parenting

Cara Mengatasi Masuk Angin pada Anak Perawatan Rumah

Terpikirkan kah Anda cara mengatasi masuk angin pada anak? Seperti apa perawatan yang cocok untuk si kecil? Masuk angin tidak terdapat di istilah medis. Istilah ini hanya disebutkan oleh masyarakat kita di Indonesia. Masuk angin biasa akan memiliki masalah seperti perut kembung, sakit kepala, meriang, dan badan pegal-pegal. Tetapi tahukah Anda sebenarnya masuk angin itu sebagai penyakit apa?

Sebenarnya untuk suatu kondisi dengan mual atau kembung ini disebut dengan dispepsia, selain itu flu atau influenza, infeksi saluran pernapasan bagian atas, serta mialga yang merupakan badan pegal dan sakit pada bagian otot. Kemudian, banyak masyarakat mengartikan masuk angin itu merupakan angin yang masuk ke tubuh tertentu di saluran pencernaan atau saluran pernapasan. 

Sesungguhnya masuk angin merupakan gejala-gejala yang timbul dari berbagai penyakit. Misalnya flu, radang, pegal, asam lambung naik, kembung, dan kelelahan. Penggunaan ini istilah tidaklah ada di istilah medis namun hal ini telah sering digunakan untuk menggambarkan pada kondisi tubuh. Hal ini bisa terjadi pada siapa saja baik dewasa maupun anak-anak. 

Kejadian seperti ini dapat membuat daya tahan tubuh anak menurun, seperti terlalu lama bermain diluar, bermain hujan, dan telat makan. Kemudian seperti apa cara mengatasi masuk angin pada anak ?

Apa cara terbaik mengatasi masuk angin pada anak

Mungkin Anda bisa mengobati buah hati Anda dengan obat-obatan yang dijual bebas, tetapi obat-obatan yang dijual bebas tidak aman bagi anak-anak di bawah usia 4 tahun. Maka ada beberapa cara yang sederhana serta aman untuk mengobati gejala flu, radang, pegal, demam dan nyeri Anak Anda. 

  1. Istirahat 

Anak-anak hanya membutuhkan istirahat ketika mengalami sakit seperti demam, agar bisa melawan infeksi. Anda sebagai orang tua hanya juga harus menjaga tetap tenang dan jangan berikan mereka melakukan aktivitas bermain, mereka perlu istirahat untuk meredakan sakit yang dialaminya. Kemudian, mandi air hangat sebelum tidur siang atau tidur malam agar membantu tubuh Anak Anda rileks. 

  1. Berikan Banyak Cairan 

Memberikan banyak cairan seperti air, susu, dan sup akan membuat anak Anda terhidrasi. Hal itu akan membuat cairan lendir mengencer, batuk akan lebih mudah, buat menenangkan batuk. Jika anak Anda masih bayi berikan ASI atau susu formula lebih sering dari biasanya. ASI membuat perlindungan lebih dari infeksi kuman penyebab flu. Namun Anda bisa membatasi susu dan produk susu saat anak Anda batuk atau demam karena dengan memberikannya tidak akan membantu.

  1. Berikan Madu

Cara mengatasi masuk angin pada anak ini bisa dengan memberikan madu. Madu ini berkhasiat untuk meredakan batuk, dibandingkan Anda memberikannya obat. Penggunaan madu bisa digunakan untuk anak di atas usia 1 tahun. Takaran untuk memberikan madu kepada anak Anda itu bisa dengan 2 hingga 5 mililiter beberapa kali di waktu siang. Perlu diIngat memberikan madu kepada anak yang berusia di bawah satu tahun karena dapat berisiko botulisme. 

  1. Mandi Air Hangat

Mandi dengan air hangat dapat meredakan hidung anak yang tersumbat, serta meredakan batuk. Berikan ruang uap di kamar mandi dari air hangat selama 15 menit 

  1. Kompres Air Hangat atau Dingin

Kain yang hangat dan lembap dapat meredakan nyeri akibat sakit telinga. Atau, letakkan di atas hidung dan dahi untuk meredakan tekanan sinus. Handuk dingin dan lembap di dahi, lengan, dan tubuh bisa membuat orang yang demam lebih nyaman.

