Kulit & Kecantikan

Kandungan Vitamin C dalam Serum Avoskin untuk Jerawat

Mungkin Anda sudah cukup familiar atau rutin menggunakan serum vitamin C. Penggunaan serum jenis ini, salah satunya adalah serum Avoskin untuk jerawat, memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kulit, mulai dari menyeimbangkan rona warna kulit, mengurangi hiperpigmentasi, mengurangi tanda-tanda penuaan, dan juga mengatasi jerawat. Banyak produsen mengemas produk vitamin C sebagai serum, yang mana memiliki konsistensi lebih encer dibandingkan dengan krim ataupun lotion. 

Serum Avoskin untuk jerawat mengandung vitamin C yang efektif mengatasi jerawat. Namun, manfaat serum vitamin C tidak hanya itu saja. Salah satu manfaat yang paling dikenal dari serum vitamin C adalah kemampuannya dalam melindungi kulit dari sinar matahari. Ini disebabkan karena vitamin C merupakan sebuah antioksidan. Hal ini berarti vitamin C dapat mengurangi kerusakan akibat radikal bebas yang menyerang tubuh. Radikal bebas adalah partikel yang menyebabkan peradangan. 

Menurut Institut Linus Pauling dari Universitas Negeri Oregon, beberapa efek antioksidan dari vitamin C pada kulit adalah mengurangi kematian sel premature, mengurangi pelepasan cytokines (yang mana merupakan senyawa peradangan), serta mengurangi kerusakan yang disebabkan karena paparan sinar ultraviolet (UV). Meskipun Anda tidak boleh mengganti penggunaan tabir surya dengan vitamin C topikal untuk perlindungan kulit, menggunakan keduanya bersamaan dapat membantu melindungi dari efek berbahaya sinar matahari. 

Vitamin C tidak dapat membalikkan tampilan keriput yang terus berkembang secara alami seiring dengan berjalannya waktu. Akan tetapi, serum vitamin C dapat membantu mengurangi penuaan dini dengan melindungi kulit dari keriput yang terjadi sejak dini akibat paparan sinar matahari. 

Vitamin C juga dapat membantu mengurangi keriput dini dengan menstimulasi pertumbuhan kolagen. Kolagen adalah sebuah protein yang menyediakan struktur dan elastisitas kulit. Sebuah studi skala kecil menemukan bahwa mengoleskan larutan vitamin C 5 persen selama 6 bulan dapat membantu meningkatkan ketebalan kulit dibandingkan dengan larutan placebo. 

Kulit yang lebih kaya kolagen dan lebih tebal akan sedikit menunjukkan jerawat apabila dibandingkan dengan kulit yang tipis. Meskipun studi tersebut hanya memiliki sekitar 60 sukarelawan, kesimpulan ini menunjukkan kemungkinan peran vitamin C dalam peningkat kolagen. 

Beberapa orang mengoleskan vitamin C topikal untuk merawat hiperpigmentasi. Ini adalah daerah di kulit yang tampak lebih gelap dibandingkan dengan daerah lain di sekitarnya. Paparan sinar matahari dan perubahan hormon yang dihubungkan dengan penuaan biasanya menjadi penyebab daerah yang lebih gelap.

Para peneliti membuat teori bahwa vitamin C dapat membantu mengurangi produksi melanin. Melanin adalah sebuah pigmen yang bertanggungjawab pada tampilan yang lebih gelap di daerah hiperpigmentasi. Dengan mengurangi produksi melanin, seseorang dapat membantu mengurangi tampilan daerah yang gelap pada kulit. 

Para produsen memiliki tantangan tersendiri saat mereka membuat vitamin C topikal karena vitamin C akan terurai saat terpapar oleh udara, panas, dan bahkan cahaya. Beberapa produk mengandung asam askorbat, yang mana merupakan bentuk alami vitamin C. Kulit  dapat menyerap asam askorbat dengan baik, namun terkadang zat ini tidak dapat bekerja dengan baik ketika dicampur dengan larutan tertentu. 

Ascorbyl palmitate memiliki stabilitas lebih ketika dicampur dengan larutan lain, namun kulit dapat menyerapnya dengan kurang efektif. Produsen produk perawatan kulit mengemas vitamin C ke dalam serum seperti serum Avoskin untuk jerawat karena serum memiliki konsentrasi yang lebih tinggi namun tetap dapat diserap oleh kulit dengan cepat. Anda bisa mendapatkan serum vitamin C di banyak toko-toko kecantikan atau online untuk mendapatkan manfaat vitamin C pada kulit.