Penyakit

Mengenal Gejala Cubital Tunnel Syndrome Pada Saraf

Pernahkah Anda merasakan kesemutan atau mati rasa pada jari manis dan kelingking? Kalau iya, mungkin itu adalah gejala dari cubital tunnel syndrome. Kondisi ini termasuk sebagai sindrom saraf terjepit kedua yang paling umum terjadi setelah carpal tunnel syndrome

Cubital tunnel terletak pada area siku dengan panjang 4 milimeter, berada di antara tulang dan jaringan. Tunnel ini membungkus saraf ulnaris, yaitu salah satu saraf yang memasok perasaan dan gerakan ke lengan dan tangan.

Saat Anda menderita cubital tunnel syndrome, saraf ulnaris Anda mengalami cedera dan membengkak. Akibatnya, Anda akan merasakan sensasi kebas dan kesemutan pada kelingking serta separuh jari manis.  

Penyebab dan gejala cubital tunnel syndrome

Seseorang bisa mengalami cubital tunnel syndrome apabila terjadi peningkatan tekanan pada saraf ulnaris. Peningkatan tekanan ini bisa terjadi apabila Anda sering bersandar pada siku di permukaan yang keras, atau menekuk siku dalam waktu yang lama. 

Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh pertumbuhan tulang yang tidak normal pada siku akibat aktivitas fisik yang intens. Salah satu contohnya ada pada atlet baseball yang sering melakukan gerakan memutar untuk melempar slider.

Pada penderita cubital tunnel syndrome, saraf ulnaris terjepit di salah satu dari beberapa lokasi di bagian belakang siku. Umumnya, Anda akan merasakan gejala berupa: 

  • Nyeri, kesemutan, dan mati rasa pada jari kelingking dan jari manis
  • Otot tangan melemah
  • Gejala setelah menekuk siku terlalu lama

Otot yang mengalami pelemahan disebut dengan otot intrinsik tangan. Otot ini berperan sebagai pembantu gerakan jari. Saat Anda terkena gejala sindrom ini, lemahnya otot intrinsik tangan berpotensi membuat Anda sering menjatuhkan benda atau kesulitan menggerakkan jari secara halus.

Proses diagosa dan pengobatan pasien cubital tunnel syndrome

Untuk mendiagnosa kondisi ini, biasanya pasien harus terlebih dahulu menjalani serangkaian pemeriksaan. Salah satu pemeriksaan yang umumnya dilakukan adalah X-ray. 

Biasanya, penderita cubital tunnel syndrome baru melakukan pemeriksaan ke dokter setelah kondisi cukup parah dan mengalami gejala permanen. Hal ini bisa terjadi karena beberapa pasien tidak selalu merasakan gejala yang signifikan, khususnya bila dibandingkan dengan gejala carpal tunnel syndrome.

Ditambah lagi, gejala dari kondisi ini juga serupa dengan beberapa kondisi medis lainnya, seperti sindrom outlet dada dan herniated disc

Pengobatan pasien cubital tunnel syndrome biasanya dimulai dengan langkah sederhana, seperti: 

  • Membiasakan diri untuk tidak bersandar pada siku
  • Menggunakan alat medis khusus pada siku di malam hari
  • Menggunakan obat antiinflamasi
  • Melapisi siku untuk aktivitas pekerjaan

Apabila upaya pengobatan di atas tidak berhasil, barulah dokter akan menganjurkan pengobatan dengan metode operasi. Operasi dilakukan dengan mengangkat tekanan pada saraf ulnaris. Untuk melakukan ini, dokter perlu terlebih dahulu mengetahui dengan pasti lokasi saraf yang terjepit. 

Dalam beberapa kasus, operasi bisa juga dilakukan dengan memindahkan saraf ulnaris ke bagian depan siku. Dengan begitu, tekanan pada saraf akan berkurang ketika Anda menekuk siku. 

Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal, Anda bisa melakukan rangkaian olahraga yang aman dan sehat untuk otot siku Anda. Konsultasikan pada dokter mengenai jenis olahraga yang sebaiknya Anda lakukan. Keberhasilan dan kecepatan pengobatan cubital tunnel syndrome tergantung pada tingkat keparahan gejala. Dalam kasus yang paling parah, mungkin perlu dilakukan beberapa kali operasi untuk bisa benar-benar menyembuhkannya.