  1. Balurkan Minyak Kayu Putih 

Cara mengatasi masuk angin pada anak dengan minyak kayu putih atau eucalyptus merupakan ekspektoran alami yang bisa membantu Anak Anda mengatasi penyumbatan pernapasan. Penggunaan ini biasanya dibalurkan pada badan anak Anda memberikan rasa hangat pada tubuh anak Anda, agar terhindar dari masuk angin. Anak-anak dan bayi harus menggunakan Eucalyptus radiata. Meskipun Eucalyptus globulus aman untuk orang dewasa, namun tidak boleh digunakan pada anak di bawah usia 2 tahun.

Haruskah anak saya menemui dokter jika saya mencurigai flu?

Jika Anda berpikir bayi Anda mungkin terkena flu, hubungi dokter anak mereka sesegera mungkin. Untuk balita dan anak-anak yang lebih besar, temui dokter mereka jika mereka tampak sangat sakit atau semakin parah dan bukannya membaik. Dokter Anda akan melakukan diagnosis berdasarkan gejala anak Anda, atau melakukan tes diagnostik yang memeriksa virus flu.

parenting

Toilet Training Malam Hari dan Penanganan saat Regresi

Secara perkembangan, anak akan belum siap untuk mengenakan pakaian di malam hari. Banyak orang tua berpikir bahwa potty training pada siang hari akan sama mudahnya dengan malam hari. Namun, keduanya berbeda. 

Faktanya, kandung kemih mereka yang kecil dan kebiasaan tidur yang nyenyak, bukan hal yang aneh bagi anak-anak untuk mengompol sampai usia 7 tahun. Sekitar 15 persen anak berusia 5 tahun yang sehat dan tidak kering pada malam hari, dan 10 persen anak berusia 6 tahun masih membutuhkan perlindungan semalaman. 

Untuk keberhasilan melakukan toilet training malam hari, ukuran kandung kemih anak Anda harus cukup besar untuk menampung urin yang diproduksi sepanjang malam. 

Atau otak mereka harus cukup matang untuk terbangun dengan dorongan ingin buang air kecil. Pencapaian tersebut membutuhkan berbulan-bulan setelah pelatihan pada siang hari. 

Tips jitu sukseskan toilet training di malam hari 

Apabila Anda ingin meningkatkan peluang keberhasilan toilet training di malam hari, ikuti tips jitu berikut ini.

  • Anda harus membeli pelindung sprei sekali pakai atau lapisi beberapa sprei untuk memudahkan penggantian jika anak Anda mengompol.
  • Batasi minuman satu jam sebelum waktu tidur anak Anda
  • Bantulah anak Anda menggunakan pispot setengah jam sebelum tidur
  • Bangunkan anak Anda untuk menggunakan pispot sebelum Anda tidur
  • Buatlah jalan setapak yang cukup terang untuk ke kamar mandi sehingga anak Anda merasa aman dan nyaman berjalan pada malam hari
  • Beri tahu anak Anda untuk ke kamar mandi setiap kali mereka bangun di malam hari.

Apakah anak Anda siap toilet training di malam hari?

Saat anak akan melakukan toilet training di malam hari, pastikan bahwa si kecil siap. Sebab, perkembangan setiap anak berbeda-beda. Yang utama, ketahuilah tanda-tanda kesiapan pada anak Anda dalam melakukan latihan mandiri ini di malam hari.

Kesiapannya bisa terlihat apabila anak Anda mampu menggunakan pispot secara teratur di siang hari. Bahkan, mereka tetap kering selama beberapa malam secara berturut-turut. 

Selanjutnya, pastikan anak Anda mulai pergi ke kamar mandi secara mandiri dari tempat tidurnya. Biasanya anak membutuhkan akses ke pispot 24/7 sehingga mereka dapat mencapai sendiri saat mereka membutuhkannya. 

Namun, apabila anak Anda belum siap pergi ke kamar mandi secara mandiri, tidak ada salahnya apabila membiarkannya kencing di popok atau di malam hari. 

Bagaimana jika terjadi regresi saat toilet training?

Bagi kebanyakan anak yang sudah melakukan toilet training, tak heran bila mereka terkadang mengalami regresi atau kecelakaan. Ketahuilah penyebab dan cara menanganinya terlebih dulu agar mampu teratasi dengan benar.

Apa saja penyebabnya? 

Regresi bisa terjadi ketika anak yang terlatih menggunakan toilet mulai mengalami kecelakaan biasa yang mana harus kembali menggunakan popok. Jangan khawatir, itu hal yang normal.

Mereka mudah terganggu 

Biasanya, anak belum bisa sepenuhnya dalam fokus saat melakukan toilet training. Hal itu disebabkan anak yang mudah terganggu sehingga mereka mengabaikan keinginan untuk melakukannya. 

