Penyakit

Tenggorokan Gatal dan Batuk, Apakah Karena COVID-19?

Pada umumnya, batuk tidak terlalu dipandang sebagai penyakit yang serius dan harus diwaspadai. Pasalnya, penyakit ini bisa dapat sembuh sendiri dalam waktu yang relatif singkat. Batuk sendiri merupakan hal normal yang dilakukan tubuh secara refleks, ketika ada benda asing yang masuk ke tenggorokan. Kadang kala, batuk juga akan disertai tenggorokan gatal

Batuk 100 hari disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis

Dengan batuk, tubuh akan mencoba mengeluarkan benda asing tersebut, baik itu virus, bakteri, maupun allergen. Tetapi, batuk yang terjadi secara lama dan berulang kali tentu membuat tidak nyaman. Tenggorokan gatal dan batuk yang dialami terus-menerus dan dalam jangka waktu yang lama dapat menunjukkan ada sesuatu yang tidak normal dalam tubuh. Apalagi saat ini dunia sedang mengalami pandemi COVID-19.

Salah satu gejala penyakit COVID-19 adalah tenggorokan gatal dan batuk. Tetapi, penyakit ini juga memiliki beberapa gejala lainnya yang harus diperhatikan sebelum didiagnosa dengan COVID-19. Setiap orang pun memiliki gejala yang berbeda tergantung kekebalan tubuh masing-masing.

Tapi, selain COVID-19, tenggorokan gatal dan batuk yang dialami bisa juga disebabkan oleh penyakit lain, seperti influenza, infeksi bakteri atau alergi. Karena itu, perlu diperhatikan secara seksama dan tidak perlu khawatir berlebihan. Jika terdapat gejala lain yang menandakan COVID-19, baru hubungi tenaga medis dan fasilitas kesehatan terdekat. Sebelum muncul gejala lain, tetap lakukan isolasi mandiri.

Perbedaan batuk kering dan COVID-19

Batuk yang disertai tenggorokan gatal memang biasanya terjadi karena batuk kering. Salah satu gejala COVID-19 adalah tenggorokan gatal dan batuk. Namun, tidak semua gejala batuk kering menunjukkan penderita juga sudah terpapar COVID-19. Berikut yang mesti diketahui untuk membedakan batuk kering biasa dengan gejala COVID-19.

  1. Frekuensi batuk

Perbedaan yang paling mencolok antara gejala batuk kering biasa dengan batuk kering karena paparan virus corona adalah frekuensi batuk tersebut. Ketika orang mengalami batuk kering ringan, ia akan berdehem sesekali. Sebab, batuk kering membuat seseorang merasa ada yang mengganjal di tenggorokan.

Sementara itu, batuk kering yang disebabkan oleh COVID-19 kerap terjadi terus-menerus sepanjang hari tanpa ada perasaan sesuatu yang menahan saluran pernapasan. Batuk yang terus menerus memang sering terjadi pada batuk yang disebabkan oleh infeksi virus. Jika sudah mulai mencurigakan, sebaiknya tetap waspada dan kenali ciri gejala COVID-19 lainnya.

  1. Perbedaan sifat saat muncul

Terkadang orang yang mengalami batuk kering sering tidak sadar kapan mulai mengalami batuk. tenggorokan gatal dan batuk karena batuk kering biasa kadang terjadi secara tiba-tiba. Sedangkan batu kering karena COVID-19, dikatakan biasa terjadi pada tengah hari dan gejala akan terus berlanjut. 

  1. Adanya gejala penyerta

Terdapat perbedaan antara gejala fase penyerta antara batuk kering dengan batuk kering karena COVID-19. Untuk batuk kering biasa, fase penyerta biasanya terjadi sebelum batuk terjadi. Ini karena batuk kering merupakan kelanjutan pilek yang sangat mungkin juga sedang menyerang tubuh Anda. Biasanya ketika pilek, Anda akan mengalami batuk kering juga. Karena itu, umumnya batuk kering memiliki fase penyerta bersin sebelum batuk terjadi.

Berbeda dengan batuk kering yang merupakan indikasi dari Covid-19. Batuk kering yang dialami orang dengan infeksi virus corona biasanya tidak diikuti fase penyerta. Batuk kering terjadi terus-menerus tanpa ada bersin yang mendahului.

  1. Indikasi lanjutan

Batuk kering biasa umumnya hanya terjadi sekitar kurang 2 minggu. Frekuensi batuk pun otomatis akan berkurang sedikit demi sedikit sampai akhirnya tidak menunjukkan gejala lagi sebelum 14 hari dari pertama kali mengalami penyakit ini.

Sebaliknya, batuk kering yang dialami seseorang dengan infeksi Covid-19 akan terus berlanjut. Waktu penyembuhannya bahkan bisa lebih dari 2 minggu. Tidak hanya batuk dan tenggorokan gatal, akan ada indikasi lanjutan gejala yang dialami orang tersebut. Biasanya setelah beberapa hari mengalami batuk kering, orang yang terinfeksi virus corona juga akan mengalami demam tinggi di atas 38 derajat Celcius ditambah gejala sesak napas.

Hidup Sehat, Kulit & Kecantikan, Penyakit

Begini Cara Mengatasi Korengan di Kepala

Korengan di kepala bisa disebabkan karena berbagai hal, seperti ketombe, dermatitis, hingga infeksi oleh bakteri, jamur, dan virus. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi korengan di kepala, mulai dari menggunakan bahan alami sampai obat-obatan, yaitu:

1. Kompres Hangat

Jika gatal akibat korengan di kepala tak tertahankan dan sangat mengganggu, Anda bisa mengatasinya dengan mengompres dengan handuk hangat. Menggaruk korengan di kepala bisa membuat kondisinya semakin parah. Menggunakan kompres hangat bisa membantu meredakan gatal, melembutkan kulit kepala dan membuat koreng mudah lepas. Anda cukup membalutkan handuk hangat pada rambut dan kepala selama 10-15 menit. Setelahnya, sisir secara perlahan untuk membuang kulit koreng yang sudah terlepas. Anda bisa melakukan perawatan ini sebanyak satu kali sehari hingga korengan di kepala bersih.

2. Gel Lidah Buaya

Gel lidah buaya bermanfaat untuk meredakan penyebab korengan di kepala, misalnya karena psoriasis. Gel ini juga bisa meredakan rasa sakit dan gatal, menenangkan kulit kepala, serta mencegah infeksi. Anda bisa mendapatkan gel lidah buaya langsung dari tanamannya atau dalam bentuk kemasan yang banyak tersedia di toko. Caranya cukup mudah, yaitu oleskan gel atau lendir lidah buaya pada bagian dengan korengan di kepala. Biarkan selama satu jam dan bilas dengan shampoo hingga bersih. Anda juga bisa mencampur gel lidah buaya dengan kapsul yang mengandung vitamin E.

