Penyakit

Perut Kram dan Mual, Benarkah Tanda Kehamilan?

Bagi pasangan yang telah menikah, kehamilan adalah kabar bahagia. Kehamilan terjadi saat pembuahan sel telur dan sperma berhasil. Sel telur yang telah dibuahi oleh sperma akan turun ke dalam rahim dan selanjutnya akan menempel ke dinding rahim atau yang disebut sebagai implantasi. Setelah implantasi berhasil, maka wanita akan mengalami gejala kehamilan seperti perut kram dan mual.

Benarkah Perut Kram dan Mual, Tanda Hamil?

Banyak orang yang meyakini jika mual adalah salah satu tanda pasti dari kehamilan. Padahal mual terjadi saat Anda memasuki minggu keenam kehamilan. Tanda pasti kehamilan yaitu saat menstruasi Anda datang terlambat disertai dengan flek.

Saat awal kehamilan, Anda akan menemukan flek yang merupakan tanda jika implantasi sudah terjadi, yang muncul satu hingga dua minggu setelah pembuahan. Flek ini biasanya terjadi saat periode menstruasi Anda seharusnya dimulai. Karena itu, banyak wanita mengira jika flek tersebut merupakan tanda menstruasi. Flek kehamilan memiliki warna yang cenderung lebih terang dan lebih sedikit jika dibandingkan dengan flek menstruasi. Selain itu, flek hanya berlangsung kurang dari tiga hari bahkan hanya beberapa jam sedangkan flek menstruasi akan berlanjut dengan aliran darah haid yang deras.

Ketika implantasi berlangsung, Anda juga akan mengalami kram mirip seperti kram haid. Kram terjadi karena otot-otot rahim meregang dan mengembang sehingga Anda akan merasakan sensasi mirip kram menstruasi. Namun kram kehamilan lebih ringan daripada kram menstruasi yang biasa Anda rasakan. Selain perut kram dan mual, Anda juga akan merasakan tanda kehamilan seperti berikut ini.

Rasa hangat pada air hangat dapat membuat tubuh rileks dan mengurangi nyeri haid yang dirasakan
  1. Suhu Tubuh Meningkat

Salah satu tanda kehamilan adalah meningkatnya suhu tubuh basal Anda. Biasanya suhu tubuh akan mudah meningkat saat Anda berolahraga atau berada di tengah cuaca panas. Saat ini terjadi, pastikan Anda mengonsumsi cukup air putih.

  1. Mudah Lelah

Saat awal kehamilan, Anda akan lebih mudah merasa lelah. Selain itu, Anda juga akan mudah merasa mengantuk karena hormon progesteron Anda meningkat. Jika mengalami hal ini, usahakan untuk tidur yang cukup setiap harinya dan jaga suhu kamar tetap sejuk karena suhu tubuh yang mungkin bisa meninggi selama awal kehamilan.

  1. Kembung

Anda juga bisa merasa kembung saat awal kehamilan. Ini terjadi karena perubahan hormon yang dapat membuat sistem pencernaan melambat. Selain kembung, Anda juga bisa merasakan sembelit.

  1. Indera Penciuman Lebih Sensitif

Salah satu tanda awal kehamilan yang sering dirasakan para wanita adalah indera penciuman yang lebih sensitif dari biasanya. Hal ini tentu akan membuat Anda lebih mudah mual dan muntah. Bahkan Anda bisa tidak menyukai makanan tertentu yang memiliki aroma menyengat.

  1. Perubahan Suasana Hati

Meningkatnya hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan dapat mempengaruhi suasana hati. Ini akan membuat Anda lebih emosional dan sensitif dari biasanya, sehingga dapat membuat Anda lebih cepat marah, depresi hingga mudah cemas.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Tes Kehamilan?

Jika Anda merasakan beberapa tanda di atas, maka Anda bisa melakukan tes kehamilan satu minggu setelah jadwal haid Anda terlewat. Jika digunakan di waktu yang tepat, tes kehamilan dengan menggunakan testpack cukup akurat.

Namun Anda harus mewaspadai jika perut kram dan mual yang Anda rasakan disertai dengan pendarahan. Karena hal tersebut bisa menandakan kehamilan ektopik atau keguguran. Karena itu, jika mendapatkan pendarahan yang tidak biasa maka Anda harus segera berkonsultasi ke dokter kandungan.

Penyakit

Apa Saja Perbedaan Darah Rendah dan Kurang Darah?

Darah rendah dan kurang darah sering kali diidentikkan sama padahal terdapat perbedaan pada keduanya. Perbedaan darah rendah dan kurang darah mencakup pada makna dan kondisi yang menggambarkan hal tersebut. Darah rendah mempunyai istilah medis bernama hipotensi sedangkan kurang darah adalah anemia.

Seseorang disebut mengalami hipotensi jika tekanan darah normalnya kurang dari 90/60 mmHg. Angka 90 menunjukkan tekanan darah saat sedang berkontraksi, dan angka 60 menunjukkan tekanan darah saat jantung sedang melakukan relaksasi.

Sedangkan jika seseorang mengalami anemia ditandai dengan kadar hemoglobin dalam darah yang kurang dari 12 gr/dl. Kondisi ini mengakibatkan terganggunya kemampuan beraktivitas dan konsentrasi dalam kegiatan, kebugaran tubuh, tumbuh-kembang tubuh, dan kehamilan.

Penyebab hipotensi

Darah rendah

Darah rendah atau hipotensi disebabkan oleh hal-hal berikut:

Kehamilan

Saat Anda sedang hamil, Anda akan mengalami perkembangan pesat sistem peredaran darah yang menyebabkan tekanan darah menurun.

Akan tetapi ini adalah kondisi yang cukup normal karena darah Anda bisa naik kembali setelah kehamilan selesai.

Masalah pada jantung

Permasalahan pada jantung juga dapat menyebabkan darah Anda menjadi rendah seperti detak jantung yang sangat rendah, masalah katup jantung, serangan jantung, dan gagal jantung.