Penyakit

Mengancam Jiwa, Kenali Seluk Beluk Wolff Parkinson White Syndrome

Pernahkah Anda mendengar mengenai Wolff Parkinson White Syndrome? Disebut juga sebagai sindrom WPW, sindrom ini dianggap berbahaya dan mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan baik. Apa sih Wolff Parkinson White Syndrome itu? Wolff Parkinson White Syndrome adalah kondisi gangguan bawaan pada sistem konduksi jantung yang menyebabkan jantung berdetak cepat. Sindrom WPW ini termasuk kasus langka dan jarang terjadi. Untuk memahami lebih lanjut mengenai Wolff Parkinson White Syndrome, simak penjelasan berikut ini. 

wpw

Gejala Wolff Parkinson White Syndrome

Beberapa gejala penderita sindrom WPW akan terlihat sejak bayi. Ketika masih bayi, gejala yang mucul berupa rewel, napas menjadi cepat, sulit makan, serta kulit berwarna cenderung abu-abu atau biru. Ketika sudah dewasa, Wolff Parkinson White Syndrome akan menunjukkan gejala yang lebih kompleks. Beberapa gejala yang muncul di antaranya yaitu nyeri dada, jantung berdetak cepat, sesak napas, gelisah, hilang nafsu makan, dada berdebar-debar, pusing, lemas dan lesu, serta pingsan. 

Penyebab Wolff Parkinson White Syndrome

Sindrom WPW muncul sejak kelahiran bayi sehingga kemungkinan besar penyebabnya adalah perkembangan janin yang mengalami kelainan selama di dalam kandungan. Penyebab sindrom WPW secara pasti belum teridentifikasi hingga saat ini. Hanya saja, orang yang mengalami Wolff Parkinson White Syndrome akan mengembangan jalur listrik ekstra yang kemudian mengganggu detak jantung normal. Penelitian menyebutkan bahwa orang yang mengalami sindrom WPW gen PRKAG2 dalam tubuhnya mengalami mutasi. Selain itu, sindrom WPW juga dipercaya berkaitan dengan penyakit jantung bawaan berupa anomali Ebstein. 

Cara menangani Wolff Parkinson White Syndrome

Wolff Parkinson White Syndrome memang dapat berbahaya bahkan menyebabkan kematian. Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir. Beberapa cara dapat dilakukan untuk menyembuhkan sindrom WPW. Berikut beberapa cara tersebut. 

  1. Menggunakan obat-obatan 

Dokter akan memberikan obat antiaritmia untuk mengatasi sindrom WPW. Obat ini termasuk adenosine dan amiodarone. Obat-obatan tersebut bertujuan untuk menyembuhkan irama jantung abnormal karena sindrom WPW. 

  1. Kardioversi elektrik 

Kardioversi elektrik akan disarankan untuk dilakukan jika obat-obatan yang diberikan tidak berhasil. Cara ini akan ditempuh jika kondisi tidak kunjung membaik setelah cara-cara lain dicoba. Dokter akan memberikan sengaran listrik ke jantung. Hal tersebut akan menyebabkan ritme jantung menjadi normal kembali. 

  1. Ablasi kateter

Cara lain yang bisa digunakan adalah ablasi kateter. Apakah itu? Ablasi kateter adalah prosedur medis yang bertujuan untuk menghancurkan jalur listrik esktra pada jantung. Prosesnya dimulai dengan memasukkan kateter kecil melalui pembuluh darah di selangkangan dan diulur hingga ke jantung. Setelah itu, elektroda akan dipanaskan. Energi frekuensi radio nantinya bisa menghancurkan area yang menyebabkan jantung abnormal. Dengan begitu Wolff Parkinson White Syndrome dapat diatasi. 

  1. Operasi

Saat mengalami sindrom WPW, bisa saja disertai dengan kondisi jantung lainnya yang juga membutuhkan penanganan. Untuk hal itu, cara berupa operasi dapat dilakukan. Operasi pembedahan akan membantu mengatasi sindrom WPW. 

  1. Alat pacu jantung 

Berbagai pengobatan telah dilakukan namun ritme jantung masih bermasalah? Untuk mengatasi hal tersebut maka akan digunakan alat pacu jantung buatan. Alat ini akan ditanamkan dalam tubuh untuk mengatur ritme jantung. 