3. Tea Tree Oil

Minyak tea tree memiliki senyawa untuk mengatasi korengan di kepala akibat ketombe dan psoriasis. Namun, untuk beberapa orang minyak tea tree bisa memicu reaksi alergi. Oleh karena itu, sebelum menggunakannya di kulit kepala, Anda bisa mencobanya sedikit terlebih dahulu di bagian kulit lain, misalnya tangan. Jika tidak ada reaksi alergi yang muncul seperti gatal atau ruam kemerahan, maka bisa digunakan dengan cara dioleskan di kulit kepala. Kandungan tea tree ini juga bisa ditemukan di beberapa produk perawatan rambut seperti shampoo.

4. Minyak Kelapa

Minyak kelapa memiliki kandungan antibakteri dan antiinflamasi yang bisa membantu mengatasi korengan di kepala. Selain itu, minyak kelapa juga bisa melembabkan dan meredakan gejala penyebab korengan di kepala seperti psoriasis. Oleskan minyak kelapa ke area koreng dengan tangan, tutup dengan handuk yang sudah direndam air panas, dan diamkan selama 30-45 menit. Kemudian bilas hingga bersih. Lakukan perawatan ini sebanyak 2-3 kali dalam seminggu untuk menghilangkan korengan di kepala dengan optimal.

5. Cuka Apel

Cuka apel mengandung antiinflamasi yang bisa membunuh jamur dan bakteri penyebab korengan di kepala. Selain bersifat antijamur dan antibakteri, cuka apel juga bisa menyeimbangkan pH di kulit kepala untuk membantu mengurangi rasa gatal dan kulit kepala kering. Anda bisa menggunakan 2 sdm cuka apel yang dicampur dengan 1 gelas air hangat. Tuangkan campuran ke area korengan di kepala dan pijat selama beberapa menit, kemudian bilas dengan air bersih. Lakukan perawatan ini 2 kali dalam seminggu.

6. Shampoo Khusus

Korengan di kepala yang disebabkan oleh psoriasis, Anda bisa menggunakan shampoo medikasi dengan kandungan asam salisilat dan tar. Sedangkan untuk korengan di kepala akibat eksim atau dermatitis dan infeksi jamur, Anda bisa memilih shampoo medikasi dengan kandungan zinc pyrithione dan selenium sulfida. Korengan di kepala juga bisa disebabkan oleh ketombe yang menimbulkan rasa gatal yang sangat. Sehingga, tanpa sadar membuat Anda menggaruk terlalu keras dan menimbulkan luka. Shampoo khusus antiketombe dengan kandungan zinc dan ketoconazole.

7. Obat-obatan

Korengan di kepala yang disebabkan infeksi bakteri seperti impetigo dan folikulitis bisa diobati dengan menggunakan antibiotik. Dokter akan meresepkan obat dalam bentuk krim atau gel yang dioleskan ke kulit kepala atau tablet minum. Sedangkan untuk mengatasi korengan di kepala akibat infeksi jamur, dokter akan meresepkan obat antijamur griseofulvin atau terbinafine yang perlu dikonsumsi selama satu hingga tiga bulan. Begitu juga dengan penyebab korengan di kepala akibat infeksi virus seperti cacar api, dokter akan meresepkan obat antivirus, pereda nyeri, dan salep.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah timbulnya kembali korengan di kepala, yaitu:

  • Mandi dan keramas secara teratur. Bersihkan sisa busa shampoo dengan baik agar tidak menyebabkan ketombe
  • Jangan menggaruk terlalu keras pada bagian yang gatal dan bersisik
  • Hindari menggunakan sisir dengan ujung jari-jari yang lancip atau tajam
  • Hindari produk rambut seperti minyak rambut, pomade, dan wax yang mengandung alkohol sehingga memicu iritasi dan alergi pada kulit kepala
  • Bersihkan secara rutin baik topi atau helm yang sering digunakan
  • Jangan menggunakan obat korengan di kepala selain yang diresepkan dokter

Penyakit

Seperti Ini Cara Mengeluarkan Kotoran Telinga yang Benar

Bagaimana cara mengeluarkan kotoran telinga yang benar? Beberapa orang mungkin menjawab dengan menggunakan cotton bud atau bahkan dengan terapi ear candle yang diklaim efektif.

Salah satu penyebab tuli konduktif adalah penumpukan kotoran telinga

Namun, semua dokter setuju bahwa memasukkan apapun ke dalam telinga sangat tidak disarankan. Sebab telinga ternyata memiliki mekanisme pembersihan diri yang sangat baik tanpa bantuan kita.

Cara mengeluarkan kotoran telinga yang tepat

Lantas, mengapa kita perlu membersihkan telinga? Kondisi di mana Anda harus membersihkan telinga melalui dalam adalah jika terjadi penumpukan kotoran telinga dan mulai menimbulkan gejala-gejala yang mengganggu.

Misalnya seperti gatal, sakit, dan juga kehilangan pendengaran. Ini berarti ada penumpukan kotoran telinga atau mengerasnya kotoran di bagian gendang telinga.  

Sebenarnya cara mengeluarkan kotoran telinga yang paling aman adalah dengan mengunjungi dokter. Sebab mereka memiliki peralatan yang aman dan memang ditujukan untuk membersihkan kotoran telinga yang menumpuk. 

Jika Anda memutuskan untuk mengeluarkan kotoran telinga sendiri, sebaiknya lakukan hal-hal berikut ini:

1. Kain basah

Cukup lap area luar telinga Anda dengan kain bersih yang sudah direndam dengan air hangat. Atau Anda bisa mengeringkan telinga Anda dengan menggunakan handuk usai mandi, umumnya dengan suhu yang meningkat setelah mandi, kotoran telinga juga ikut mengalir keluar.

2. Obat tetes telinga

Beberapa apotek menjual obat tetes telinga yang berisi cairan seperti gliserin, peroksida, hidrogen peroksida, dan saline. Terkadang Anda juga bisa menggunakan minyak mineral, zaitun, atau minyak bayi.

3. Suntik air (irigasi)

Anda bisa mengirigasi telinga sebagai cara mengeluarkan kotoran telinga. Dalam proses ini Anda membutuhkan suntikan tumpul yang berisi cairan saline atau air hangat, lalu suntikkan ke dalam telinga hingga kotoran telinga larut dan ikut mengalir keluar. 