Masalah kelenjar endokrin

Kelenjar endokrin adalah kelenjar tanpa saluran yang dapat menghasilkan hormon yang tersirkulasi di dalam tubuh melalui aliran darah untuk pengaruhi organ-organ lain.

Jika kelenjar endokrin ini bermasalah, akan menimbulkan beragam penyakit yang mengindikasikan Anda terkena hipotensi seperti Diabetes, hipoglikemia, paratiroid, dan penyakit Addison.

Dehidrasi

Hipotensi juga dapat disebabkan oleh dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh yang membuat Anda pusing, lemah, dan lelah.

Penyebab datangnya dehidrasi ini juga karena pusing, demam, muntah, penggunaan diuretik yang berlebihan, dan olahraga yang terlalu berat.

Penyebab lain hipotensi adalah sebagai berikut:

  • Kehilangan darah
  • Infeksi berat atau septikemia
  • Reaksi alergi berat atau anafilaksis
  • Kurang asupan nutrisi
  • Efek samping obat-obatan

Selain penyebab terdapat beberapa gejala yang mengarah pada hipotensi, yaitu mengalami pusing dan sakit kepala ringan, pingsan, penglihatan kabur atau memudar, mual, kelelahan, kurang konsentrasi, kulit pucat dan dingin, napas pendek dan cepat, nadi teraba cepat dan lemah.

Lalu bagaimana dengan kurang darah atau anemia? Apa perbedaan kondisi dengan darah rendah?

Penyebab kurang darah

Anemia

Untuk anemia sendiri tentu berbeda dalam hal penyebab. Ada beberapa hal yang menyebabkan anemia, yaitu kekurangan zat besi, vitamin, dan asam folat.

Mengenai penyebab juga berdasarkan jenis anemia yang diidap. Jika ternyata karena kekurangan zat besi berarti mengalami anemia defisiensi zat besi. Begitu juga jika mengalami kekurangan vitamin berarti mengalami anemia defisiensi vitamin.

Untuk gejala pada anemia adalah kelelahan, rasa lemah, kulit pucat atau kekuningan, detak jantung tidak teratur, sesak napas, pusing atau sakit kepala ringan, dada terasa sakit, tangan dan kaki dingin.

Cara mendiagnosis keduanya

Baik hipotensi maupun anemia dapat didiagnosis melalui pemeriksaan yang dilakukan dokter atau tenaga kesehatan lainnya.

Pada darah rendah dokter akan memeriksa melalui sphygmomanometer dan disertai dengan pemeriksaan lain untuk memperkuat diagnosis.

Sedangkan pada kurang darah dokter akan mendiagnosis melalui tes darah lengkap di laboratorium.

Kaitan antara darah rendah kurang darah

Meski terlihat mempunyai perbedaan darah rendah dan kurang darah ternyata mempunyai kaitan erat, yaitu jika tubuh kekurangan zat besi dan vitamin sehingga menyebabkan anemia, hal itu akan langsung memicu hipotensi sehingga menjadi komplikasi.

Penyakit

Tulang Dada Sakit di Sebelah Kiri, Apa Penyebabnya?

Sebagian dari Anda mungkin pernah merasakan tulang dada sakit, khususnya di bagian sebelah kiri. Rasa sakit ini mungkin terasa mengganggu, membuat Anda tidak nyaman, serta menyebabkan kekhawatiran akan adanya kondisi medis yang serius. 

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan rasa sakit ini muncul. Anda perlu mencari tahu apa penyebab dari rasa sakit tersebut, barulah Anda bisa menjalani pengobatan untuk mengatasinya. 

Dada terasa nyeri dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis

Kondisi medis yang kemungkinan menyebabkan tulang dada sakit 

Nyeri pada tulang dada bisa disebabkan oleh cedera maupun kondisi medis tertentu. Ada beberapa kondisi medis yang bisa membuat Anda merasakan nyeri ini, contohnya seperti: 

  • Perikarditis

Kondisi perikarditis merupakan pembengkakan serta iritasi yang terjadi pada jaringan tipis yang mengelilingi jantung Anda. Jaringan tipis ini memiliki bentuk yang menyerupai kantung. Saat kantong ini mengalami pembengkakan, Anda bisa merasakan nyeri.

Nyeri yang disebabkan oleh perikarditis paling sering terjadi pada sebelah kiri dada. Kondisi ini sebenarnya cukup ringan, sehingga bisa membaik dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun, terkadang ada juga kasus perikarditis yang lebih serius dan perlu menjalani pengobatan khusus.

Tulang dada sakit akibat perikarditis bisa terjadi apabila Anda mengalami infeksi akibat virus atau bakteri, pernah menjalani operasi jantung, memiliki riwayat serangan jantung, serta cedera. 

  • Esofagus robek

Robekan esofagus bisa menyebabkan rasa nyeri pada dada. Dalam hal ini, meskipun nyeri terasa di dada, namun masalah tidak terletak pada jantung Anda, melainkan pada esofagus. 

Esofagus merupakan tabung yang menghubungkan antara mulut dan perut Anda. Saat terjadi robekan pada tabung ini, maka makanan atau cairan dari mulut bisa bocor ke dada dan sekitar paru-paru Anda. Inilah yang membuat dada terasa nyeri.

Selain tulang dada sakit, sobekan pada esofagus akan disertai juga dengan gejala lain berupa demam, mual, muntah darah, hingga pernapasan yang lebih cepat. 

  • Pleuritis

Pleuritis adalah kondisi medis yang menyerang jaringan di sekitar paru-paru. Kondisi ini ditandai dengan peradangan pada jaringan di sekitar paru-paru yang menyebabkan nyeri di dada. 

Rasa sakit akibat pleuritis bisa terjadi secara konstan atau terus-menerus, dan semakin memburuk ketika mencoba untuk bernapas. Selain itu, gejala lain dari kondisi ini adalah batuk kering, nyeri pada area bahu, serta sesak napas. 