Berobat saja tidaklah cukup. Untuk mengatasi Wolff Parkinson White Syndrome, Anda perlu mengubah gaya hidup yang buruk. Menjaga pola makan dengan serius juga penting agar kondisi jantung semakin kuat dan sehat. Hindari konsumsi alkohol, kafein, dan rokok sebab dapat melemahkan jantung. Selain itu, Anda dilarang mengonsumsi obat yang memicu kerja jantung. Pastikan Anda selalu memberitahukan kondisi Anda pada dokter dengan jelas ketika terjadi kondisi kesehatan lain pada tubuh, sehingga dokter sadar bahwa Anda menderita sindrom WPW. Hal ini berguna untuk menghindari pemberian obat yang memicu kerja jantung lebih cepat. 

Penyakit

Hore! Pasien yang Sembuh Corona Tidak Akan Tertular Virus Covid-19 Lagi

Mungkin sebagian dari Anda sering bertanya, apakah setelah tubuh kebal setelah sembuh corona atau Covid-19?

Nah, di awal-awal virus corona ini muncul, para peneliti menyebut bahwa seseorang mungkin saja akan terinfeksi untuk kedua kalinya dan dapat menularkan pada orang lain. Hal ini karena antibodi tubuh untuk melawan virus covid-19 dapat menurun dengan cepat setelah sembuh.

Akan tetapi menurut riset terbaru dari pada peneliti mengungkapkan fakta baru. Meskipun antibodi menurun, akan tetapi sistem imun pasien yang sembuh corona ini malah menguat sehingga dapat mencegah infeksi virus corona untuk kali kedua.

Peningkatan imunitas tubuh pasien sembuh corona ini karena adanya sel T dalam sel darah putih.

Mengenal Peran Sel T dalam Tubuh Khususnya Pasien Sembuh Corona

T cell helper atau sel T pembantu merupakan salah satu tipe dari darah putih yang memiliki fungsi sebagai antibodi tubuh manusia.

Orang yang sembuh dari corona, tubuhnya akan menciptakan sel T memori yang dapat mengenali virus corona dan dirancang secara spesifik untuk menghadapi virus ini jika di kemudian hari kembali lagi.

Sel T ini akan bekerja sama dengan sel B yang memiliki peran penting menjaga tubuh dari adanya infeksi khususnya serangan virus corona untuk kedua kali.

Jadi, sel T memori ini akan mengumpulkan semua identifikasi mengenai virus corona yang pernah masuk ke dalam tubuh. Lalu, identifikasi ini akan dikirimkan ke sel B untuk dikembangkan antibodi khusus untuk menyerang secara spesifik virus ini. Kerjasama antara sel T dan sel B di dalam tubuh ini bagai mata-mata dan pabrik “senjata” bagi tubuh.

Orang yang berhasil melewati dan bertahan melawan virus covid-19 ini memiliki respon  sel T yang baik. Sebaliknya, mereka yang tidak bertahan melawan infeksi virus corona, tidak memiliki respon sel T yang cukup baik.

Begitu pula dengan orang yang sembuh corona, pasien akan terhindari dari infeksi kembali untuk jangka panjang berkat peran sel T ini. Bahkan, sel T ini bisa bertahan selama bertahun-tahun dalam tubuh, meskipun antibodi akan menurun setelah tubuh sembuh dari infeksi.

Sedangkan bagi orang yang tidak atau belum tertular virus corona, kemungkinan sudah memiliki sel T memori sehingga mampu mengenali virus covid-19 ini. Hal ini kemungkinan besar dikarenakan tubuh mereka sebelumnya pernah terinfeksi salah satu dari empat virus corona yang menyebabkan pilek. Virus corona penyebab flu pilek masih satu kelompok dengan virus corona penyebab covid-19 yang menjadi pandemi sekarang ini.

Sehingga, sel T dalam tubuh akan bisa dengan mudah mengidentifikasi serta menyerang virus covid-19 yang masuk ke tubuh lebih baik dibanding pada orang yang belum terpapar sama sekali sebelumnya.

Penting untuk Tetap Menjalankan Protokol Kesehatan

Meski begitu, pasien yang sembuh corona dan orang-orang yang tinggal satu rumah dengan pasien, harus tetap menerapkan protokol kesehatan seperti rajin cuci tangan, menjalani pola hidup sehat, makan makanan yang bergizi, jaga jarak, menggunakan masker, hingga istirahat yang cukup.