Hindari menggunakan alat-alat ini

Kotoran telinga atau serumen berfungsi untuk membantu melindungi dan melumasi telinga Anda sehingga tidak kering dan gatal. Sehingga bisa dikatakan kotoran telinga merupakan penyaring bagi telinga untuk mencegah debu dan kotoran lainnya agar tidak masuk ke dalam telinga.

Telinga punya mekanisme pembersihan sendiri. Bahkan ketika Anda mengunyah dan menggerakkan rahang, kotoran telinga yang berbentuk lilin agar terdorong keluar dekat lubang telinga hingga akhirnya mengering dan keluar.

Untuk membersihkan telinga, Anda sangat disarankan untuk tidak menggunakan cotton bud. Berbeda dengan apa yang selama ini kita ketahui, cotton bud bisa mendorong kotoran telinga semakin masuk ke dalam dan berisiko merusak gendang telinga jika mendorong terlalu dalam.

Cotton bud juga bisa mengiritasi liang telinga yang sensitif. Iritasi ini bisa menimbulkan luka terbuka yang bisa berisiko terkena infeksi dari bakteri ataupun kuman. 

Selain itu, jangan menggunakan ear candle. Ear candle merupakan terapi menggunakan lilin panjang berbentuk kerucut yang dimasukkan ke dalam liang telinga, lalu dinyalakan dengan metode hisap yang diklaim akan menarik kotoran telinga.

Terapi ini terbukti tidak efektif dan justru bisa menyebabkan cedera seperti luka bakar atau malah menusuk bagian dalam telinga. Selain itu, metode terapi ini juga tidak memiliki penelitian yang cukup untuk mendukung keefektivitasannya. 

Menggunakan alat-alat tajam lainnya sebagai cara mengeluarkan kotoran telinga bisa menyebabkan beberapa masalah serius, seperti infeksi, gendang telinga robek, atau kehilangan pendengaran. Oleh karena itu, hindari memasukkan alat-alat apapun ke dalam telinga, kecuali yang sudah dianjurkan oleh dokter ataupun alat-alat yang sudah didesain khusus untuk telinga.

Penyakit

Selain Harga Swab PCR, Ini Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum PCR!

Harga Swab PCR

Menjalani test swab PCR di tengah pandemi seperti ini, sepertinya sudah menjadi hal yang sangat biasa bagi siapa pun, terlebih lagi orang yang tergolong suspek virus corona. Tes PCR adalah salah satu jenis tes yang digunakan untuk mendeteksi apakah terdapat virus corona di dalam tubuh Anda. 

Namun, selain harga swab PCR, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum melakukan tes PCR. Nah, untuk lebih jelas kami akan mengulasnya dalam artikel berikut. 

Apa itu tes PCR?

Tes Polymerase chain reaction (PCR) dilakukan untuk mendeteksi materi genetik dari organisme tertentu, seperti virus. Tes mendeteksi keberadaan virus ini akan menidentifikasi virus yang berada dalam tubuh Anda jika Anda terinfeksi pada saat menjalani tes. Tes juga dapat mendeteksi fragmen virus bahkan setelah Anda tidak terinfeksi lagi. 

Tes PCR untuk Covid-19 adalah tes yang digunakan untuk mendiagnosis orang yang saat ini terinfeksi SARS CoV-2, yaitu virus corona penyebab Covid-19. Tes PCR adalah tes standar yang cukup terpercaya untuk mendiagnosis Covid-19 karena ini adalah tes yang paling akurat dan andal. 

Jenis tes Covid-19 apa yang tersedia?

Jenis tes Covid-19 dibagi menjadi dua kategori berbeda, tes diagnostic dan tes antibody. 

  1. Pengujian diagnostic

Ada dua tes berbeda yang digunakan untuk mendiagnosis Covid-19 secara resmi, yaitu pengujian molekuler dan pengujian antigen. 

  • Pengujian molekuler (juga disebut tes PCR atau RNA). Tes ini melibatkan penyeka lendir dari dalam hidung atau belakang tenggorokan Anda. Dari sana, sampel lendir akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa materi genetik unk virus tersebut. Tes molekuler adalah cara paling akurat untuk menguji Covid-19. Namun, karena tes perlu dievalusi oleh lab, perlu waktu lama untuk mendapatkan kembali hasilnya. 
  • Pengujian antigen (sering disebut pengujian cepat). Pengujian ini melibatkan proses swab yang serupa dengan PCR, tetapu tidak perlu dikirim ke lab atau menggunakan peralatan lab. Ini berarti Anda bisa mendapatkan hasil Anda dengan lebih cepat. Meskipun tes ini sangat akurat dalam mengidentifikasi Covid-19, mungkin perlu beberapa saat agar antigen Covid muncul di sistem Anda. Artinya, ada kemungkinan tertular Covid-19 tetapi mendapatkan hasil negatif dari antigen test atau biasa disebut false negative.
  1. Pengujian antibodii

Tes antibody adalah tes darah yang terlihat untuk antibody Covid dalam aliran daarah Anda. Tes antibody positif berarti Anda pernah terkena Covid-19 di masa lalu, entah Anda tahu atau tidak, dan sistem kekebalan Anda telah mengembangkan antibody untuk membantu melawan virus. Namun, tes antibody tidak dapat memberi tahu Anda apakah Anda masih mengidap virus corona, jadi tidak disarankan untuk membuat diagnosis.  

Bagaimana menyiapkan anak yang akan tes PCR?

Tes Covid-19, atau menjalani tes PCR pada anak sama dengan yang dilakukan apda orang dewasa. Menguji anak Anda untuk tes PCR tidak perlu menimbulkan trauma. Anda dapat membantu mereka merasa tenang dengan menjelaskan kepada mereka apa yang terjadi dan mengapa ia harus melakukan tes. 

Beritahu dengan lembut bahwa para medis akan menggunakan cottonbud kecil yang dimasukkan ke hidung dan mulut mereka, dan hal tersebut tidak akan menyakitkan. Jadi, tenangkan Si Kecil dengan tidak memberikan informasi yang menakutkan. Dengan begitu anak akan mengerti dengan sendirinya. Beritahu juga untuk mengambil napas dalam-dalam saat proses pengambilan sampel untuk mengatasi rasa gugup mereka. 