Bisa saja, rasa sakit yang Anda alami pada dada kiri Anda disebabkan oleh Pleuritis. Jika demikian, maka Anda perlu menjalani pengobatan untuk menghilangkan rasa sakit tersebut.

  • GERD

GERD atau asam lambung juga bisa menjadi penyebab tulang dada sakit di sebelah kiri. Kondisi ini menjadi penyebab utama dari rasa sakit tersebut. 

Penyakit GERD adalah kondisi ketika asam lambung diproduksi secara berlebih hingga naik ke kerongkongan. Anda akan merasakan sensasi panas dan terbakar di dada Anda. Sensasi ini bisa terjadi hanya pada salah satu sisi dada saja maupun di kedua sisi.

Anda bisa mendeteksi apabila sakit pada tulang dada disebabkan oleh GERD dengan mengenali tanda-tanda gejala lain. Kondisi ini akan membuat Anda merasakan gejala tambahan berupa kesulitan menelan serta rasa asam di mulut.

Meskipun penyebab nyeri pada tulang dada bisa dideteksi dengan mengenali gejalanya, Anda tetap dianjurkan untuk berobat ke dokter. Dokter bisa memberikan diagnosa yang lebih akurat mengenai kondisi medis yang menyebabkan tulang dada sakit di sebelah kiri.

Penyakit

Tenggorokan Gatal dan Batuk, Apakah Karena COVID-19?

Pada umumnya, batuk tidak terlalu dipandang sebagai penyakit yang serius dan harus diwaspadai. Pasalnya, penyakit ini bisa dapat sembuh sendiri dalam waktu yang relatif singkat. Batuk sendiri merupakan hal normal yang dilakukan tubuh secara refleks, ketika ada benda asing yang masuk ke tenggorokan. Kadang kala, batuk juga akan disertai tenggorokan gatal

Batuk 100 hari disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis

Dengan batuk, tubuh akan mencoba mengeluarkan benda asing tersebut, baik itu virus, bakteri, maupun allergen. Tetapi, batuk yang terjadi secara lama dan berulang kali tentu membuat tidak nyaman. Tenggorokan gatal dan batuk yang dialami terus-menerus dan dalam jangka waktu yang lama dapat menunjukkan ada sesuatu yang tidak normal dalam tubuh. Apalagi saat ini dunia sedang mengalami pandemi COVID-19.

Salah satu gejala penyakit COVID-19 adalah tenggorokan gatal dan batuk. Tetapi, penyakit ini juga memiliki beberapa gejala lainnya yang harus diperhatikan sebelum didiagnosa dengan COVID-19. Setiap orang pun memiliki gejala yang berbeda tergantung kekebalan tubuh masing-masing.

Tapi, selain COVID-19, tenggorokan gatal dan batuk yang dialami bisa juga disebabkan oleh penyakit lain, seperti influenza, infeksi bakteri atau alergi. Karena itu, perlu diperhatikan secara seksama dan tidak perlu khawatir berlebihan. Jika terdapat gejala lain yang menandakan COVID-19, baru hubungi tenaga medis dan fasilitas kesehatan terdekat. Sebelum muncul gejala lain, tetap lakukan isolasi mandiri.

Perbedaan batuk kering dan COVID-19

Batuk yang disertai tenggorokan gatal memang biasanya terjadi karena batuk kering. Salah satu gejala COVID-19 adalah tenggorokan gatal dan batuk. Namun, tidak semua gejala batuk kering menunjukkan penderita juga sudah terpapar COVID-19. Berikut yang mesti diketahui untuk membedakan batuk kering biasa dengan gejala COVID-19.

  1. Frekuensi batuk

Perbedaan yang paling mencolok antara gejala batuk kering biasa dengan batuk kering karena paparan virus corona adalah frekuensi batuk tersebut. Ketika orang mengalami batuk kering ringan, ia akan berdehem sesekali. Sebab, batuk kering membuat seseorang merasa ada yang mengganjal di tenggorokan.

Sementara itu, batuk kering yang disebabkan oleh COVID-19 kerap terjadi terus-menerus sepanjang hari tanpa ada perasaan sesuatu yang menahan saluran pernapasan. Batuk yang terus menerus memang sering terjadi pada batuk yang disebabkan oleh infeksi virus. Jika sudah mulai mencurigakan, sebaiknya tetap waspada dan kenali ciri gejala COVID-19 lainnya.

  1. Perbedaan sifat saat muncul

Terkadang orang yang mengalami batuk kering sering tidak sadar kapan mulai mengalami batuk. tenggorokan gatal dan batuk karena batuk kering biasa kadang terjadi secara tiba-tiba. Sedangkan batu kering karena COVID-19, dikatakan biasa terjadi pada tengah hari dan gejala akan terus berlanjut. 

  1. Adanya gejala penyerta

Terdapat perbedaan antara gejala fase penyerta antara batuk kering dengan batuk kering karena COVID-19. Untuk batuk kering biasa, fase penyerta biasanya terjadi sebelum batuk terjadi. Ini karena batuk kering merupakan kelanjutan pilek yang sangat mungkin juga sedang menyerang tubuh Anda. Biasanya ketika pilek, Anda akan mengalami batuk kering juga. Karena itu, umumnya batuk kering memiliki fase penyerta bersin sebelum batuk terjadi.

Berbeda dengan batuk kering yang merupakan indikasi dari Covid-19. Batuk kering yang dialami orang dengan infeksi virus corona biasanya tidak diikuti fase penyerta. Batuk kering terjadi terus-menerus tanpa ada bersin yang mendahului.

  1. Indikasi lanjutan

Batuk kering biasa umumnya hanya terjadi sekitar kurang 2 minggu. Frekuensi batuk pun otomatis akan berkurang sedikit demi sedikit sampai akhirnya tidak menunjukkan gejala lagi sebelum 14 hari dari pertama kali mengalami penyakit ini.