Berikut beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum berinteraksi normal dengan orang yang baru sembuh dari corona:

  • Pastikan pasien sudah melakukan karantina mandiri setidaknya 14 hari
  • Jika satu rumah, pisahkan peralatan makan selama masa karantina
  • Gunakan masker selama berapa di ruangan atau dalam atap yang sama dengan pasien yang sembuh corona
  • Terapkan gaya hidup sehat seperti yang disebutkan di atas
  • Pastikan Anda juga dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit yang dapat ditularkan ke pasien sembuh corona
  • Ikuti protokol kesehatan selama masa pandemi ini
Penyakit

Mengenal Pentingnya Kelenjar Pituitari bagi Tubuh

Anatomi tubuh manuasia begitu kaya dan mungkin banyak yang belum Anda kenali. Salah satunya yang mungkin belum Anda pahami adalah keberadaan kelenjar kecil di belakang hidup yang ukurannya tidak lebih besar dari kacang polong. Namanya kelenjar pituitari. Meskipun kecil, nyatanya keberadaan kelenjar ini amat penting dalam mengendalikan berbagai fungsi tubuh.

Kelenjar pituitari kerap disebut sebagai master kelenjar. Ini karena pituitari menjadi kunci pengendalian kelenjar-kelenjar lain dalam tubuh. Tanpa adanya kelenjar ini, akan banyak fungsi tubuh yang tidak dapat Anda rasakan seperti saat ini.

Dengan pengendalian dari kelenjar pituitari, tubuh mampu memproduksi berbagai hormon berfungsi vital bagi pertumbuhan dan reproduksi. Berikut ini adalah beberapa hormon yang bisa terproduksi karena andil dari sang master kelenjar.

  1. Hormon Pertumbuhan

Kelenjar pituitary sangat berperan dalam pembentukan hormon pertumbuhan. Dengan adanya jenis hormon inilah, tubuh Anda bisa terus bertumbuh sampai sekarang. Fungsi hormon pertumbuhan sendiri adalah merangsang perkembangan otot dan tulang serta menguatkannya.

  • Hormon Prolaktin

Bagi ibu dan bayi, kehadiran hormon yang satu ini sangatlah penting. Proklaktin merupakan hormon yang merangsang keluarnya air susu ibu (ASI) sehingga dapat dikonsumsi oleh sang bayi. Terganggunya kelenjar pituitari bisa menyebabkan ASI tersendat dan tidak keluar.

  • Hormon Oksitosin

Satu lagi hormon yang dikendalikan oleh kelenjar pituitari yang berhubungan dengan ibu dan bayi adalah hromon oksitosin. Fungsi hormon yang satu ini adalah merangsang proses kontraksi sang ibu sehingga bayi dapat dilahirkan. Hormon oksitosin juga cukup berperan dalam pengeluaran ASI pada ibu yang baru melahirkan.

  • Hormon Vasopresin

Pernah mendengar jenis hormon yang satu ini? Secara sederhana, vasopresin dapat diartikan sebagai jenis hormon yang mengendalikan seberapa banyak air di dalam ginjal. Artinya jika jumlah produksi hormon vasopresin terlalu sedikit ataupun terlalu banyak, ginjak bisa mengalami masalah. Kelenjar pituitari mampu mengendalikan jumlah produksi vasopresin agar tidak kurang atau melewati kebutuhan tubuh.

  • Hormon Endorfin

Kelenjar pituitari juga berfungsi dalam mengendalikan produksi hormon endorfin. Jenis hormone yang satu ini sangat vital bagi tubuh. Pasalnya, hormon endorfin berguna membuat imunitas tubuh. Selain itu, endorfin juga mengendalikan otak Anda untuk bisa berpikiran positif sehingga pikiran Anda dapat merasa senang.

  • Hormon Kortisol

Dengan adanya kelenjar pituitari, Anda juga bisa mengendalikan tingkat stes. Ini terjadi karena sang master kelenjar ini juga berfungsi mengendalikan hormone adrenokortikotropik yang salah satunya mengeluarkan hormon kortisol. Dengan adanya produksi hormon ini, stress Anda bisa berkurang.

  • Hormon Steroid

Hormon steroid juga merupakan bagian dari hormone adrenokortikotropik yang dikendalikan oleh kelenjar pituitari. Fungsi dari jenis hormon ini adalah mengatur metabolisme tubuh manusia. Jadi, bisa bayangkan bukan jika produksi hormon steroid bermasalah akibat tidka diatur oleh pituitari?

