Hidup Sehat

Mengenal Hipohidrosis, Kondisi saat Seseorang Sulit Berkeringat

Cuaca atau udara yang panas dan aktivitas berlebih akan membuat kita mudah berkeringat. Namun ada juga orang mudah berkeringat meskipun tidak melakukan banyak aktivitas. Kondisi ini disebut dengan hiperhidrosis, yakni saat seseorang bisa berkeringat dengan mudah dan berlebihan meskipun tidak melakukan aktivitas berat dan tidak dipengaruhi suhu.

keringat

Hipohidrosis merupakan kondisi lebih ringan dari anhidrosis, di mana penderitanya tidak dapat berkeringat sama sekali. Meski begitu hipohidrosis dapat menyebabkan sengatan panas (heatstroke), di mana tubuh mengalami kepanasan atau overheat. Sama seperti mesin mobil yang kepanasan, bila tidak ditangani dengan segera, heatstroke dapat merusak tubuh dan berakibat fatal.

Gejala-gejala hipohidrosis

Gejala yang terjadi pada penderita hipohidrosis sedikit lebih sulit dideteksi jika dibandingkan dengan kebalikannya yaitu hyperhidrosis. Apalagi jika seseorang tidak sering berada di daerah yang panas maupun berolahraga secara intens, gejala hipohidrosis yang ringan seringkali tidak disadari oleh penderitanya. Namun, ada beberapa hal yang bisa menjadi tanda-tanda apakah Anda mengalami hipohidrosis atau tidak. Berikut gejalanya:

  • Tidak tahan dengan suhu panas
  • Merasa kepanasan
  • Napas berat
  • Tidak tahan dengan akvitas yang intens seperti berolahraga terlalu lama
  • Kram otot

Selain itu, gejala lain dari tidak bisa berkeringat adalah kulit yang kering. Gejala hipohidrosis akan mudah terlihat saat berada di ruangan atau cuaca panas maupun aktivitas intens.

Penyebab Hipohidrosis

Alasan utama mengapa seseorang mengalami kondisi sulit berkeringat ini adalah karena adanya gangguan fungsi kelenjar keringat. Di dalam kulit kita terdapat kelenjar keringat yang selalu siap mengeluarkan keringat saat suhu tubuh dan sekitar mulai panas. Sayangnya pada penderita hipohidrosis, kelenjar keringat tidak merespon sinyal perubahan suhu tubuh dari sistem saraf dengan baik. Selain malfungsi kelenjar keringat, ada beberapa penyebab lain yang menyebabkan Anda sulit berkeringat. Contohnya adalah:

  1. Terjadi kerusakan atau penyakit kulit

Kerusakan pada jaringan kulit dapat menyebabkan kerusakan pada kelenjar keringat yang ada di bawahnya. Penyebab rusaknya jaringan kulit tersebut bisa diakibatkan oleh:

  • Infeksi bakteri
  • Peradangan kulit
  • Terpapar radiasi berbahaya
  • Luka
  • Ichthyosis
  • Sclerodema
  • Psoriasis
  • Kerusakan sistem saraf

Kerusakan pada sistem saraf juga dapat menyebakan Anda sulit berkeringat. Kerusakan pada sistem saraf dapat menghalangi pengiriman sinyal dari saraf pusat ke kelenjar kulit. Terdapat beberapa kondisi saraf yang dapat memengaruhi hal ini adalah:

  • Sindrom Horner
  • Penyakit Fabry
  • Sindrom Sjorgen
  • Parkinson
  • Diabetes
  • Sindrom Ross
  • Amiloidosis
  • Kanker paru sel kecil
  • Efek samping pengguaan obat tertentu obat

Beberapa jenis obat seperti antikolinergik memiliki efek samping mengurangi jumlah produksi keringat.

  • Dehidrasi

Dehidrasi juga bisa menjadi penyebab kondisi mengapa Anda sedikit sekali berkeringat. Alasannya sederhana, tubuh tidak memiliki air yang cukup untuk memproduksi keringat.

  • Faktor keturunan

Kondisi sedikit berkeringat juga dapat disebabkan oleh kondisi bawaan di mana seseorang terlahir dengan kelenjar keringat yang sedikit atau bahkan tidak memilikinya sama sekali. Dalam dunia medis, istilah ini disebut hypohidrotic ectodermal dysplasia. Perlu diingat juga, selain penyebab di atas, ada beberapa kasus dimana penyebab kondisi ini tidak diketahui sama sekali, dikenal dengan nama hipohidrosis idiopatik.