Harga swab PCR yang mahal sering kali menjadi kendala dalam melakukan tracing dan menekan penyebaran Covid-19. Namun, Anda bisa mencari beberapa referensi harga swab PCR yang masih terjangkau secara online maupun referensi dari teman atau rekan. Umumnya, harga PCR yang terjangkau akan mempengaruhi seberapa lama hasil akan keluar.  

Penyakit

Penyebab Mata Sering Berkedip dan Cara Mengatasinya

Mata berkedip merupakan salah satu refleks normal untuk melindungi mata dari benda asing yang masuk. Hal ini juga merupakan salah satu cara agar mata tidak mudah kering dan terlumasi. 

Namun, jika mata sering berkedip, mungkin menjadi pertanda ada masalah di permukaan mata. Pada anak-anak, kebiasaan mata sering berkedip biasanya berhubungan dengan masalah kornea.

Normalnya, orang dewasa akan berkedip sebanyak 14-17 kali per menit. Sedangkan bayi dan anak-anak biasanya akan berkedip sebanyak 2 kali per menit.

Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan mata sering berkedip.

Iritasi mata

Saat mengalami iritasi mata, mungkin kita akan lebih sering berkedip untuk melumaskan mata. Hal ini terjadi ketika mengalami iritasi mata yang disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:

  • Iritasi mata karena asap, serbuk sari, polusi, dan debu
  • Mata kering
  • Terdapat goresan di bagian luar mata
  • Bulu mata tumbuh ke dalam
  • Mengalami konjungtivitis
  • Radang iris
  • Radang kelopak mata

Mata tegang

Mata yang tegang biasanya juga berhubungan dengan kelelahan mata yang disebabkan karena terlalu lama menatap komputer. Sehingga, mata refleks untuk melakukan kedipan lebih banyak dari biasanya.

Berikut ini penyebab mata jadi tegang:

  • Berada dalam cahaya yang terang 
  • Membaca terlalu lama
  • Menghabiskan waktu lama di depan komputer

Masalah penglihatan

Beberapa masalah penglihatan berikut ini juga bisa menyebabkan mata sering berkedip.

  • Rabun jauh
  • Rabun dekat
  • Presbiopia
  • Perubahan mata karena usia
  • strabismus, yakni kondisi mata tidak sejajar

Gangguan gerakan mata

Gangguan gerakan mata yang membuat mata sering berkedip, yakni:

  • Blefarospasme, yakni kondisi kejang otot mata yang menyebabkan kedipan sangat cepat dan tidak sengaja.
  • Sindrom meige, yakni kejang otot mata yang berhubungan dengan kejang mulut dan rahang.

Masalah kesehatan mental

Kesehatan mental yang bermasalah juga menjadi salah satu penyebab mata sering berkedip. Kamu jadi lebih sensitif terhadap cahaya dan ketegangan mata. Berikut kondisi kesehatan mental yang membuat mata sering berkedip:

  • Gelisah
  • Stres
  • Kelelahan

Kebiasaan orang

Beberapa orang memang memiliki kebiasaan berkedip berlebihan. Hal ini memang sudah dilakukan dari dulu dan menjadi kebiasaan hingga sekarang. Biasanya hal ini terjadi untuk mengurangi rasa gugup pada seseorang.

Kondisi serius yang disebabkan mata sering berkedip

Meskipun bukan hal yang membahayakan, mata sering berkedip biasanya juga menjadi pertanda kondisi kesehatan seseorang. Berikut beberapa kondisi serius yang disebabkan karena mata sering berkedip. 

  • Penyakit wilson

Kondisi ini biasanya disebabkan karena kelebihan tembaga di dalam tubuh. Hal ini menimbulkan beberapa gejala neurologis, salah satunya mata sering berkedip. Penyakit ini juga bisa membuat seseorang canggung dan gemetar.

  • Sklerosis ganda

Kondisi ini memengaruhi sistem saraf pusat. Selain mata sering berkedip, gejala lain yang mungkin muncul yakni penglihatan terganggu, adanya gangguan keseimbangan koordinasi, serta kemampuan untuk mengontrol otot menurun. 

  • Sindrom tourette

Kondisi ini menyebabkan gerakan yang tidak sadar secara tiba-tiba. Kemudian, gerakan otot yang terjadi di sekitar mata juga bisa menyebabkan kedipan yang berlebihan. 

Bisakah mencegah mata sering berkedip?

Kedipan yang berlebihan mungkin saja mengganggu, apalagi untuk kamu yang akan tampil di depan. Berikut ini beberapa cara untuk mengurangi mata sering berkedip:

  • Hindari tempat yang bisa mengiritasi mata, seperti tempat yang ada asap, debu, dan serbuk sari
  • Jaga mata tetap lembap dengan obat tetes mata
  • Kurangi berada di ruangan dengan cahaya yang terlalu terang
  • Sering beristirahat saat membaca atau bekerja di depan komputer agar mata tidak tegang
  • Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter
  • Lakukan relaksasi mata untuk mengurangi stres, kecemasan, dan juga kelelahan
Penyakit

Tinja Berwarna Hitam Saat Buang Air Besar, Apa Penyebabnya?

Tinja berwarna hitam seringkali diidentikkan sebagai kondisi yang tidak sehat. Umumnya, penyebab utama dari perubahan warna ini adalah makanan yang Anda konsumsi. Tapi, pendarahan dan pengobatan juga bisa menjadi penyebab kondisi ini.

Warna hitam pada tinja Anda bisa saja menandakan terjadinya pendarahan atau cedera di saluran pencernaan. Apabila tinja bukan hanya menggelap, tetapi juga disertai dengan darah, sebaiknya segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter. 

Penyebab tinja berwarna hitam

Ada beberapa faktor utama yang bisa menyebabkan tinja berwarna hitam. Beberapa faktor penyebab ini mungkin ringan, tapi ada juga yang berbahaya. Berikut ini macam-macam penyebabnya:

  • Makanan yang dikonsumsi

Ketika Anda mengonsumsi makanan dengan pewarna gelap, Anda juga bisa saja memiliki tinja yang berwarna gelap. Bukan hanya makanan, ini juga bisa terjadi pada suplemen, obat, atau minuman yang Anda konsumsi.

Makanan yang berwarna biru, hijau tua, dan hitam bisa menimbulkan perubahan warna tinja menjadi lebih gelap. Contohnya seperti buah blueberry, licorice hitam, dan suplemen zat besi.

Jika Anda melihat tinja menggelap setelah mengonsumsi makanan dengan warna-warna tersebut, maka Anda tidak perlu khawatir. Biasanya, tinja bisa kembali menjadi seperti semula setelah Anda berhenti mengonsumsinya. 