Mereka takut dengan pispot

Beberapa anak memang memiliki kecemasan terhadap toilet. Mereka khawatir bisa jatuh dari di toilet atau takut akan hal lainnya. Meski begitu, Anda harus memperhatikan bahwa kecelakaan biasa terjadi pada malam hari. Bukan berarti itu menjadi kemunduran progress dalam toilet training mereka. 

Anak merasa stres

Banyak anak yang mengalami kecelakaan selama masa transisi mengakibatkan mereka mudah stress. Hal itu seperti mulai beradap tasi pada lingkungan yang baru. Meski begitu, saat mulai tenang, proses toilet training anak Anda akan lancar kembali. 

Anak memiliki masalah kesehatan 

Salah satu yang mengakibatkan terjadinya regresi saat toilet training adalah masalah kesehatan seperti sembelit. Apabila anak Anda kesulitan buang air besar, kemungkinan mereka menghindari keharusan mendorong dan mengejan saat buang air besar. Jadi, pastikan anak Anda mendapatkan cukup serat dan air yang banyak.

Beginilah cara hadapi regresi saat toilet training

Masa regresi saat anak melakukan toilet training biasanya tidaklah panjang. Meski merasa frustasi karena harus kembali menggunakan popok untuk anak, tetaplah mendukung dan berpikir positif. Lakukanlah semua yang Anda bisa untuk melancarkan perkembangan fase ini pada anak.

Yang perlu diingat, janganlah menghukum anak Anda jika mengalami kecelakaan. upayakan tidak menunjukkan rasa kekecewaan di depan anak karena itu bisa mengakibatkan masalah lainnya. 

Teruslah menyemangati anak Anda meski terjadi kecelakaan. Untuk menambah semangat si kecil, bertepuk tangan dan bersoraklah jika mereka berhasil melakukan toilet training. Ingatlah untuk tetap optimis dan jangan pernah membentak atau memarahi anak Anda.

parenting

Tips Jitu Tingkatkan Konsumsi Cemilan Sehat untuk Anak

“Dalam meningkatkan konsumsi camilan sehat untuk anak memang diperlukan berbagai tips yang jitu agar kebutuhan nutrisi sang buah hati terpenuhi. Ada pula waktu nyemil yang diperlukan anak berdasar faktor usia anak.”

Ajak Buah Hati Konsumsi Camilan Sehat untuk Anak

Anak-anak memang tak bisa jauh dari makanan ringan atau camilan. Biasanya, anak-anak membutuhkan tiga kali makan besar ditambah dua kali camilan per hari. Karena itu, agar tidak membuat ketergantungan mengonsumsi camilan yang tidak sehat, sebaiknya ajak sang buah hati untuk mengonsumsi camilan sehat untuk anak yang sesuai porsinya. 

Dalam hal tersebut, Ada bisa mengikuti tips menarik untuk meningkatkan konsumsi camilan sehat untuk anak berikut ini:

1. Sediakan buah dan sayur segar 

Untuk membuat sang buah hati semakin gemar makan camilan sehat untuk anak, sajikan banyak buah dan sayuran segar dengan bentuk yang menarik dan unik agar anak semakin bersemangat menyantapnya. Pastikan buah dan sayur tersebut sudah dicuci dan dipotong serta siap untuk dimakan. Bila perlu, tambahkan yogurt atau hummus sebagai penambah protein.

2. Ganti gorengan dengan yang rebus 

Apabila makan bersama anak-anak, jangan biarkan kentang goreng menggagalkan rencana Anda untuk mengonsumsi cemilan sehat untuk anak. Sebagai gantinya, bawalah bekal buah-buahan segar serta sayur yang mudah dimakan seperti selada, wortel, dan kentang rebus.

3. Selipkan sayur pada camilan sehat

Anda bisa menambahkan sayur pada camilan sehat untuk anak. Misalnya, masukkan sayur yang sudah diparut dalam olahan saus atau adonan sehingga menyatu. Bahkan, Anda juga bisa memasukkan sayur sebagai adonan dalam pancake.

4. Mendorong kebiasaan makan yang sehat

Biasanya, anak-anak mengembangkan preferensi alami untuk memilih makanan atau camilan yang mereka sukai. Karena itu, untuk menggugah selera makan sang buah hati, biarkan mereka memilih camilan sehat sesuai selera mereka. Adakalanya mereka memilih camilan favorit dan mencoba menu camilan sehat yang lainnya. 