  • Hormon Luteinising dan Folikel

Fungsi kedua hormon ini adalah memastikan manusia dapat terus mereproduksi. Di mana dengan adanya hormon luteinising dan folikel, produksi hormon seks dapat terangsang sehingga mampu mematangkan pembentukan sel telur pada wanita dan sperma pada pria. Siapa yang mengendalikan pembentukan hormon luteinising dan folikel? Jawabannya lagi-lagi adalah kelenjar pituitari.

  • Hormon Tiroid

Fungsi hormon tiroid yang juga dikendalikan oleh kelenjar pituitari juga sangat penting bagi tubuh. Ini karena hormon tiroid mampu mengendalikan kerja dari berbagai organ vital manusia. Beberapa fungsi di antaranya adalah mengatur irama jantung, tekanan darah, mengendalikan sistem pencernaan, sampai menaikturunkan suhu tubuh.

Bayangkan apabila berbagai hormon di atas tidak diatur oleh kelenjar pituitari? Bisa bayangkan betapa banyak masalah yang akan dirasakan oleh tubuh Anda?

Penyakit

Ciri-Ciri dan Gejala Kecanduan Alkohol

Kecanduan alkohol memiliki arti bahwa seseorang terlalu banyak dan terlalu sering mengonsumsi alkohol. Konsumsi alkohol dapat diukur dalam satuan unit. Seseorang dapat dikatakan mengalami kecanduan alkohol jika mengonsumsi terlalu banyak alkohol pada satu waktu dan minum terlalu sering dalam seminggu.

Jika orang tersebut tidak dapat berhenti minum, maka akan membahayakan hubungan pribadi dan sosial, kinerja yang berkaitan dengan profesinya, rutinitas sehari-hari serta kehidupan lainnya. Kecanduan alkohol adalah masalah yang serius yang dapat diatasi dengan segera. Kondisi ini dapat berlanjut pada ketergantungan secara fisik terhadap alkohol. Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi alkohol satu waktu dapat menyebabkan keracunan alkohol.

Kenali ciri-ciri dan gejala alkohol

Kecanduan atau ketergantungan alkohol terkadang sulit untuk dikendalikan. Kondisi ini tidak seperti kecanduan obat-obatan terlarang (kokain atau heroin), pasalnya alkohol tersedia secara bebas di beberapa negara tertentu dan diterima dalam banyak budaya. Alkohol juga seringkali hadir dalam situasi dan berhubungan erat dengan perayaan maupun kesenangan.

Saat kondisi termasuk suatu kondisi umum di masyarakat, maka akan sulit untuk membedakan antara orang yang suka minum alkohol pada acara tertentu, dengan orang yang benar-benar kecanduan alkohol. Perlu Anda tahu, kecanduan alkohol merupakan suatu penyakit kronis dan berkaitan dengan kemunculan gejala putus zat (withdrawal syndrome), kehilangan kontrol, atau toleransi terhadap alkohol. Berikut beberapa gejala kecanduan alkohol:

  • Bertambahnya jumlah atau frekuensi penggunaan alkohol
  • Tidak ingin mengurangi jumlah alkohol yang dikonsumsi, atau gagal meski sudah berusaha melakukannya.
  • Memiliki toleransi tinggi terhadap alkohol dan tidak mengalami ‘hangover’ sehingga membutuhkan lebih banyak alkohol untuk merasakan efeknya.
  • Menghabiskan banyak waktu untuk minum-minum, mendapatkan alkohol, atau pulih dari pengaruh alkohol.
  • Minum alkohol meski waktu dan tempatnya tidak tepat dan tidak aman, seperti pada pagi hari saat sarapan, di tempat kerja, di dalam tempat ibadah, saat mengemudi.
  • Selalu mencari tempat yang menyediakan alkohol.
  • Mengalami perubahan pada kondisi pertemanan, orang yang kecanduan alkohol akan mencari teman yang juga seorang pecandu alkohol.
  • Menghindari kontak dengan orang yang disayangi, seperti keluarga, pasangan, atan teman.
  • Menyembunyikan alkohol, atau bersembunyi saat minum-minum.
  • Meningkatnya rasa lelah, depresi, dan gangguan emosional lainnya.
  • Merasakan gejala putus zat, seperti mual, berkeringat, cemas, insomnia, depresi, halusinasi visual, dan tangan gemetar (tremor) saat tidak minum.
Penyakit

Botulisme

Botulisme merupakan penyakit yang langka dimana gangguan tersebut terjadi karena adanya racun pada saraf yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum. Racun tersebut merupakan salah satu racun yang paling berbahaya bagi tubuh manusia dimana racun tersebut dapat menyerang sistem saraf otak dan sumsum tulang belakang. Hal tersebut bisa memicu kelumpuhan hingga kematian.