  • Kanker dan tumor jinak

Kanker atau tumor jinak juga bsia menyebabkan perubahan pada warna tinja ketika buang air besar. Khususnya jika sel kanker jinak ini bertumbuh di area kerongkongan, perut, usus besar, atau rektum.

Pertumbuhan sel kanker atau tumor jinak bisa menyebabkan terjadinya pendarahan di sistem pencernaan. Pendarahan inilah yang akan membuat tinja Anda menjadi berwarna gelap ketika dikeluarkan.

Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena sel tumor jinak bukanlah tumor yang bersifat kanker. Kondisinya dapat diobati dengan perawatan medis dari dokter. 

  • Radang usus besar

Sebelum dikeluarkan saat buang air besar, tinja juga akan melewati usus besar. Usus besar memiliki peran dalam mendorong tinja keluar dari saluran pencernaan Anda. 

Ketika usus besar mengalami peradangan, Anda akan mengalami pendarahan dan mengenai tinja. Hal ini membuat tinja berwarna hitam saat Anda buang air besar. 

Menurut penelitian, penyebab dari kondisi radang usus besar tidak diketahui dengan jelas. Bila hal ini terjadi, Anda bisa menjalani pengobatan dengan konsumsi obat-obatan atau melalui metode operasi. 

  • Polip usus besar

Penyakit usus besar lainnya yang bisa menjebabkan perubahan warna tinja adalah polip usus besar. Sama seperti radang usus besar, kondisi ini akan membuat usus besar mengalami pendarahan, sehingga tinja tampak hitam dan lengket.

Polip ini merupakan pertumbuhan sel kecil di usus besar. Polip tidak bersifat kanker, tapi sewaktu-waktu tetap berpotensi menjadi kanker. 

Biasanya, penderita polip usus besar akan disarankan untuk menjalani operasi pengangkatan polip. Dengan begitu, masalah warna tinja yang menggelap juga bisa diatasi. 

  • Robekan Mallory-Weiss

Kondisi ini merupakan kondisi yang terjadi ketika terjadi robekan pada selaput lendir Anda. Secara khusus, robekan terjadi pada selaput lendir yang menghubungkan kerongkonan dengan lambung Anda. 

Dalam kondisi yang parah, robekan ini bisa menimbulkan pendarahan. Darah yang keluar akan mengenai tinja, sehingga tinja berwarna hitam. Namun, kondisi ini tergolong sebagai kondisi yang langka atau jarang terjadi. 

Pengobatan untuk tinja berawarna hitam akan disesuaikan dengan faktor penyebabnya. Umumnya, perubahan warna tinja disebabkan oleh pendarahan yang terjadi ketika sistem pencernaan mengalami gangguan.

Penyakit

Lapar Tapi Tidak Nafsu Makan, Coba Tips Berikut Ini

Lapar Tapi Tidak Nafsu Makan, Coba Tips Berikut Ini

Nafsu makan atau keinginan untuk makan diperlukan agar bisa makan dengan baik. Nafsu makan yang buruk akan mempengaruhi pola makan. 

Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang tidak nafsu makan, salah satunya penyakit yang diderita. Stres atau gangguan kesehatan mental lainnya juga dapat membuat tidak berselera makan. 

Jika kondisinya terus berlanjut pada akhirnya bisa membuat tubuh kehilangan nutrisi dan menimbulkan masalah kesehatan.

Penyebab nafsu makan menurun

Beberapa penyebab tidak nafsu makan yang paling umum meliputi:

  • Pertambahan usia dan melambatnya metabolisme tubuh
  • Tingkat aktivitas menurun
  • Perubahan hormonal
  • Gangguan psikologis, seperti stres, depresi, dan kecemasan
  • Gangguan saluran cerna, seperti penyakit tukak lambung, GERD, dan kolitis ulserativa
  • Penyakit kronis, seperti kanker, kista fibrosis, COPD, dan penyakit Parkinson
  • Infeksi kronis, seperti HIV
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat kemoterapi, pencahar, dan amfetamin
  • Indra penciuman dan perasa menurun
  • Kesehatan gigi dan mulut yang buruk

Pola makan yang buruk pada anak kecil dan orang lanjut usia juga bisa membuat mereka tidak nafsu makan. Kondisinya termasuk:

  • Dipaksa makan terlalu banyak
  • Tidak terpapar atau dikasih coba berbagai variasi makanan dan tekstur di usia muda
  • Asupan susu atau jus yang berlebihan di antara waktu makan
  • Alergi suatu makanan
  • Makan sendirian
  • Pada anak-anak, mereka mengalami penundaan padatan makanan hingga lebih dari usia 9 bulan
  • Waktu makan dan praktik yang tidak terstruktur atau sangat bervariasi
  • Terdapat konflik keluarga selama waktu makan
  • Kesulitan makan dini, seperti kolik, sering muntah, atau kesulitan menghisap

Cara alami meningkatkan nafsu makan

Untuk mengembalikan nafsu makan, ada beberapa tips yang bisa Anda coba:

  1. Olahraga teratur

Olahraga teratur dapat membantu meningkatkan rasa lapar. Ketika rasa lapar meningkat, nafsu makan Anda pun akan terdorong secara alami.

  1. Buat waktu makan jadi lebih menyenangkan

Makanlah dengan teman, keluarga, atau bersama orang-orang yang dicintai. Makanan akan terasa lebih nikmat jika dimakan bersama-sama.

  1. Variasikan makanan 

Pilih makanan yang disukai lalu olah makanan tersebut dengan variasi yang berbeda agar lebih menarik saat hendak dimakan. Misalnya, smoothies buah dan sayur, kue bolu wortel, dan banyak lainnya.

  1. Konsumsi suplemen perangsang nafsu makan

Suplemen vitamin, mineral, dan herbal mungkin efektif merangsang nafsu makan sekaligus meningkatkan nutrisi yang berperan dalam nafsu makan. 

Beberapa suplemen yang bisa berguna antara lain:

  • Seng (zinc)

Kekurangan zinc dapat mempengaruhi indra pengecap dan menyebabkan perubahan selera makan.  

  • Tiamin

Kekurangan tiamin atau vitamin B1 dapat menyebabkan tidak nafsu makan, peningkatan pembakaran kalori saat beristirahat, sehingga menghasilkan penurunan berat badan.

  • Minyak ikan

Suplemen minyak ikan bisa meningkatkan nafsu makan, meringankan perencanaan, sekaligus mengurangi perasaan kembung atau kenyang yang membuat Anda tidak berselera makan.