5. Jadilah panutan anak

Orang tua menjadi panutan bagi anak-anaknya dalam berbagi hal, termasuk dalam mengonsumsi camilan sehat. Apalagi, dorongan masa kecil untuk meniru sangatlah kuat sehingga contohkan kepada ada untuk mengonsumsi camilan sehat yang kaya nutrisi dan vitamin.

6. Batasi ukuran porsi anak

Jangan abaikan porsi makan bagi sang buah hati. Meski mengonsumsi camilan sehat untuk anak, upayakan tetap berpegangan pada menu anak-anak dengan ukuran terkecil atau buat porsi secukupnya.

7. Ubah resep jadi lebih sehat

Apabila ingin sang buah hati makin berselera untuk menyantap camilan sehat, ubahlah perubahan kecil pada resep makanan Anda. Misalnya, gantilah makanan-makanan yang tidak sehat dalam lemari es Anda dengan makanan yang lebih sehat untuk dikonsumsi. 
Di antaranya, gantilah susu murni dengan susu rendah lemak, roti putih gandum dengan roti gandum utuh, es krim dengan smoothie buatan sendiri, hingga keripik kentang jadi kacang panggang. 

Kebutuhan Konsumsi Cemilan Sehat untuk Anak Berdasar Usia  

Menurut American Academy of Pediatrics, anak-anak setidaknya mendapatkan dua hingga tiga porsi buah dan sayur setiap hari. Karena itu, camilan sehat untuk anak menjadi asupan yang bagus setiap harinya. 

Sementara itu, ada pula kebutuhan untuk mengonsumsi camilan sehat sesuai faktor usia anak seperti berikut ini.

1. Balita usia 1 hingga 3 tahun

Pada usia tersebut, balita biasanya membutuhkan dua hingga 3 camilan dalam sehari. Mereka memilih camilan yang bertekstur lunak, semi pada, hingga ke tahap makanan yang padat. Anda juga bisa memberikan pilihan camilan sehat untuk anak yang dipengaruhi oleh aktivitas, pertumbuhan, hingga fluktuasi harian.

2. Anak usia 4 hingga 6 tahun

Pada usia tersebut, anak-anak akan secara alami lebih bisa mengontrol apa yang ingin mereka makan. Biasanya, waktu yang tepat untuk mengonsumsi camilan sehat untuk anak usia tersebut setiap tiga hingga empat jam. Tentunya, hal itu juga disesuaikan dengan aktivitas anak Anda.

3. Anak yang lebih besar usia 7 hingga 12 tahun 

Kebutuhan anak seusia 7 hingga 12 tahun dalam mengonsumsi camilan sehat akan lebih meningkat. Sebba, anak pada usia tersebut dapat pergi lebih jauh dan lama. Mereka bisa mengonsumsi camilan setiap empat hingga lima jam.

parenting

Fakta Anak Kedua yang Orang Tua Harus Ketahui

Sebagai orang tua yang memiliki anak lebih dari satu, Anda harus mengetahui fakta anak pertama serta fakta anak kedua demi memberikan pola asuh yang tepat. Anak kedua biasanya memiliki sifat yang bertolak belakang dengan anak pertama. 

Apa Saja Fakta Anak Kedua?

Anak kedua sekaligus anak tengah terkadang juga sering merasa terabaikan. Itu karena anak pertama lebih sering diberikan tanggung jawab sedangkan anak terakhir sering diberi perhatian lebih. Berikut fakta anak kedua sekaligus anak tengah yang harus Anda ketahui.

1. Selalu Ingin Menang

Anak pertama selalu ingin mempelajari segalanya, sedangkan anak kedua selalu ingin menang dan mengalahkan kakaknya. Anak kedua cenderung mengembangkan kemampuan yang tidak ditunjukkan oleh anak pertama untuk mendapatkan perhatian kedua orang tuanya.

2. Lebih Bersahabat

Anak kedua yang berada di tengah anak pertama dan kedua tidak mendapatkan banyak perhatian dari kedua orang tua mereka. Karena itu, anak kedua sering mencari perhatian dari teman-temannya dan berusaha membangun pertemanan yang baik.

Mereka dapat bersosialisasi dengan baik dan dapat lebih bergantung dengan sahabat mereka dibandingkan saudara kandungnya sendiri.

3. Dapat Menjadi Mediator

Berada diantara dua saudara, membuat anak kedua dapat mengelola konflik dengan saudara kandungnya. Mereka dapat dekat dengan kakak dan juga bisa dekat dengan adiknya, hal itu membantunya menjadi penengah jika kedua saudaranya bertengkar sekaligus memberikan keseimbangan antara anak tertua dan anak terkecil.