Seseorang yang mengalami botulisme akan mengalami gejala dalam waktu 6 hingga 10 hari setelah infeksi awal. Sebagian besar kasus botulisme pada bayi dan makanan terjadi antara 12 hingga 36 jam setelah mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Gejala

Bayi bisa mengalami gejala berupa gelisah, lelah, sembelit, mengeluarkan air liur secara berlebihan, kelopak mata menurun, merasa lemah ketika menangis, otot yang lemah, dan kelumpuhan.

Jika bayi mengalami botulisme karena makanan, maka bisa menimbulkan gejala berupa kesulitan menelan atau berbicara, kesulitan bernafas, penglihatan kabur, merasa lumpuh, kram perut, mual, dan muntah.

Jika gejala yang dialami tidak segera ditangani, maka kondisinya akan memburuk sehingga membuat otot-otot lumpuh.

Penyebab

Ada beberapa penyebab yang perlu diwaspadai. Penyebab botulisme adalah sebagai berikut:

  • Bakteri

Bakteri Clostridium botulinum merupakan jenis bakteri yang dapat memicu gangguan pada tubuh manusia. Bakteri tersebut dapat ditemukan pada tanah dan tempat lainnya.

Bakteri tersebut membentuk spora dan tumbuh sehingga mengeluarkan salah satu neurotoksin yang paling mematikan. Kondisi yang dapat membuat spora tumbuh adalah sebagai berikut:

  • Lingkungan dengan kadar oksigen rendah atau tidak ada oksigen sama sekali.
  • Kadar asam yang rendah.
  • Kadar gula yang rendah.
  • Makanan

Makanan yang terkontaminasi bakteri Clostridium botulinum dapat membuat seseorang terkena botulisme. Makanan yang terkontaminasi adalah makanan rumahan yang diawetkan, difermentasikan, atau dikalengkan dengan cara yang tidak benar. Makanan yang mengandung kadar asam rendah juga bisa berpotensi memicu hal yang sama. Makanan seperti ini dapat mengganggu fungsi saraf dan menyebabkan kelumpuhan.

  • Luka

Bakteri Clostridium botulinum juga bisa muncul pada luka akibat kecelakaan. Bakteri tersebut berkembang pada bagian luka dan menghasilkan racun.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis botulisme, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda botulisme seperti kelemahan otot. Selain itu, dokter juga akan menanyakan kepada pasien jika mereka mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri Clostridium botulinum. Tes laboratorium juga perlu dilakukan untuk menganalisa darah atau sampel tinja pasien.

Pengobatan

Berikut adalah pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi botulisme:

  • Menggunakan suntikan antitoksin atau antibodi khusus untuk menetralkan racun.
  • Obat antibiotik.
  • Terapi jika pasien mengalami gangguan pada fungsi tubuh seperti berbicara.
  • Alat bantu pernafasan jika pasien mengalami kelumpuhan otot-otot pernafasan.

Pencegahan

Selain pengobatan, berikut adalah pencegahan yang dapat dilakukan pasien:

  • Menyimpan makanan dengan hati-hati agar tidak terkontaminasi.
  • Masak makanan dengan matang untuk membunuh bakteri.
  • Jangan mengkonsumsi makanan kaleng yang memiliki kualitas yang buruk seperti memiliki bau yang busuk.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Jika Anda ingin berkonsultasi dengan dokter, Anda sebaiknya persiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Menulis gejala yang Anda atau anak Anda alami.
  • Mencatat obat yang Anda atau anak Anda konsumsi.
  • Membuat pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter.

Ketika berkonsultasi, dokter dapat menanyakan kepada Anda terkait dengan kondisi yang Anda atau anak Anda alami seperti:

  • Kapan gejala tersebut dialami?
  • Apakah gejala tersebut terjadi sekali atau secara berulang?
  • Apakah Anda atau anak Anda mengkonsumsi makanan kaleng?