  1. Terapi obat-obatan

Selain suplemen nutrisi, ada tiga obat yang disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) yang bisa digunakan untuk meningkatkan nafsu makan. 

  • Dronabinol (Marinol)

Digunakan untuk meningkatkan nafsu makan pada pasien penerima kemoterapi dan menderita HIV. Obat ini merupakan obat cannabinoid, yang berarti bekerja pada reseptor cannabinoid di otak.

  • Megestrol (Megace)

Merupakan protein sintetis yang berfungsi merangsang nafsu makan pada pasien anoreksia dan cachexia. 

  • Oksandrolon (Oksandrin)

Cara kerja oksandrolon mirip dengan steroid anabolik atau testosteron alami dalam tubuh. Oksandrolon sering diresepkan untuk membantu nafsu makan dan penambahan berat badan pada orang yang mengalami trauma parah, infeksi dan  pasca operasi.

Selain itu ada lagi obat lain yang diklaim mampu meningkatkan nafsu makan, tapi penggunaannya belum disetujui oleh FDA, antara lain antidepresan, steroid, antihistamin, dan beberapa obat antipsikotik.

Catatan

Jika cara diatas tetap membuatmu tidak nafsu makan, terutama disertai gejala kekurangan nutrisi seperti pusing, kelelahan, dan penurunan berat badan, ada baiknya untuk mengunjungi dokter. Dokter akan membantu mencari penyebab Anda tidak nafsu makan.

Penyakit

9 Cara untuk Menurunkan Asam Urat

Asam urat merupakan kondisi atau penyakit yang terjadi karena meningkatnya kadar asam urat di dalam tubuh. Asam urat tidak bisa disembuhkan total. Namun, kamu bisa mengobati gejalanya hingga menurunkan asam urat agar tidak mengganggu keseharian.

Kunci dari mengobati asam urat berlebih dengan mengubah gaya hidup jadi lebih sehat. Berikut adalah berbagai cara mengobati asam urat yang bisa dilakukan di rumah.

Asam urat normal agar tangan tidak kram

1. Pantau kadar asam urat

Jika baru didiagnosis terkena asam urat, berbagai cara mengobati penyakit ini tak mungkin efektif apabila kamu tidak memantau kadarnya.

Sebagai permulaan, kamu bisa menggunakan alat tes asam urat yang dibeli di apotek. Bentuk dan cara pakainya hampir sama dengan alat pengecek gula darah. Namun agar hasilnya akurat, minta dokter atau apoteker untuk mengajarkanmu menggunakan alat ini di rumah.

Dengan menggunakan alat tersebut kamu bisa terus memantau kadar asam urat. Kadar asam urat normal adalah di bawah 6 mg/dL untuk perempuan dan laki-laki di bawah 7 mg/dL.

2. Minum obat asam urat dari dokter

Minum obat adalah salah satu cara paling efektif untuk menurunkan asam urat. Jika kamu telah diresepkan obat asam urat oleh dokter, patuhilah aturan aturan jadwal minum dan takaran dosisnya sesuai petunjuk.

Beberapa contoh obat penurun asam urat yang umum diresepkan dokter adalah allopurinol dan colchicine. Biasanya dokter juga akan meresepkan obat antiradang seperti celecoxib, indomethacin, meloxicam, atau sulindac untuk meredakan nyeri dan bengkak di persendian.

3. Minum obat penghilang rasa sakit

Begitu serangan asam urat melanda, kamu bisa langsung minum obat anti nyeri (NSAID) non resep, seperti diclofenac atau ibuprofen untuk mengobati gejalanya.

Jangan minum aspirin sebagai cara mengobati serangan asam urat. Meski sama-sama golongan anti nyeri NSAID, obat tersebut dilaporkan oleh beberapa penelitian justru dapat meningkatkan risiko serangan baru di kemudian hari; bahkan dengan dosis ringan sekali pun.

4. Lakukan olahraga teratur

Selama kamu menjalani pengobatan untuk asam urat, penting untuk terus bergerak aktif dengan olahraga. Lakukan dengan intensitas sedang setidaknya 30 menit untuk 5 hari dalam seminggu.

Keparahan gejala asam urat akan lebih bisa dikendalikan jika kamu rutin olahraga. Olahraga membuat sendi-sendi menguat dan terlatih dengan baik, sehingga bisa mencegah nyeri yang kerap kali menyerang orang dengan asam urat.

Namun, kamu tidak disarankan untuk berolahraga tepat saat asam urat sedang kambuh menyerang. Melakukannya justru dapat membuat gejala makin terasa parah dan berlarut-larut. Peradangan di persendian pun dapat semakin parah.

Meski begitu, bukan juga berarti kamu jadi tidak menggerakkan sendi. Saat sendi sedang meradang, lakukanlah peregangan yang lembut untuk mencegahnya jadi semakin kaku.

Setelah peradangan mereda, baru kamu bisa melakukan olahraga secara bertahap dan pelan-pelan. Olahraga dianjurkan untuk membangun kembali kekuatan dan pergerakan otot-otot di sekitar sendi.

5. Jaga berat badan dengan diet yang tepat

Sama seperti olahraga, berbagai cara mengobati dan menurunkan asam urat tidak akan efektif jika kamu tidak menerapkan pola makan yang tepat.

Kekambuhan serangan asam urat lebih riskan dialami oleh orang-orang yang berat badannya berlebih atau obesitas. Gejala asam urat juga akan sering kambuh apabila kamu terbiasa makan makanan pemicu, yaitu yang mengandung tinggi lemak dan purin.

Maka sebagai cara menurunkan sekaligus mengobati asam urat, kamu wajib menjaga pola makan yang sehat untuk meraih berat badan yang ideal.

Perbanyaklah asupan buah dan sayuran serta karbohidrat kompleks seperti gandum. Untuk asupan protein, pilihlah dari daging tanpa lemak, ikan, daging ayam dengan takaran porsi 2-3 potong per hari. Sumber protein lain yang bisa ditambahkan dalam dietmu adalah produk susu rendah lemak atau yogurt.

Selain itu patuhi pula pantangan makanan tertentu sebagai cara menurunkan sekalian mencegah lonjakan asam urat semakin tinggi.

Sajian yang harus dihindari adalah makanan dan minuman yang tinggi purin yaitu seafood, daging merah, makanan-makanan manis, alkohol, dan jeroan. Purin adalah zat yang dipecah tubuh dan dapat meningkatkan kadar asam urat.