4. Memiliki Pernikahan yang Bahagia

Fakta anak kedua selanjutnya adalah, mereka memiliki pernikahan yang lebih bahagia. Mereka juga memiliki kemungkinan untuk selingkuh lebih kecil jika dibandingkan dengan saudara kayak dan adiknya.

5. Memiliki Gusi Lebih Sehat

Anak kedua memiliki risiko penyakit gusi 5 persen lebih rendah. Sistem kekebalan tubuh mereka juga lebih kuat  jika dibandingkan dengan kakaknya. Tubuh mereka menjadi lebih siap untuk memerangi bakteri mulut penyebab infeksi

Tips Mencegah Sindrom Anak Tengah untuk Anak Kedua

Anak kedua yang berada di antara anak pertama dan anak terakhir sering merasa terabaikan oleh kedua orang tuanya. Hal itu membentuk beberapa kepribadian mereka menjadi kurang baik seperti lebih suka memberontak misalnya. Karena itu, Anda sebagai orang tua harus tau bagaimana cara mencegah sindrom anak tengah dalam keluarga.

1. Perlakukan Semua dengan Sama

Untuk mencegah anak kedua terkena sindrom anak tengah, Anda tidak boleh membeda-bedakan perhatian dan perlakuan terhadap anak-anak Anda. Berikan mereka perhatian yang sama dan terpenting, jangan pernah membeda-bedakan anak. Meskipun anak pertama dan terakhir lebih pintar dari anak kedua.

2. Beri pilihan

Karena anak tengah sering merasa diabaikan, penting untuk mendengarkan apa yang mereka katakan untuk mencegahnya menjadi pemberontak. Dorong anak Anda untuk membuat pilihan seperti pakaian apa yang akan mereka kenakan atau film apa yang harus ditonton bersama. Hal tersebut akan membantunya untuk mengambil keputusan serta menjadi anak yang lebih percaya diri.

3. Beri Tanggung Jawab

Anak kedua bukanlah anak bungsu dan juga bukalah anak tertua. Jika anak pertama Anda berikan tugas seperti menyapu atau merapikan pakaian, maka berikan tugas yang sama kepada anak kedua. Atau Anda juga bisa memberikan tugas seperti meminta mengambilkan tisu basah untuk adiknya yang masih bayi atau mengelap air liur adiknya. Hal itu akan membuat anak kedua merasa jika dirinya memiliki peran untuk membantu keluarganya di rumah.

Itulah beberapa fakta anak kedua yang harus orang tua ketahui.

parenting

Do And Dont’s Penanganan Picky Eater pada Anak

Do And Dont’s Penanganan Picky Eater pada Anak

Jika Anda memiliki seorang anak yang picky eater ada beberapa hal yang boleh Anda lakukan dan tidak boleh Anda lakukan. Hal ini untuk mencegah perkelahian di meja makan atau sesuatu yang kurang baik terjadi.

Picky eater memang umum terjadi pada anak-anak Mereka biasanya memiliki preferensi tertentu tentang makanan baik itu jumlah, rasa, maupun warna. Kondisi ini biasanya memuncak pada masa balita dan prasekolah. Setiap anak memiliki gejala picky eater yang berbeda, setidaknya ada 6 tipe picky eater yang pada anak. Berikut uraian selengkapnya.

6 tipe picky eater pada anak

1. The Regressor

Saat kecil Anda dapat dengan mudah memberikan makanan apa saja untuk anak Anda. Namun setelah mencapai usia 2 tahun Anda mungkin mengalami sedikit kendala. Hal ini lumrah karena laju pertumbuhan mereka yang melambat secara dramatis. 

“Anak Anda mungkin makan banyak pada satu waktu makan dan sangat sedikit pada waktu makan lainnya, dan itu tidak apa-apa,” kata Katja Rowell, MD, spesialis pemberian makan anak dan penulis Helping Your Child With Extreme Picky Eating.

Ketika anak Anda menolak makanan yang dia sukai sehari sebelumnya, jangan terburu-buru mencoretnya dari daftar makanan. Anda bisa menyajikannya lagi di minggu depan, bulan depan atau bahkan tahun depan. Jangan menekan anak Anda untuk makan tetapi sajikan makanan dengan cara baru.