Kesimpulan

Botulisme merupakan gangguan yang serius pada tubuh. Hal tersebut bisa memicu kematian. Untuk mengatasi masalah seperti ini, Anda sebaiknya ikuti anjuran yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut mengenai botulisme, Anda bisa tanyakan hal tersebut ke dokter.

Penyakit

Inilah Penyebab Fibromyalgia yang Perlu Diketahui

Merupakan jenis penyakit yang membuat pengidapnya merasakan sakit di sekujur tubuh disebut dengan nama Fibromyalgia. Bisa disebut dengan istilah sindrom jika penyakit ini terjadi dalam kondisi berkepanjangan dan bersifat kronis. Penyakit ini bisa dialami siapa saja, termasuk anak-anak dan juga orang dewasa.

Namun, pada umumnya penyakit ini banyak dialami oleh orang yang berusia di antara 30 hingga 50 tahun. Selain itu, perempuan lebih cenderung dan berpotensi tinggi terserang penyakit ini ketimbang seorang pria. Hal inilah yang membuat seseorang wajib untuk mengetahui penyebab munculnya penyakit ini.

Gejala dan Penyebab Fibromyalgia

Gejala utama dari penyakit ini adalah munculnya rasa sakit yang secara tiba-tiba menyebar ke seluruh tubuh. Bisa seperti munculnya sensasi terbakar atau seperti ditusuk-tusuk, selain itu lama tidaknya rasa sakit tersebut tidak teratur dalam artian berubah-ubah. Bisa saja terus muncul atau hilang lalu timbul lagi, berikut ini beberapa gejalanya.

  • Tubuh tiba-tiba sensitif terhadap rasa sakit dan merasa tidak bertenaga sama sekali padahal tidak melakukan aktivitas apapun.
  • Otot-otot dalam tubuh terasa kaku dan semakin parah jika terlalu lama berada dalam satu posisi, seperti saat bangun tidur.
  • Penyakit ini bisa memunculkan kondisi dimana seseorang merasa kelelahan tetapi sulit untuk tidur.
  • Munculnya sakit kepala, hal ini akan muncul jika penderita juga mengalami nyeri serta kaku pada leher dan bahu.
  • Gangguan kognitif, seperti sulit untuk berkonsentrasi dan mengingat sesuatu hingga mengalami kondisi lambat bicara.
  • Merasa depresi, cemas, merasa kram perut hingga munculnya sindrom iritasi usus.

Parah atau tidaknya penyakit ini juga berbeda-beda, hal itu dikarenakan faktor yang memicu stres dari si pengidap. Bisa juga karena seseorang teralu banyak melakukan aktivitas dengan intensitas tidak wajar, hingga dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi pada cuaca. Berikut ini beberapa penyebab yang bisa membuat seseorang terserang penyakit ini.

  • Bertambahnya usia seseorang dan sudah menginjak 30 hingga 50 tahun.
  • Jenis kelamin, diketahui bahwa perempuan memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit ini.
  • Faktor keturunan, jika seseorang memiliki riwayat penyakit ini dari keluarganya.
  • Mengalami trauma fisik dan emosional, seperti cedera, menjalani operasi, mengidap virus hingga mengidap post-traumatic stress disorder (PTSD).
  • Kondisi dimana senyawa kimia seperti serotonin dan dopamin yang terdapat di dalam otak tidak seimbang.
  • Perubahan yang terjadi pada senyawa di sistem saraf pusat menimbulkan reaksi yang lebih sensitif terhadap sinyal rasa sakit.
  • Munculnya penyakit yang berhubungan dengan sendi otot dan tulang, bisa seperti lupus atau rheumatoid arthritis.

Belum terdapat pemeriksaan khusus yang bisa digunakan untuk mendeteksi penyakit ini, sebaliknya dokter harus menanyakan gejala yang dialami oleh pasien. Selain itu, sampai mana gejala yang muncul mengganggu aktivitas si penderita di setiap harinya. Dokter akan memastikan dengan pemeriksaan fisik guna memastikan bahwa penderita tidak mengalami gejala penyakit lain.