Sebaliknya, batuk kering yang dialami seseorang dengan infeksi Covid-19 akan terus berlanjut. Waktu penyembuhannya bahkan bisa lebih dari 2 minggu. Tidak hanya batuk dan tenggorokan gatal, akan ada indikasi lanjutan gejala yang dialami orang tersebut. Biasanya setelah beberapa hari mengalami batuk kering, orang yang terinfeksi virus corona juga akan mengalami demam tinggi di atas 38 derajat Celcius ditambah gejala sesak napas.

Hidup Sehat, Kulit & Kecantikan, Penyakit

Begini Cara Mengatasi Korengan di Kepala

Korengan di kepala bisa disebabkan karena berbagai hal, seperti ketombe, dermatitis, hingga infeksi oleh bakteri, jamur, dan virus. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi korengan di kepala, mulai dari menggunakan bahan alami sampai obat-obatan, yaitu:

1. Kompres Hangat

Jika gatal akibat korengan di kepala tak tertahankan dan sangat mengganggu, Anda bisa mengatasinya dengan mengompres dengan handuk hangat. Menggaruk korengan di kepala bisa membuat kondisinya semakin parah. Menggunakan kompres hangat bisa membantu meredakan gatal, melembutkan kulit kepala dan membuat koreng mudah lepas. Anda cukup membalutkan handuk hangat pada rambut dan kepala selama 10-15 menit. Setelahnya, sisir secara perlahan untuk membuang kulit koreng yang sudah terlepas. Anda bisa melakukan perawatan ini sebanyak satu kali sehari hingga korengan di kepala bersih.

2. Gel Lidah Buaya

Gel lidah buaya bermanfaat untuk meredakan penyebab korengan di kepala, misalnya karena psoriasis. Gel ini juga bisa meredakan rasa sakit dan gatal, menenangkan kulit kepala, serta mencegah infeksi. Anda bisa mendapatkan gel lidah buaya langsung dari tanamannya atau dalam bentuk kemasan yang banyak tersedia di toko. Caranya cukup mudah, yaitu oleskan gel atau lendir lidah buaya pada bagian dengan korengan di kepala. Biarkan selama satu jam dan bilas dengan shampoo hingga bersih. Anda juga bisa mencampur gel lidah buaya dengan kapsul yang mengandung vitamin E.

3. Tea Tree Oil

Minyak tea tree memiliki senyawa untuk mengatasi korengan di kepala akibat ketombe dan psoriasis. Namun, untuk beberapa orang minyak tea tree bisa memicu reaksi alergi. Oleh karena itu, sebelum menggunakannya di kulit kepala, Anda bisa mencobanya sedikit terlebih dahulu di bagian kulit lain, misalnya tangan. Jika tidak ada reaksi alergi yang muncul seperti gatal atau ruam kemerahan, maka bisa digunakan dengan cara dioleskan di kulit kepala. Kandungan tea tree ini juga bisa ditemukan di beberapa produk perawatan rambut seperti shampoo.

4. Minyak Kelapa

Minyak kelapa memiliki kandungan antibakteri dan antiinflamasi yang bisa membantu mengatasi korengan di kepala. Selain itu, minyak kelapa juga bisa melembabkan dan meredakan gejala penyebab korengan di kepala seperti psoriasis. Oleskan minyak kelapa ke area koreng dengan tangan, tutup dengan handuk yang sudah direndam air panas, dan diamkan selama 30-45 menit. Kemudian bilas hingga bersih. Lakukan perawatan ini sebanyak 2-3 kali dalam seminggu untuk menghilangkan korengan di kepala dengan optimal.

5. Cuka Apel

Cuka apel mengandung antiinflamasi yang bisa membunuh jamur dan bakteri penyebab korengan di kepala. Selain bersifat antijamur dan antibakteri, cuka apel juga bisa menyeimbangkan pH di kulit kepala untuk membantu mengurangi rasa gatal dan kulit kepala kering. Anda bisa menggunakan 2 sdm cuka apel yang dicampur dengan 1 gelas air hangat. Tuangkan campuran ke area korengan di kepala dan pijat selama beberapa menit, kemudian bilas dengan air bersih. Lakukan perawatan ini 2 kali dalam seminggu.

6. Shampoo Khusus

Korengan di kepala yang disebabkan oleh psoriasis, Anda bisa menggunakan shampoo medikasi dengan kandungan asam salisilat dan tar. Sedangkan untuk korengan di kepala akibat eksim atau dermatitis dan infeksi jamur, Anda bisa memilih shampoo medikasi dengan kandungan zinc pyrithione dan selenium sulfida. Korengan di kepala juga bisa disebabkan oleh ketombe yang menimbulkan rasa gatal yang sangat. Sehingga, tanpa sadar membuat Anda menggaruk terlalu keras dan menimbulkan luka. Shampoo khusus antiketombe dengan kandungan zinc dan ketoconazole.

7. Obat-obatan

Korengan di kepala yang disebabkan infeksi bakteri seperti impetigo dan folikulitis bisa diobati dengan menggunakan antibiotik. Dokter akan meresepkan obat dalam bentuk krim atau gel yang dioleskan ke kulit kepala atau tablet minum. Sedangkan untuk mengatasi korengan di kepala akibat infeksi jamur, dokter akan meresepkan obat antijamur griseofulvin atau terbinafine yang perlu dikonsumsi selama satu hingga tiga bulan. Begitu juga dengan penyebab korengan di kepala akibat infeksi virus seperti cacar api, dokter akan meresepkan obat antivirus, pereda nyeri, dan salep.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah timbulnya kembali korengan di kepala, yaitu:

  • Mandi dan keramas secara teratur. Bersihkan sisa busa shampoo dengan baik agar tidak menyebabkan ketombe
  • Jangan menggaruk terlalu keras pada bagian yang gatal dan bersisik
  • Hindari menggunakan sisir dengan ujung jari-jari yang lancip atau tajam
  • Hindari produk rambut seperti minyak rambut, pomade, dan wax yang mengandung alkohol sehingga memicu iritasi dan alergi pada kulit kepala
  • Bersihkan secara rutin baik topi atau helm yang sering digunakan
  • Jangan menggunakan obat korengan di kepala selain yang diresepkan dokter

Penyakit

Seperti Ini Cara Mengeluarkan Kotoran Telinga yang Benar

Bagaimana cara mengeluarkan kotoran telinga yang benar? Beberapa orang mungkin menjawab dengan menggunakan cotton bud atau bahkan dengan terapi ear candle yang diklaim efektif.