2. The flavor hater

Tipe kedua adalah anak-anak yang lebih pemilih dengan makanan yang beraroma kuat. Hal ini jangan dibiarkan karena akan membatasi pilihan rasa untuk Anak Anda. Untuk mengatasinya, Anda dapat secara perlahan menambahkan bumbu-bumbu masakan beraroma kuat pada makanan anak Anda. Atau Anda juga bisa mengajak anak Anda untuk menyiapkan makanan bersama.

3. The Guzzler

Tipe ini adalah berkaitan dengan kesukaannya pada cairan. Mereka mungkin akan lebih banyak mengonsumsi susu dibanding dengan makanan padat. Susu memang tidak salah, namun kebiasaan ini harus segera diatasi karena mereka tidak akan mendapat makanan dan asupan nutrisi yang bervariasi. 

Ini juga dapat mempengaruhi motorik mengunyahnya. Untuk itu, Anda harus menyiapkan strategi minum susu pada anak Anda di jam-jam tertentu.

4. The Super Feeler

Tipe satu ini adalah tipe yang sensitif terhadap tekstur makanan. Mereka akan memilih-milih makanan yang teksturnya menurut mereka aneh. Seorang ahli bernama Le Billon mengatakan bahwa setiap anak kecil memiliki kemampuan mengunyah masing-masing. Gigi, rahang, dan otot-otot di sekitarnya masih berkembang, dan mereka mungkin tidak merasa terkendali ketika beberapa makanan ada di mulut mereka sehingga mereka menolaknya.

Cara mengatasinya adalah dengan memberikan tempat duduk yang nyaman bagi mereka. “Anak-anak kecil dapat mengunyah lebih efektif ketika otot inti mereka ditopang oleh kaki mereka,” jelas Le Billon, “jadi berikan anak Anda bangku untuk mengistirahatkan kakinya saat duduk di meja daripada membiarkannya menjuntai.”

Selain itu, ahli lain, Potock menyarankan untuk bereksperimen dengan tekstur yang berbeda. Seperti merebus sayuran dengan air mendidih selama selama beberapa menit, lalu pindahkan ke semangkuk air es. Mintalah anak Anda untuk mengunyah dengan gigi gerahamnya “Anak-anak merasa lebih aman jika mereka bisa merasakan makanan di gigi mereka, Dan rasanya tidak akan sekuat dan berlebihan seperti di lidahnya, di mana semua selera berada.” ujar Potock. 

5. The Gagger

Tipe selanjutnya adalah selalu tersedak atau muntah ketika makan atau mencoba makanan baru. Ini bisa menjadi tanda bahwa waktu makan menjadi terlalu menegangkan. Misalnya memarahi anak Anda saat makan atau memaksanya. 

Di sisi lain, sering tersedak juga bisa menjadi tanda bahwa anak Anda memiliki masalah motorik mulut atau sensorik. Keterampilan motorik lisan mengacu pada kemampuan anak untuk menggerakkan bibir, rahang, lidah, dan otot-otot wajah sesuai usianya. 

“Jika anak Anda memiliki masalah sensorik, ia mungkin bereaksi kurang atau berlebihan terhadap suatu perasaan,” jelas Potock.

Untuk mengetahui apakah hal tersebut benar, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak Anda atau mengunjungi terapis makan. Anda juga bisa mengubah waktu makan dari menegangkan menjadi menyenangkan

6. The Untouchable

Tipe terakhir adalah anak Anda terlalu pilih-pilih dengan bagaimana makanannya disajikan. Mereka mungkin hanya ingin makan dengan cara penyajian tertentu. Biasanya masalah ini adalah tentang kontrol. Anda bisa menyediakan makanan sesuai dengan penyajian yang ia inginkan. Di lain waktu, Anda juga bisa meminta anak Anda untuk menyiapkan makanan Anda. 

Hal yang harus dilakukan untuk mengatasi anak picky eater

Untuk mengatasi anak picky eater ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan boleh dilakukan, antara lain:

