dalam tahapan ini, hormon-hormon penting akan dilepaskan dan terjadi regenerasi sel. Jika tahapan tersebut berlangsung sempurna, maka rasa lelah akan hilang saat Anda terbangun dari tidur.

  1. Tahap 5

Merupakan tahapan akhir dari siklus tidur yang dikenal dengan tidur REM. Terjadi setelah 90 menit tertidur, dan umumnya Anda akan mengalami mimpi. Selama tahapan ini terjadi:

  • Napas menjadi lebih cepat dan tidak teratur.
  • Detak jantung meningkat.
  • Aktivitas otak meningkat tajam.
  • Gerakan mata menjadi cepat.

Pada tahapan tidur REM, otak juga akan menghasilkan gelombang yang mirip saat Anda dalam keadaan terjaga namun tubuh dalam keadaan lumpuh.

Waktu Tidur yang Diperlukan Tubuh

Setiap manusia memerlukan waktu tidur yang cukup demi kesehatan. Kebutuhan tidur manusia berbeda-beda tergantung usia. Umumnya bayi dan anak-anak membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak daripada orang dewasa.

Berikut waktu tidur per hari yang direkomendasikan National Sleep Foundation berdasarkan usia.

  • Baru baru lahir usia 0-3 bulan: 14-17 jam
  • Bayi usia 4-11 bulan: 12-15 jam
  • Balita usia 1-2 tahun: 11-14 jam
  • Anak-anak prasekolah usia 3-5 tahun: 10-13 jam
  • Anak-anak usia sekolah usia 6-13 tahun: 9-11 jam
  • Remaja usia 14-17 tahun: 8-10 jam
  • Anak muda usia 18-25 tahun: 7-9 jam
  • Dewasa usia 26-64 tahun: 7-9 jam
  • Lansia berusia diatas 65 tahun: 7-8 jam

Manusia membutuhkan deep sleep dan REM sleep untuk untuk meningkatkan fungsi otak dan kesehatan. Orang yang tertidur nyenyak setiap hari, umumnya memiliki tingkat konsentrasi dan daya ingat yang lebih baik daripada orang yang kurang tidur. 

Agar bisa memperoleh deep sleep dan tidur REM, Anda harus bisa mengatur waktu tidur dengan tidak begadang, mengonsumsi makanan bergizi dan rajin berolahraga.