Sementara itu, pengobatan fibromyalgia ditujukan untuk meredakan gejala agar aktivitas pasien tidak terganggu dengan adanya hal tersebut. Metode pengobatan meliputi beberapa tahap, mulai dari pemberian obat-obatan yang disertai terapi khusus. Namun demikian, hingga kini belum ada metode pengobatan yang secara spesifik bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit ini.

Di sisi lain, penderita penyakit ini kebanyakan mengalami depresi yang ditimbulkan adanya rasa sakit dan kurang tidur hingga mengganggu aktivitas keseharian. Untuk itu, sebagai cara tambahan mengatasi hal itu pasien biasanya disarankan untuk berkonsultasi dengan psikiater.

Penyakit

Langkah Sederhana Mengobati Vertigo di Rumah

Seseorang dapat dikatakan terkena vertigo apabila ia merasa bahwa segala sesuatu yang berada di sekitarnya berputar-putar. Kondisi ini kemudian berdampak pada keseimbangan orang tersebut. Vertigo ditandai dengan rasa sakit kepala hebat, yang mana lebih parah daripada sakit kepala biasa. Beberapa kasus vertigo, dapat sembuh tanpa pengobatan. Walaupun begitu, apabila disepelekan, vertigo akan mudah menyerang kembali.

Langkah pengobatan sederhana yang dapat dilakukan di rumah

Pilihan cara pengobatan dan langkah-langkah berikut dapat kamu praktekan di rumah, apabila vertigo menyerang:

  • manuver epley

Disebut juga sebagai manuver reposisi Canalith dan menjadi pilihan pertama yang dilakukan oleh penderita vertigo. Kamu membutuhkan sebuah bantal untuk mempraktekan  manuver epley ini. Adapun langkah-langkah yang manuver epley: duduk dengan tegak pada permukaan datar dengan kaki terentang dan bantal di belakang tubuhmu, putar kepala ke kanan sekitar 45 derajat, baringkan kepala di atas bantal dalam posisi yang masih diputar, tahan posisi sekitar 30 detik.

Putar kepalamu ke kiri sekitar 90 derajat tanpa mengangkat leher, putar tubuh ke arah juga, sehingga posisi kamu berada di sisi kiri. Selanjutnya, kamu dapat kembali ke posisi semula dengan duduk tegak dan pandangan mata ke arah depan.

Gerakan ini perlu untuk diulang sebanyak tiga kali berturut-turut. Perlu diperhatikan, bahwa terdapat kemungkinan kamu akan merasa pusing selama melakukan kegiatan tersebut.

  • Manuver Semont-Toupet

Serupa dengan gerakan manuver epley, gerakan manuver Semont-Toupet ini tidak akan menggunakan otot leher terlalu banyak. Langkah-langkah untuk mempraktekan gaya ini: duduk dengan tegak di atas lantai dengan kaki terentang dan taruh bantal di belakang tubuhmu. Selanjutnya, berbaringlah dan arahkan tubuh ke kanan, lalu pandang sisi kiri atasmu. Setelah itu, kamu dapat kembali duduk dengan mangarahkan tubuh ke sisi kiri. Arahkan juga kepala, sehingga menghadap ke bagian kiri, kemudian lihatlah ke bagian bawah lantai.

  • Ginkgo biloba

Tanaman ginkgo biloba dapat bermanfaat bagi penderita vertigo. Ekstrak dari tanaman ini telah banyak diproduksi, dalam bentuk cair dan juga kapsul.

  • Tidur yang cukup

Kelelahan karena kurang tidur yang berkualitas, dapat menjadi pemicu vertigo. Apabila kamu mengalami vertigo untuk yang pertama kalinya, hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa kamu kurang tidur atau sedang dalam kondisi tertekan yang mengakibatkan stres.

  • Jaga kondisi tubuh

Salah satu faktor yang merupakan penyebab vertigo adalah dehidrasi ringan. Pencegahan terbaik agar vertigo tidak menyerang kembali, pastikan bahwa tubuhmu terhidrasi dengan cukup. Mudah saja kok caranya! Kamu hanya perlu minum air yang cukup sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, mengonsumsi makanan dan minuman yang kaya akan vitamin D, seperti tuna dan kuning telur juga baik untuk asupan gizimu.

Walaupun kasus vertigo cukup umum di kalangan masyarakat Indonesia, bukan berarti kamu dapat menyepelekan penyakit ini lho, ya. Dengarkan kebutuhan tubuhmu agar terhindar vertigo ataupun penyakit lainnya.