Salah satu penyebab tuli konduktif adalah penumpukan kotoran telinga

Namun, semua dokter setuju bahwa memasukkan apapun ke dalam telinga sangat tidak disarankan. Sebab telinga ternyata memiliki mekanisme pembersihan diri yang sangat baik tanpa bantuan kita.

Cara mengeluarkan kotoran telinga yang tepat

Lantas, mengapa kita perlu membersihkan telinga? Kondisi di mana Anda harus membersihkan telinga melalui dalam adalah jika terjadi penumpukan kotoran telinga dan mulai menimbulkan gejala-gejala yang mengganggu.

Misalnya seperti gatal, sakit, dan juga kehilangan pendengaran. Ini berarti ada penumpukan kotoran telinga atau mengerasnya kotoran di bagian gendang telinga.  

Sebenarnya cara mengeluarkan kotoran telinga yang paling aman adalah dengan mengunjungi dokter. Sebab mereka memiliki peralatan yang aman dan memang ditujukan untuk membersihkan kotoran telinga yang menumpuk. 

Jika Anda memutuskan untuk mengeluarkan kotoran telinga sendiri, sebaiknya lakukan hal-hal berikut ini:

1. Kain basah

Cukup lap area luar telinga Anda dengan kain bersih yang sudah direndam dengan air hangat. Atau Anda bisa mengeringkan telinga Anda dengan menggunakan handuk usai mandi, umumnya dengan suhu yang meningkat setelah mandi, kotoran telinga juga ikut mengalir keluar.

2. Obat tetes telinga

Beberapa apotek menjual obat tetes telinga yang berisi cairan seperti gliserin, peroksida, hidrogen peroksida, dan saline. Terkadang Anda juga bisa menggunakan minyak mineral, zaitun, atau minyak bayi.

3. Suntik air (irigasi)

Anda bisa mengirigasi telinga sebagai cara mengeluarkan kotoran telinga. Dalam proses ini Anda membutuhkan suntikan tumpul yang berisi cairan saline atau air hangat, lalu suntikkan ke dalam telinga hingga kotoran telinga larut dan ikut mengalir keluar. 

Hindari menggunakan alat-alat ini

Kotoran telinga atau serumen berfungsi untuk membantu melindungi dan melumasi telinga Anda sehingga tidak kering dan gatal. Sehingga bisa dikatakan kotoran telinga merupakan penyaring bagi telinga untuk mencegah debu dan kotoran lainnya agar tidak masuk ke dalam telinga.

Telinga punya mekanisme pembersihan sendiri. Bahkan ketika Anda mengunyah dan menggerakkan rahang, kotoran telinga yang berbentuk lilin agar terdorong keluar dekat lubang telinga hingga akhirnya mengering dan keluar.

Untuk membersihkan telinga, Anda sangat disarankan untuk tidak menggunakan cotton bud. Berbeda dengan apa yang selama ini kita ketahui, cotton bud bisa mendorong kotoran telinga semakin masuk ke dalam dan berisiko merusak gendang telinga jika mendorong terlalu dalam.

Cotton bud juga bisa mengiritasi liang telinga yang sensitif. Iritasi ini bisa menimbulkan luka terbuka yang bisa berisiko terkena infeksi dari bakteri ataupun kuman. 

Selain itu, jangan menggunakan ear candle. Ear candle merupakan terapi menggunakan lilin panjang berbentuk kerucut yang dimasukkan ke dalam liang telinga, lalu dinyalakan dengan metode hisap yang diklaim akan menarik kotoran telinga.

Terapi ini terbukti tidak efektif dan justru bisa menyebabkan cedera seperti luka bakar atau malah menusuk bagian dalam telinga. Selain itu, metode terapi ini juga tidak memiliki penelitian yang cukup untuk mendukung keefektivitasannya. 

Menggunakan alat-alat tajam lainnya sebagai cara mengeluarkan kotoran telinga bisa menyebabkan beberapa masalah serius, seperti infeksi, gendang telinga robek, atau kehilangan pendengaran. Oleh karena itu, hindari memasukkan alat-alat apapun ke dalam telinga, kecuali yang sudah dianjurkan oleh dokter ataupun alat-alat yang sudah didesain khusus untuk telinga.

Penyakit

Selain Harga Swab PCR, Ini Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum PCR!

Harga Swab PCR

Menjalani test swab PCR di tengah pandemi seperti ini, sepertinya sudah menjadi hal yang sangat biasa bagi siapa pun, terlebih lagi orang yang tergolong suspek virus corona. Tes PCR adalah salah satu jenis tes yang digunakan untuk mendeteksi apakah terdapat virus corona di dalam tubuh Anda. 

Namun, selain harga swab PCR, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum melakukan tes PCR. Nah, untuk lebih jelas kami akan mengulasnya dalam artikel berikut. 

Apa itu tes PCR?

Tes Polymerase chain reaction (PCR) dilakukan untuk mendeteksi materi genetik dari organisme tertentu, seperti virus. Tes mendeteksi keberadaan virus ini akan menidentifikasi virus yang berada dalam tubuh Anda jika Anda terinfeksi pada saat menjalani tes. Tes juga dapat mendeteksi fragmen virus bahkan setelah Anda tidak terinfeksi lagi. 