  1. Untuk anak picky eater tentang rasa, tekstur, dan bau:
  • Tawarkan beberapa pilihan makanan sehat—di antara makanan yang disukai anak Anda—setiap kali makan. Anak perlu ditawari makanan baru sebanyak 10-15 kali sebelum memakannya.
  • Lacak kepekaan makanan anak Anda dan ingatlah itu saat menyiapkan makanan. Kombinasikan tekstur makanan yang tidak ia sukai dengan tekstur lain yang ia sukai. 
  • Bicaralah dengan penyedia layanan kesehatan anak Anda tentang masalah nutrisi yang mungkin Anda miliki.
  1. Untuk anak picky eater berdasarkan temperamen mereka:
  • Letakkan makanan baru di sebelah makanan yang sudah disukai anak Anda. Dorong dia untuk menyentuh, mencium, menjilat, atau mencicipi makanan baru.
  • Hindari menyiapkan makanan khusus untuk anak Anda. Berikan dia apa yang dimakan oleh anggota keluarganya namun dalam porsi yang pas untuknya. 
  • Dengan lembut tetapi sering menawarkan jenis makanan baru. 
  • Gunakan saus yang sehat seperti yogurt, saus tomat, atau saus salad rendah lemak untuk mendorong anak makan buah, sayuran, dan daging.
  • Libatkan anak Anda dalam menyiapkan makanan. Menangani, mencium, dan menyentuh makanan membantu anak Anda merasa nyaman dengan gagasan memakannya.
  1. Untuk anak picky eater karena ingin makan sendiri:
  • Tawarkan “finger food” yang aman yang dapat diberikan sendiri oleh anak Anda.
  • Tawarkan anak Anda sendok untuk dipegang saat Anda memberinya makan. Ini membuatnya merasa memegang kendali.
  • Biarkan anak Anda memutuskan ke mana makanan akan disajikan di piringnya. Jika Anda mau, Anda juga bisa membiarkan anak Anda melayani dirinya sendiri (letakkan tangan Anda di atas tangannya untuk membantunya menangani sendok saji yang lebih besar).
  1. Untuk anak picky eater karena mereka tidak suka duduk lama:
  • Atur makanan anak Anda sebelum dia duduk.
  • Pertahankan waktu makan yang singkat—10 menit atau lebih. Biarkan anak Anda bangun ketika dia menunjukkan bahwa dia sudah selesai makan.
  • Letakkan makanan sehat, seperti semangkuk stroberi atau pisang, di tempat yang dapat dijangkau anak Anda sehingga ketika lapar ia dapat dengan mudah mendapatkan makanan yang baik.
  1. Untuk anak picky eater karena memiliki masalah medis yang membuatnya sulit untuk menelan atau mencerna makanan tertentu, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan. Terkadang anak-anak membutuhkan bantuan khusus dalam pemberian makan.

Hal tidak boleh dilakukan untuk mengatasi anak picky eater

Sedangkan hal yang sebaiknya tidak Anda lakukan untuk mengatasi anak picky eater adalah:

  1. Memaksanya untuk makan

Faktanya, memaksa anak untuk makan biasanya membuat anak makan lebih sedikit. Memaksa juga mengajarkan anak-anak untuk mengandalkan orang lain untuk memberi tahu mereka berapa banyak yang harus mereka makan dan apa yang mereka rasakan. Ini tidak mengarah pada kebiasaan makan yang sehat. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa memaksa anak untuk makan justru dapat memperburuk perilaku pilih-pilih makanan.

  1. Membuat kesepakatan

Membuat kesepakatan bukanlah hal yang tepat untuk mengatasi anak Anda memilih-milih makanan. Strategi seperti ini tidak akan berhasil dalam jangka panjang. Anak-anak yang belajar membuat kesepakatan tentang makan dengan cepat belajar membuat kesepakatan dan meminta imbalan untuk melakukan hal-hal lain. Tak hanya saat makan, perilaku seperti ini mungkin juga akan terjadi saat mereka diminta melakukan sesuatu.

Menangani anak picky eater harus dijalankan dengan tepat atau akan bertambah parah. Kenali tipe picky eater yang dialami anak Anda sehingga Anda tahu apa yang harus Anda lakukan. Hindari membuat waktu makan yang menegangkan atau menekan dan memarahi anak Anda jika mereka tidak mau makan. Jika ada pertanyaan lain mengenai picky eater pada anak, Anda dapat langsung chat dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store dan Play Store.

parenting

Bagaimana Cara Menghentikan Mimisan Pada Anak?

Mimisan pada anak biasanya tidak berbahaya. Jadi, Anda tidak perlu panik atau khawatir. Untuk menghentikan perdarahannya, ada beberapa langkah mudah yang dapat Anda lakukan sebagai pertolongan pertama mengatasi mimisan pada anak.

Mimisan adalah kondisi yang biasa dialami siapa saja, termasuk anak-anak. Mereka memang lebih sering mengalami mimisan dibandingkan dengan orang dewasa. Ini karena pembuluh darah di hidung anak-anak lebih rapuh dan mudah pecah.