6. Perbanyak minum air putih

Sebaiknya minum air putih minimal delapan gelas per hari untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Memperbanyak minum air termasuk sebagai salah satu cara menurunkan asam urat yang efektif, meski tidak secara langsung.

Di dalam tubuh, air membantu mengangkut zat-zat racun dan yang sudah tidak terpakai; termasuk kelebihan asam urat. Itu kenapa beberapa ahli percaya bahwa minum air putih ikut membantu melancarkan pembuangan asam urat yang menumpuk dalam tubuh.

Selain dari air putih, makan buah yang mengandung air juga bisa menjadi salah satu cara untuk memperlancar pengeluaran asam urat dari dalam tubuh.

7. Jaga kadar insulin normal

Menjaga kadar insulin tetap di ambang normal dapat menjadi cara lain untuk mengobat asam urat. Hal ini penting dilakukan, bahkan jika kamu tidak menderita diabetes.

Kelebihan insulin dalam darah kemungkinan dapat memicu kelebihan asam urat. Maka, sempatkan diri untuk cek gula darah ketika mengunjungi dokter untuk memeriksakan penyakit asam uratmu.

8. Jauhkan diri dari stres

Stres harian tidak hanya berdampak pada suasana hati (mood), tapi juga pada kesehatan tubuh dari dalam.

Salah satu efek stres adalah menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko peradangan. Kedua hal ini dapat memicu peningkatan asam urat dalam darah yang dapat mencetuskan serangan gejala.

Agar berbagai cara yang dilakukan untuk mengobati asam urat bisa sukses, usahakan untuk menjaga tubuh dan pikiran agar tidak mudah stres. Kamu dapat melakukan meditasi atau olahraga yoga yang dapat membantu mencegah stres sembari melenturkan persendian pada gerakan-gerakannya,

Selain itu cara sehat seperti tidur cukup, rutin olahraga, dan makan makanan bergizi dapat mencegah stres datang sembari menurunkan asam urat agar tidak kambuh lagi.

9. Pakai obat herbal jika perlu

Obat herbal bukan cara yang direkomendasikan untuk mengobati asam urat sampai sembuh, tapi untuk bantu menurunkan kadarnya dalam darah.

Beberapa obat tradisional yang bisa dicoba konsumsi adalah brotowali, jahe, kunyit, daun jelatang, dan meniran hijau.

Meski begitu, obat herbal asam urat tidak bisa sepenuhnya menggantikan peran dan fungsi obat asam urat medis dari dokter. Cara alami ini hanya bisa membantu meningkatkan kesehatan tubuh sembari menurunkan kadar asam urat.

Penyakit

Sensasi Globus, Saat Tenggorokan Seperti Ada yang Mengganjal

Kondisi di mana tenggorokan seperti ada yang mengganjal disebut dengan sensasi globus. Sensasi ini sebenarnya tidak terasa menyakitkan, hanya saja cukup mengganggu. Kamu biasanya akan merasa khawatir karena kesulitan menelan atau tersedak makanan karena tenggorokan seperti ada yang mengganjal. 

Umumnya, kondisi ini tidak disebabkan oleh gangguan kesehatan serius dan bisa diatasi dengan perawatan di rumah dan pengobatan medis.

Sebagian besar orang yang mengalaminya merasa seperti ada benjolan yang menghalangi atau seperti ada makanan yang tertahan di dalam tenggorokan.

Selain rasa mengganjal, tenggorokan juga terasa gatal tetapi tidak terasa sakit berbeda dengan disfagia yang menyebabkan seseorang kesulitan untuk menelan makanan.

Gangguan ini biasanya akan semakin terasa ketika kamu makan atau minum. Sensasi globus bisa mucul dalam waktu yang lama dan kemungkinan bisa kambuh lagi setelah hilang.

Pada studi berjudul Globus Pharyngeus, kasus sensasi globus pertama yang diketahui muncul sekitar 2.500 tahun yang lalu.

Namun, baru pada 1707 John Purcell menggambarkan kondisi tersebut sebagai tekanan pada kartilago tiroid yaitu kelenjar di sekitar tenggorokan yang disebabkan oleh kontraksi otot leher.

Para dokter sebelumnya juga menduga bahwa laporan tentang tenggorokan yang terasa mengganjal ada kaitannya dengan histeria (ketakutan yang berlebihan) sesaat.

Hal ini disebabkan kebanyakan pasien mengeluh adanya benjolan yang mengganjal di leher mereka, tapi saat diperiksa tidak ada apa-apa.

Oleh karena itu, sensasi mengganjal di tenggorokan ini sering dikaitkan dengan gangguan emosi yang disebabkan oleh efek samping menopause, gangguan kecemasan, atau stres.

Baru pada tahun 1968 kasus globus tidak hanya merujuk pada gangguan psikologis, tapi juga berkaitan dengan penyakit fisiologis.

Sekitar 4% kasus sensasi globus disebabkan dari kondisi di sekitar dari telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).

Penyebab dari rasa mengganjal di tenggorokan

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab munculnya sensasi tenggorokan yang terasa mengganjal:

1. Radang pada tenggorokan

Dari kasus yang ada, sensasi globus umumnya merupakan gejala yang ditimbulkan akibat peradangan di sekitar tenggorokan.

Radang di tenggorokan menyebabkan tenggorokan menjadi kering sehingga otot di sekitarnya tertarik sehingga menimbulkan sensasi mengganjal.

Kondisi peradangan pada tenggorokan (faringitis) biasanya disebabkan oleh adanya infeksi virus atau bakteri yang menyebabkan peradangan di beberapa bagian tenggorokan.

Beberapa bagian tenggorokan yang terkena yaitu amandel (tonsilitis), epiglotis (epiglotis), dan pita suara (laringitis).

Selain tenggorokan yang terasa mengganjal, gejala lain seperti tenggorokan terasa panas, nyeri, dan perih juga mungkin dialami.

2. GERD (refluks asam lambung)

Penyakit refluks asam lambung atau GERD yang menyebabkan zat asam naik ke kerongkongan bisa mengakibatkan munculnya sensasi globus.

Selain bisa mengakibatkan iritasi di kerongkongan dan tenggorokan, naiknya asam lambung juga bisa menekan otot-otot di bagian ini sehingga timbul sensasi mengganjal.

Diketahui sebanyak 68% orang yang mengalami kondisi globus kebanyakan berkaitan dengan masalah pada asam lambung.

3. Stres dan gangguan kecemasan

Ada beberapa hubungan antara kondisi psikologis dan sensasi pada globus.