Tes PCR untuk Covid-19 adalah tes yang digunakan untuk mendiagnosis orang yang saat ini terinfeksi SARS CoV-2, yaitu virus corona penyebab Covid-19. Tes PCR adalah tes standar yang cukup terpercaya untuk mendiagnosis Covid-19 karena ini adalah tes yang paling akurat dan andal. 

Jenis tes Covid-19 apa yang tersedia?

Jenis tes Covid-19 dibagi menjadi dua kategori berbeda, tes diagnostic dan tes antibody. 

  1. Pengujian diagnostic

Ada dua tes berbeda yang digunakan untuk mendiagnosis Covid-19 secara resmi, yaitu pengujian molekuler dan pengujian antigen. 

  • Pengujian molekuler (juga disebut tes PCR atau RNA). Tes ini melibatkan penyeka lendir dari dalam hidung atau belakang tenggorokan Anda. Dari sana, sampel lendir akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa materi genetik unk virus tersebut. Tes molekuler adalah cara paling akurat untuk menguji Covid-19. Namun, karena tes perlu dievalusi oleh lab, perlu waktu lama untuk mendapatkan kembali hasilnya. 
  • Pengujian antigen (sering disebut pengujian cepat). Pengujian ini melibatkan proses swab yang serupa dengan PCR, tetapu tidak perlu dikirim ke lab atau menggunakan peralatan lab. Ini berarti Anda bisa mendapatkan hasil Anda dengan lebih cepat. Meskipun tes ini sangat akurat dalam mengidentifikasi Covid-19, mungkin perlu beberapa saat agar antigen Covid muncul di sistem Anda. Artinya, ada kemungkinan tertular Covid-19 tetapi mendapatkan hasil negatif dari antigen test atau biasa disebut false negative.
  1. Pengujian antibodii

Tes antibody adalah tes darah yang terlihat untuk antibody Covid dalam aliran daarah Anda. Tes antibody positif berarti Anda pernah terkena Covid-19 di masa lalu, entah Anda tahu atau tidak, dan sistem kekebalan Anda telah mengembangkan antibody untuk membantu melawan virus. Namun, tes antibody tidak dapat memberi tahu Anda apakah Anda masih mengidap virus corona, jadi tidak disarankan untuk membuat diagnosis.  

Bagaimana menyiapkan anak yang akan tes PCR?

Tes Covid-19, atau menjalani tes PCR pada anak sama dengan yang dilakukan apda orang dewasa. Menguji anak Anda untuk tes PCR tidak perlu menimbulkan trauma. Anda dapat membantu mereka merasa tenang dengan menjelaskan kepada mereka apa yang terjadi dan mengapa ia harus melakukan tes. 

Beritahu dengan lembut bahwa para medis akan menggunakan cottonbud kecil yang dimasukkan ke hidung dan mulut mereka, dan hal tersebut tidak akan menyakitkan. Jadi, tenangkan Si Kecil dengan tidak memberikan informasi yang menakutkan. Dengan begitu anak akan mengerti dengan sendirinya. Beritahu juga untuk mengambil napas dalam-dalam saat proses pengambilan sampel untuk mengatasi rasa gugup mereka. 

Harga swab PCR yang mahal sering kali menjadi kendala dalam melakukan tracing dan menekan penyebaran Covid-19. Namun, Anda bisa mencari beberapa referensi harga swab PCR yang masih terjangkau secara online maupun referensi dari teman atau rekan. Umumnya, harga PCR yang terjangkau akan mempengaruhi seberapa lama hasil akan keluar.  

Penyakit

Penyebab Mata Sering Berkedip dan Cara Mengatasinya

Mata berkedip merupakan salah satu refleks normal untuk melindungi mata dari benda asing yang masuk. Hal ini juga merupakan salah satu cara agar mata tidak mudah kering dan terlumasi. 

Namun, jika mata sering berkedip, mungkin menjadi pertanda ada masalah di permukaan mata. Pada anak-anak, kebiasaan mata sering berkedip biasanya berhubungan dengan masalah kornea.

Normalnya, orang dewasa akan berkedip sebanyak 14-17 kali per menit. Sedangkan bayi dan anak-anak biasanya akan berkedip sebanyak 2 kali per menit.

Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan mata sering berkedip.

Iritasi mata

Saat mengalami iritasi mata, mungkin kita akan lebih sering berkedip untuk melumaskan mata. Hal ini terjadi ketika mengalami iritasi mata yang disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:

  • Iritasi mata karena asap, serbuk sari, polusi, dan debu
  • Mata kering
  • Terdapat goresan di bagian luar mata
  • Bulu mata tumbuh ke dalam
  • Mengalami konjungtivitis
  • Radang iris
  • Radang kelopak mata

Mata tegang

Mata yang tegang biasanya juga berhubungan dengan kelelahan mata yang disebabkan karena terlalu lama menatap komputer. Sehingga, mata refleks untuk melakukan kedipan lebih banyak dari biasanya.

Berikut ini penyebab mata jadi tegang:

  • Berada dalam cahaya yang terang 
  • Membaca terlalu lama
  • Menghabiskan waktu lama di depan komputer

Masalah penglihatan

Beberapa masalah penglihatan berikut ini juga bisa menyebabkan mata sering berkedip.

  • Rabun jauh
  • Rabun dekat
  • Presbiopia
  • Perubahan mata karena usia
  • strabismus, yakni kondisi mata tidak sejajar

Gangguan gerakan mata

Gangguan gerakan mata yang membuat mata sering berkedip, yakni:

  • Blefarospasme, yakni kondisi kejang otot mata yang menyebabkan kedipan sangat cepat dan tidak sengaja.
  • Sindrom meige, yakni kejang otot mata yang berhubungan dengan kejang mulut dan rahang.

