rumah sakit & faskes

Deteksi Dini Kanker Serviks di Puskesmas Cilandak, Simak Caranya!

Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah satu masalah kesehatan perempuan di Indonesia. Penyakit mematikan ini dapat dicegah melalui deteksi dini papsmear atau IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat).

Banyak orang beranggapan pemeriksaan ini sulit dan biayanya yang mahal. Padahal, saat ini sejumlah puskesmas menyediakan layanan ini. Salah satunya Puskesmas Cilandak.

Puskesmas Cilandak terletak di Jl. Komplek BNI 1946 No. 57, Kec. Cilandak, Jakarta Selatan ini memang menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang menyediakan program deteksi dini kanker serviks dengan cara IVA. 

Bagaimana caranya?

Prosedur IVA di Puskesmas Cilandak 

Pap smear dilakukan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Pemeriksaan ini dilakukan dengan meneteskan asam asetat (asam cuka) pada permukaan mulut rahim. Teknik ini dinilai terjangkau, mudah, hanya memerlukan alat sederhana, dan hasilnya bisa langsung didapatkan.

Untuk melakukan tes ini, Anda dapat mengunjungi Puskesmas Cilandak. Pemeriksaan IVA dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Anda akan diminta berbaring dengan posisi kaki terbuka (litotomi).
  • Dokter akan memasukkan alat bernama spekulum atau cocor bebek ke dalam vagina. Alat ini berfungsi menahan mulut vagina terbuka, sehingga leher dan mulut rahim dapat terlihat.
  • Kemudian dokter akan mencelup gumpalan kapas bertangkai (mirip cotton bud) ke larutan asam asetat (asam cuka) kadar 3-5%.
  • Gumpalan kapas yang telah dibasahi oleh asam asetat akan dioleskan perlahan ke permukaan jaringan serviks Anda.
  • Dokter akan menunggu selama 1 menit untuk menilai reaksi yang muncul, biasanya berupa perubahan warna pada area serviks yang telah dioleskan asam asetat.

Jaringan serviks yang sehat tidak akan mengalami perubahan warna setelah dioleskan asam asetat. Namun jika terdapat sel abnormal pada serviks, akan muncul bercak putih pada permukaan leher rahim. Hal ini dapat menandakan adanya sel tumor atau sel kanker pada serviks.

Sebagai tindak lanjutnya, dokter akan merujuk Anda ke dokter ahli kebidanan dan kandungan agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Terlebih jika Anda mengalami keluhan, seperti perdarahan vagina dan keputihan yang mencurigakan.

Pap smear adalah metode yang aman bagi wanita untuk mendeteksi kanker serviks. Pasien mungkin hanya merasa sedikit tidak nyaman saat prosedur dilakukan. Setelah pap smear, pasien juga mungkin akan mengalami perdarahan ringan.

Syarat-Syarat Pemeriksaan Pap Smear di Puskesmas Cilandak 

Pap smear sebaiknya dilakukan sekitar 5 hari setelah haid atau menstruasi atau 10 hingga 20 hari setelah hari pertama haid, agar leher rahim bersih dari sisa-sisa darah haid.   

Selain itu, disarankan dua hari sebelum pap smear, sebaiknya sebaiknya tidak membersihkan vagina dengan krim atau sabun apa pun, dan tidak melakukan penyemprotan obat atau larutan tertentu ke arah liang vagina.

Agar hasilnya akurat, pemeriksaan IVA hanya boleh dilakukan oleh wanita yang:

  • Sudah pernah melakukan hubungan intim
  • Tidak berhubungan intim selama 24 jam sebelum pemeriksaan
  • Tidak sedang haid

Bila memenuhi ketiga syarat tersebut, Anda dapat menjalani pemeriksaan IVA secara berkala sesuai anjuran dokter, atau setidaknya setiap 3-5 tahun sekali. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks secara dini, sebab gejala kanker serviks stadium awal sering kali tidak jelas. Gejala umumnya baru muncul pada tahap lanjut.

Berapa Biaya Pap Smear di Puskesmas Cilandak?

Biaya deteksi kanker serviks di Puskesmas terjangkau mulai dari Rp25 ribu saja. Kalau Anda terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan akan mendapatkan pemeriksaan ini secara gratis.

Sebab, deteksi dini kanker serviks itu masuk dalam skema pembiayaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sehingga peserta tidak perlu membayar biayanya.