Beberapa penelitian menemukan bahwa tekanan psikologis seperti stres, depresi, dan kecemasan berkaitan erat dengan munculnya perasaan tercekik atau mengganjal pada tenggorokan.

Begitupun dengan seseorang yang mengalami gangguan trauma yang kerap merasakan sensasi globus saat teringat dengan peristiwa-peristiwa traumatis yang dialaminya.

Akan tetapi, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan yang jelas antara faktor psikologis dan sensasi globus.

4. Penyakit tiroid

Seseorang yang memiliki kelainan tiroid mungkin juga mengalami sensasi globus.

Gejala ini lebih sering terjadi pada orang-orang yang memiliki kelainan tiroid aktif atau sebagai efek samping dari operasi tiroidektomi, yaitu prosedur yang mengharuskan pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar tiroid.

5. Makanan tersangkut di tenggorokan

Kamu biasanya akan merasakan ada yang mengganjal di tenggorokan saat ada makanan menyangkut di tenggorokan.

Hal ini bisa disebabkan karena kamu tidak mengunyah makanan dengan baik atau tertelan makanan bertekstur keras dan tajam seperti permen atau duri ikan.

Demikian penjelasan singkat mengenai sensasi globus atau sensasi saat tenggorokan seperti ada yang mengganjal. Semoga menambah wawasanmu.

Penyakit

Hidung Gatal, Apa Saja Penyebabnya?

hidung gatal

Ada berbagai hal yang bisa terjadi pada tubuh manusia, salah satunya termasuk hidung gatal. Hidung gatal merupakan salah satu gejala yang ringan, namun menimbulkan ketidaknyamanan pada hidung. Hidung gatal bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah alergi.

Hidung juga merupakan salah satu bagian tubuh yang lebih berisiko terhadap kondisi tertentu, karena bagian tersebut terletak di bagian depan wajah. Selain itu, hidung memiliki rambut-rambut halus yang memiliki kegunaan dalam menangkap berbagai iritan seperti kotoran dan debu.

Hidung juga disertai dengan selaput lembab. Jika seseorang sakit atau berada di tempat yang panas, hidung bisa kering. Hal tersebut dapat menyebabkan hidung gatal.

Gejala

Karena hidung gatal berkaitan dengan rhinitis alergi, gejala yang timbul tidak hanya rasa gatal, namun penderita juga bisa mengalami kemerahan pada hidung, bersin, bahkan meler.

Hidung gatal merupakan gejala yang sulit untuk dihindari. Sebagian orang juga bisa mengalami kondisi yang lebih serius di bagian hidung (selain gatal). Jika hidung Anda bermasalah, Anda sebaiknya temui dokter supaya kondisinya bisa segera ditangani.

Penyebab

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan hidung gatal:

  • Hidung kering

Salah satu faktor yang bisa menyebabkan hidung gatal adalah hidung kering. Jika hidung kering, penderita bisa mengalami iritasi dan nyeri di hidung. Cuaca panas, membuang ingus (setelah bersin) dan menggunakan obat untuk mengatasi pilek dan alergi merupakan hal-hal yang dapat menyebabkan hidung kering.

  • Faktor lingkungan

Setiap lingkungan memiliki pengaruh yang berbeda. Sebagian orang akan merasa nyaman jika lingkungannya bersih dan aman karena memiliki cuaca yang lebih baik.

Karena hidung gatal berkaitan dengan rhinitis alergi, orang-orang perlu waspada jika memasuki musim semi atau dingin. Rhinitis alergi akan timbul di musim tersebut. Musim tersebut menimbulkan peluang untuk memicu iritasi seperti gatal pada hidung.

  • Alergi

Alergi merupakan faktor lain yang perlu diwaspadai. Ada berbagai sumber yang bisa memicu alergi. Contoh sumber alergi yang perlu diwaspadai adalah zat yang digunakan untuk produk kesehatan. Sumber pemicu alergi (alergen) bisa memicu berbagai reaksi pada tubuh, termasuk hidung gatal.

  • Virus

Sebagian orang bisa mengalami rasa gatal di hidung karena virus. Virus seperti flu bisa menimbulkan lendir di hidung. Tubuh manusia juga akan memberikan tanggapan dengan memberikan rasa gatal di hidung.

Rasa gatal bisa menyebabkan gejala bersin. Bersin bisa membantu mengeluarkan kotoran seperti ingus dari hidung.

  • Tumor hidung

Tumor juga merupakan salah satu hal yang sangat berisiko bagi tubuh manusia. Tumor bisa tumbuh di bagian tubuh manapun, termasuk di dalam hidung atau sekitar saluran hidung.

Tumornya bisa bersifat kanker atau jinak dan menyebabkan gejala berupa hidung gatal, hidung tersumbat, kehilangan indera penciuman, luka, dan infeksi.

  • Kondisi lain

Hidung gatal bisa terjadi karena manusia mengalami kondisi lain seperti sinusitis dan migrain. Kedua kondisi tersebut bisa memicu gejala lain dan kondisi yang dialami penderita bisa lebih serius.

Jika Hidung Anda Bermasalah

Jika Anda mengalami kondisi yang serius pada hidung Anda, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda bisa mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang timbul.
  • Daftar riwayat medis dan obat yang Anda gunakan (jika Anda memilikinya).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter perlu mengetahui kondisi Anda dengan mengajukan pertanyaan seperti:

  • Kapan gejala yang Anda alami terjadi?
  • Berapa lama kondisi tersebut terjadi?
  • Apakah Anda alergi terhadap sesuatu?

Pengobatan

Pada dasarnya, hidung gatal tidak perlu diobati karena kondisi tersebut akan hilang dengan sendiri. Jika Anda ingin menggunakan obat, Anda bisa menggunakan obat yang diresepkan dokter. Anda juga bisa menggunakan cara alami seperti mengkonsumsi air putih untuk mengatasi gejala tersebut.

Pencegahan

Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah hidung gatal:

  • Menggunakan pelembab untuk menjaga kelembaban hidung.
  • Menggunakan sabun yang lembut untuk mencegah iritasi pada hidung.
  • Hindari kebiasaan menggaruk hidung.

Kesimpulan

Hidung gatal merupakan kondisi yang menimbulkan ketidaknyamanan pada tubuh dan bisa terjadi kapanpun. Meskipun demikian, Anda bisa melakukan cara-cara sederhana untuk mengatasi hidung gatal. Jika Anda mengalami kondisi yang serius pada hidung Anda atau ingin tahu lebih lanjut tentang hidung, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.