Masalah kesehatan mental

Kesehatan mental yang bermasalah juga menjadi salah satu penyebab mata sering berkedip. Kamu jadi lebih sensitif terhadap cahaya dan ketegangan mata. Berikut kondisi kesehatan mental yang membuat mata sering berkedip:

  • Gelisah
  • Stres
  • Kelelahan

Kebiasaan orang

Beberapa orang memang memiliki kebiasaan berkedip berlebihan. Hal ini memang sudah dilakukan dari dulu dan menjadi kebiasaan hingga sekarang. Biasanya hal ini terjadi untuk mengurangi rasa gugup pada seseorang.

Kondisi serius yang disebabkan mata sering berkedip

Meskipun bukan hal yang membahayakan, mata sering berkedip biasanya juga menjadi pertanda kondisi kesehatan seseorang. Berikut beberapa kondisi serius yang disebabkan karena mata sering berkedip. 

  • Penyakit wilson

Kondisi ini biasanya disebabkan karena kelebihan tembaga di dalam tubuh. Hal ini menimbulkan beberapa gejala neurologis, salah satunya mata sering berkedip. Penyakit ini juga bisa membuat seseorang canggung dan gemetar.

  • Sklerosis ganda

Kondisi ini memengaruhi sistem saraf pusat. Selain mata sering berkedip, gejala lain yang mungkin muncul yakni penglihatan terganggu, adanya gangguan keseimbangan koordinasi, serta kemampuan untuk mengontrol otot menurun. 

  • Sindrom tourette

Kondisi ini menyebabkan gerakan yang tidak sadar secara tiba-tiba. Kemudian, gerakan otot yang terjadi di sekitar mata juga bisa menyebabkan kedipan yang berlebihan. 

Bisakah mencegah mata sering berkedip?

Kedipan yang berlebihan mungkin saja mengganggu, apalagi untuk kamu yang akan tampil di depan. Berikut ini beberapa cara untuk mengurangi mata sering berkedip:

  • Hindari tempat yang bisa mengiritasi mata, seperti tempat yang ada asap, debu, dan serbuk sari
  • Jaga mata tetap lembap dengan obat tetes mata
  • Kurangi berada di ruangan dengan cahaya yang terlalu terang
  • Sering beristirahat saat membaca atau bekerja di depan komputer agar mata tidak tegang
  • Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter
  • Lakukan relaksasi mata untuk mengurangi stres, kecemasan, dan juga kelelahan
Penyakit

Tinja Berwarna Hitam Saat Buang Air Besar, Apa Penyebabnya?

Tinja berwarna hitam seringkali diidentikkan sebagai kondisi yang tidak sehat. Umumnya, penyebab utama dari perubahan warna ini adalah makanan yang Anda konsumsi. Tapi, pendarahan dan pengobatan juga bisa menjadi penyebab kondisi ini.

Warna hitam pada tinja Anda bisa saja menandakan terjadinya pendarahan atau cedera di saluran pencernaan. Apabila tinja bukan hanya menggelap, tetapi juga disertai dengan darah, sebaiknya segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter. 

Penyebab tinja berwarna hitam

Ada beberapa faktor utama yang bisa menyebabkan tinja berwarna hitam. Beberapa faktor penyebab ini mungkin ringan, tapi ada juga yang berbahaya. Berikut ini macam-macam penyebabnya:

  • Makanan yang dikonsumsi

Ketika Anda mengonsumsi makanan dengan pewarna gelap, Anda juga bisa saja memiliki tinja yang berwarna gelap. Bukan hanya makanan, ini juga bisa terjadi pada suplemen, obat, atau minuman yang Anda konsumsi.

Makanan yang berwarna biru, hijau tua, dan hitam bisa menimbulkan perubahan warna tinja menjadi lebih gelap. Contohnya seperti buah blueberry, licorice hitam, dan suplemen zat besi.

Jika Anda melihat tinja menggelap setelah mengonsumsi makanan dengan warna-warna tersebut, maka Anda tidak perlu khawatir. Biasanya, tinja bisa kembali menjadi seperti semula setelah Anda berhenti mengonsumsinya. 

  • Kanker dan tumor jinak

Kanker atau tumor jinak juga bsia menyebabkan perubahan pada warna tinja ketika buang air besar. Khususnya jika sel kanker jinak ini bertumbuh di area kerongkongan, perut, usus besar, atau rektum.

Pertumbuhan sel kanker atau tumor jinak bisa menyebabkan terjadinya pendarahan di sistem pencernaan. Pendarahan inilah yang akan membuat tinja Anda menjadi berwarna gelap ketika dikeluarkan.

Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena sel tumor jinak bukanlah tumor yang bersifat kanker. Kondisinya dapat diobati dengan perawatan medis dari dokter. 

  • Radang usus besar

Sebelum dikeluarkan saat buang air besar, tinja juga akan melewati usus besar. Usus besar memiliki peran dalam mendorong tinja keluar dari saluran pencernaan Anda. 

Ketika usus besar mengalami peradangan, Anda akan mengalami pendarahan dan mengenai tinja. Hal ini membuat tinja berwarna hitam saat Anda buang air besar. 

Menurut penelitian, penyebab dari kondisi radang usus besar tidak diketahui dengan jelas. Bila hal ini terjadi, Anda bisa menjalani pengobatan dengan konsumsi obat-obatan atau melalui metode operasi. 

  • Polip usus besar

Penyakit usus besar lainnya yang bisa menjebabkan perubahan warna tinja adalah polip usus besar. Sama seperti radang usus besar, kondisi ini akan membuat usus besar mengalami pendarahan, sehingga tinja tampak hitam dan lengket.

Polip ini merupakan pertumbuhan sel kecil di usus besar. Polip tidak bersifat kanker, tapi sewaktu-waktu tetap berpotensi menjadi kanker. 

Biasanya, penderita polip usus besar akan disarankan untuk menjalani operasi pengangkatan polip. Dengan begitu, masalah warna tinja yang menggelap juga bisa diatasi. 