Salah satu cara mengatasi mimisan pada anak adalah menjepit hidungnya selama 10 menit dengan tisu

Mimisan pada anak bisa terjadi kapan saja, misalnya saat bermain, sedang belajar di sekolah, atau bahkan saat anak tidur. Kondisi ini dapat terjadi karena pengaruh udara yang sangat kering atau saat berada di lingkungan bersuhu panas.

Mengembuskan napas terlalu keras, seperti ketika buang ingus, atau mengorek hidung terlalu dalam juga dapat menyebabkan mimisan pada anak. Selain itu, ada beberapa kondisi yang juga bisa menjadi penyebab mimisan pada anak, di antaranya.

  • Benturan atau cedera pada hidung
  • Adanya benda asing yang masuk ke dalam hidung
  • Kelainan bentuk maupun pembuluh darah dalam hidung
  • Infeksi
  • Alergi
  • Gangguan pembekuan darah, seperti hemofilia
  • Efek samping obat-obatan tertentu

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab mimisan, mulai dari membuang ingus terlalu kencang, mengorek hidung terlalu dalam, benturan atau cedera pada hidung, flu, udara kering, hingga alergi.

Saat mengalami mimisan, Anda tidak perlu khawatir dan tetaplah tenang. Untuk menghentikan perdarahan dari hidung, lakukan penanganan secara mandiri berikut ini.

  1. Kompres dingin

Kompres pangkal hidung dengan es batu atau sayuran beku yang dibungkus kain. Cara ini cukup efektif untuk menghentikan perdarahan yang terjadi pada hidung. Ingat, jangan pernah menempelkan es batu atau sayuran beku langsung ke hidung karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan. Pastikan es batu atau sayuran beku yang digunakan untuk mengompres sudah dibungkus dulu dengan kain atau handuk.

  1. Air garam

Apabila mimisan terjadi akibat udara kering, Anda bisa mengatasinya dengan air garam. Air garam dapat mempersempit aliran pembuluh darah di hidung sehingga perdarahan akan cepat berhenti. Selain itu, air garam juga dapat melembapkan lapisan dalam hidung dan mengurangi iritasi pada selaput hidung. Untuk mengobati mimisan menggunakan air garam, Anda hanya perlu melarutkan garam ke dalam air hangat, lalu semprot atau bilas hidung dengan larutan tersebut.

  1. Daun sirih

Selama ini mungkin Anda hanya mendengar manfaat daun sirih yang dapat digunakan sebagai obat untuk mengatasi mimisan dari orangtua atau orang-orang di sekitar Anda. Dalam beberapa penelitian memang disebutkan jika daun sirih memiliki kemampuan untuk membantu tubuh untuk mempercepat penyembuhan luka, yang bisa Anda gunakan sebagai cara menghentikan mimisan.

Pada daun sirih, terdapat kandungan seperti tanin dan berbagai zat lainnya yang dapat mempercepat proses pembekuan darah, sehingga perdarahan pada hidung akan berhenti dalam waktu yang cepat.

Ada juga obat-obatan medis yang bisa Anda gunakan untuk menghentikan mimisan. Berikut, di antaranya.

  1. Asam traneksamat

Salah satu obat yang bisa digunakan untuk menghentikan dan mengurangi perdarahan akibat mimisan adalah asam traneksamat. Obat ini bekerja dengan cara mempercepat proses penggumpalan darah, sehingga perdarahan hidung akibat mimisan bisa berhenti. Namun, Anda tidak boleh sembarangan mengonsumsi obat ini dan harus sesuai dengan resep dokter.

  1. Semprotan dekongestan

Anda juga bisa menggunakan obat semprot hidung yang mengandung dekongestan, seperti oxymetazoline, untuk menghentikan perdarahan hidung akibat mimisan. Hanya saja, semprotan dekongestan tidak disarankan untuk digunakan dalam jangka panjang karena dapat membuat mimisan menjadi lebih buruk.

Untuk sementara waktu, sebaiknya Anda tidak mengonsumsi obat pengencer darah, seperti aspirin, ibuprofen, clopidogrel, dan warfarin, kecuali bila memang tetap diizinkan oleh dokter. Pasalnya, obat-obatan tersebut bisa menyebabkan mimisan makin parah dan semakin mudah terjadi.

Jika mimisan pada anak terus terjadi, segeralah bawa ke dokter anak agar segera mendapatkan penanganan yang tepat. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter melalui SehatQ.