Penyakit

Mengenal Pentingnya Kelenjar Pituitari bagi Tubuh

Anatomi tubuh manuasia begitu kaya dan mungkin banyak yang belum Anda kenali. Salah satunya yang mungkin belum Anda pahami adalah keberadaan kelenjar kecil di belakang hidup yang ukurannya tidak lebih besar dari kacang polong. Namanya kelenjar pituitari. Meskipun kecil, nyatanya keberadaan kelenjar ini amat penting dalam mengendalikan berbagai fungsi tubuh.

Kelenjar pituitari kerap disebut sebagai master kelenjar. Ini karena pituitari menjadi kunci pengendalian kelenjar-kelenjar lain dalam tubuh. Tanpa adanya kelenjar ini, akan banyak fungsi tubuh yang tidak dapat Anda rasakan seperti saat ini.

Dengan pengendalian dari kelenjar pituitari, tubuh mampu memproduksi berbagai hormon berfungsi vital bagi pertumbuhan dan reproduksi. Berikut ini adalah beberapa hormon yang bisa terproduksi karena andil dari sang master kelenjar.

  1. Hormon Pertumbuhan

Kelenjar pituitary sangat berperan dalam pembentukan hormon pertumbuhan. Dengan adanya jenis hormon inilah, tubuh Anda bisa terus bertumbuh sampai sekarang. Fungsi hormon pertumbuhan sendiri adalah merangsang perkembangan otot dan tulang serta menguatkannya.

  • Hormon Prolaktin

Bagi ibu dan bayi, kehadiran hormon yang satu ini sangatlah penting. Proklaktin merupakan hormon yang merangsang keluarnya air susu ibu (ASI) sehingga dapat dikonsumsi oleh sang bayi. Terganggunya kelenjar pituitari bisa menyebabkan ASI tersendat dan tidak keluar.

  • Hormon Oksitosin

Satu lagi hormon yang dikendalikan oleh kelenjar pituitari yang berhubungan dengan ibu dan bayi adalah hromon oksitosin. Fungsi hormon yang satu ini adalah merangsang proses kontraksi sang ibu sehingga bayi dapat dilahirkan. Hormon oksitosin juga cukup berperan dalam pengeluaran ASI pada ibu yang baru melahirkan.

  • Hormon Vasopresin

Pernah mendengar jenis hormon yang satu ini? Secara sederhana, vasopresin dapat diartikan sebagai jenis hormon yang mengendalikan seberapa banyak air di dalam ginjal. Artinya jika jumlah produksi hormon vasopresin terlalu sedikit ataupun terlalu banyak, ginjak bisa mengalami masalah. Kelenjar pituitari mampu mengendalikan jumlah produksi vasopresin agar tidak kurang atau melewati kebutuhan tubuh.

  • Hormon Endorfin

Kelenjar pituitari juga berfungsi dalam mengendalikan produksi hormon endorfin. Jenis hormone yang satu ini sangat vital bagi tubuh. Pasalnya, hormon endorfin berguna membuat imunitas tubuh. Selain itu, endorfin juga mengendalikan otak Anda untuk bisa berpikiran positif sehingga pikiran Anda dapat merasa senang.

  • Hormon Kortisol

Dengan adanya kelenjar pituitari, Anda juga bisa mengendalikan tingkat stes. Ini terjadi karena sang master kelenjar ini juga berfungsi mengendalikan hormone adrenokortikotropik yang salah satunya mengeluarkan hormon kortisol. Dengan adanya produksi hormon ini, stress Anda bisa berkurang.

  • Hormon Steroid

Hormon steroid juga merupakan bagian dari hormone adrenokortikotropik yang dikendalikan oleh kelenjar pituitari. Fungsi dari jenis hormon ini adalah mengatur metabolisme tubuh manusia. Jadi, bisa bayangkan bukan jika produksi hormon steroid bermasalah akibat tidka diatur oleh pituitari?

  • Hormon Luteinising dan Folikel

Fungsi kedua hormon ini adalah memastikan manusia dapat terus mereproduksi. Di mana dengan adanya hormon luteinising dan folikel, produksi hormon seks dapat terangsang sehingga mampu mematangkan pembentukan sel telur pada wanita dan sperma pada pria. Siapa yang mengendalikan pembentukan hormon luteinising dan folikel? Jawabannya lagi-lagi adalah kelenjar pituitari.

  • Hormon Tiroid

Fungsi hormon tiroid yang juga dikendalikan oleh kelenjar pituitari juga sangat penting bagi tubuh. Ini karena hormon tiroid mampu mengendalikan kerja dari berbagai organ vital manusia. Beberapa fungsi di antaranya adalah mengatur irama jantung, tekanan darah, mengendalikan sistem pencernaan, sampai menaikturunkan suhu tubuh.

Bayangkan apabila berbagai hormon di atas tidak diatur oleh kelenjar pituitari? Bisa bayangkan betapa banyak masalah yang akan dirasakan oleh tubuh Anda?