  • Robekan Mallory-Weiss

Kondisi ini merupakan kondisi yang terjadi ketika terjadi robekan pada selaput lendir Anda. Secara khusus, robekan terjadi pada selaput lendir yang menghubungkan kerongkonan dengan lambung Anda. 

Dalam kondisi yang parah, robekan ini bisa menimbulkan pendarahan. Darah yang keluar akan mengenai tinja, sehingga tinja berwarna hitam. Namun, kondisi ini tergolong sebagai kondisi yang langka atau jarang terjadi. 

Pengobatan untuk tinja berawarna hitam akan disesuaikan dengan faktor penyebabnya. Umumnya, perubahan warna tinja disebabkan oleh pendarahan yang terjadi ketika sistem pencernaan mengalami gangguan.

Penyakit

Lapar Tapi Tidak Nafsu Makan, Coba Tips Berikut Ini

Lapar Tapi Tidak Nafsu Makan, Coba Tips Berikut Ini

Nafsu makan atau keinginan untuk makan diperlukan agar bisa makan dengan baik. Nafsu makan yang buruk akan mempengaruhi pola makan. 

Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang tidak nafsu makan, salah satunya penyakit yang diderita. Stres atau gangguan kesehatan mental lainnya juga dapat membuat tidak berselera makan. 

Jika kondisinya terus berlanjut pada akhirnya bisa membuat tubuh kehilangan nutrisi dan menimbulkan masalah kesehatan.

Penyebab nafsu makan menurun

Beberapa penyebab tidak nafsu makan yang paling umum meliputi:

  • Pertambahan usia dan melambatnya metabolisme tubuh
  • Tingkat aktivitas menurun
  • Perubahan hormonal
  • Gangguan psikologis, seperti stres, depresi, dan kecemasan
  • Gangguan saluran cerna, seperti penyakit tukak lambung, GERD, dan kolitis ulserativa
  • Penyakit kronis, seperti kanker, kista fibrosis, COPD, dan penyakit Parkinson
  • Infeksi kronis, seperti HIV
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat kemoterapi, pencahar, dan amfetamin
  • Indra penciuman dan perasa menurun
  • Kesehatan gigi dan mulut yang buruk

Pola makan yang buruk pada anak kecil dan orang lanjut usia juga bisa membuat mereka tidak nafsu makan. Kondisinya termasuk:

  • Dipaksa makan terlalu banyak
  • Tidak terpapar atau dikasih coba berbagai variasi makanan dan tekstur di usia muda
  • Asupan susu atau jus yang berlebihan di antara waktu makan
  • Alergi suatu makanan
  • Makan sendirian
  • Pada anak-anak, mereka mengalami penundaan padatan makanan hingga lebih dari usia 9 bulan
  • Waktu makan dan praktik yang tidak terstruktur atau sangat bervariasi
  • Terdapat konflik keluarga selama waktu makan
  • Kesulitan makan dini, seperti kolik, sering muntah, atau kesulitan menghisap

Cara alami meningkatkan nafsu makan

Untuk mengembalikan nafsu makan, ada beberapa tips yang bisa Anda coba:

  1. Olahraga teratur

Olahraga teratur dapat membantu meningkatkan rasa lapar. Ketika rasa lapar meningkat, nafsu makan Anda pun akan terdorong secara alami.

  1. Buat waktu makan jadi lebih menyenangkan

Makanlah dengan teman, keluarga, atau bersama orang-orang yang dicintai. Makanan akan terasa lebih nikmat jika dimakan bersama-sama.

  1. Variasikan makanan 

Pilih makanan yang disukai lalu olah makanan tersebut dengan variasi yang berbeda agar lebih menarik saat hendak dimakan. Misalnya, smoothies buah dan sayur, kue bolu wortel, dan banyak lainnya.

  1. Konsumsi suplemen perangsang nafsu makan

Suplemen vitamin, mineral, dan herbal mungkin efektif merangsang nafsu makan sekaligus meningkatkan nutrisi yang berperan dalam nafsu makan. 

Beberapa suplemen yang bisa berguna antara lain:

  • Seng (zinc)

Kekurangan zinc dapat mempengaruhi indra pengecap dan menyebabkan perubahan selera makan.  

  • Tiamin

Kekurangan tiamin atau vitamin B1 dapat menyebabkan tidak nafsu makan, peningkatan pembakaran kalori saat beristirahat, sehingga menghasilkan penurunan berat badan.

  • Minyak ikan

Suplemen minyak ikan bisa meningkatkan nafsu makan, meringankan perencanaan, sekaligus mengurangi perasaan kembung atau kenyang yang membuat Anda tidak berselera makan.

  1. Terapi obat-obatan

Selain suplemen nutrisi, ada tiga obat yang disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) yang bisa digunakan untuk meningkatkan nafsu makan. 

  • Dronabinol (Marinol)

Digunakan untuk meningkatkan nafsu makan pada pasien penerima kemoterapi dan menderita HIV. Obat ini merupakan obat cannabinoid, yang berarti bekerja pada reseptor cannabinoid di otak.

  • Megestrol (Megace)

Merupakan protein sintetis yang berfungsi merangsang nafsu makan pada pasien anoreksia dan cachexia. 

  • Oksandrolon (Oksandrin)

Cara kerja oksandrolon mirip dengan steroid anabolik atau testosteron alami dalam tubuh. Oksandrolon sering diresepkan untuk membantu nafsu makan dan penambahan berat badan pada orang yang mengalami trauma parah, infeksi dan  pasca operasi.

Selain itu ada lagi obat lain yang diklaim mampu meningkatkan nafsu makan, tapi penggunaannya belum disetujui oleh FDA, antara lain antidepresan, steroid, antihistamin, dan beberapa obat antipsikotik.

Catatan

Jika cara diatas tetap membuatmu tidak nafsu makan, terutama disertai gejala kekurangan nutrisi seperti pusing, kelelahan, dan penurunan berat badan, ada baiknya untuk mengunjungi dokter. Dokter akan membantu mencari penyebab Anda tidak nafsu makan.