Obat

Kegunaan Obat Dextamine

Kegunaan Obat Dextamine

Dextamine adalah obat untuk mengatasi hay fever, asma kronis yang berat, rinitis alergi, dermatitis kontak dan atopik, dan alergi obat.

Dextamine mengandung dexamethasone yang biasanya digunakan untuk mengobati banyak kondisi. Hal ini termasuk peradangan, reaksi alergi, dan kambuhnya kolitis ulserativa dan juga termasuk kekurangan adrenal.

Karena memiliki aktivitas anti-inflamasi, antirematik dan anti-alergi, yang dikombinasikan dengan dexchlorpheniramine maleate sebagai antihistamin yang bekerja mencegah dan menanggulangi gejala-gejala yang ditimbulkan oleh histamin, dextamine termasuk obat keras yang didapatkan dengan resep dokter. 

Biasanya dokter Anda akan meresepkan jadwal pemberian dosis dextamine yang sesuai untuk Anda. Ikuti petunjuk pada label resep Anda dengan hati-hati, dan tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda untuk menjelaskan bagian yang tidak Anda pahami. 

Anda disarankan untuk konsumsi dextamine persis seperti yang diarahkan. Jangan mengkonsumsi lebih banyak atau lebih sedikit atau meminumnya lebih sering daripada yang diresepkan oleh dokter Anda. Anda juga disarankan untuk tidak berhenti menggunakan dextamine tanpa berbicara dengan dokter Anda.  

Karena berhenti mengkonsumsi obat secara tiba-tiba dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan, sakit perut, muntah, kantuk, kebingungan, sakit kepala, demam, nyeri sendi dan otot, kulit mengelupas, dan penurunan berat badan. 

Jika Anda mengambil dextamine dalam dosis besar untuk waktu yang lama, dokter biasanya akan menurunkan dosis Anda secara bertahap untuk memungkinkan tubuh Anda menyesuaikan diri sebelum menghentikan obat sepenuhnya. 

Perhatikan efek samping jika Anda secara bertahap mengurangi dosis dan setelah Anda berhenti minum tablet atau cairan oral, bahkan jika Anda beralih ke obat kortikosteroid inhalasi. Jika masalah ini terjadi, segera hubungi dokter Anda. Anda mungkin perlu meningkatkan dosis tablet atau cairan untuk sementara waktu atau mulai meminumnya lagi.

Sebelum menggunakan dextamine, Anda perlu untuk memberitahu dokter Anda jika Anda memiliki alergi tertentu. Selain itu, Anda disarankan untuk memberitahu dokter mengenai obat lain yang Anda konsumsi serta kondisi medis Anda.

Obat

Apakah Benar Amlodipine Dapat Menyebabkan Kanker?

Obat amlodipine merupakan salah satu obat antihipertensi yang cukup populer dan banyak diresepkan untuk pasien yang mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi). Selama penggunaannya itu pula, tidak pernah ditemukan ada masalah serius yang ditimbulkan dari mengonsumsi obat ini. Selain itu pula, efek sampingnya pun dianggap relatif sedikit.

Adanya kabar tentang penarikan obat antihipertensi atau obat tekanan darah tinggi, amlodipine di Amerika Serikat dan Eropa karena meningkatkan peluang timbulnya kanker dalam tubuh. Hal tersebut cukup menghebohkan masyarakat di Indonesia. Akibat kejadian ini, BPOM RI  pun mengeluarkan pers rilis untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Hal apa saja yang dapat kita ambil dan perlu diperhatikan dari kasus ini? Nah, artikel berikut ini akan merangkum semua informasi penting tentang

Amlodipine Menyebabkan Kanker?

Penarikan obat antihipertensi, ini bukanlah karena amlodipine, namun karena obat golongan angiotensin receptor blocker (ARB) yaitu valsartan yang terdapat dalam kombinasi obat tersebut. Selain valsartan ada 2 lagi obat golongan ARB yang ditarik dari peredaran, baik dalam bentuk obat tunggal atau kombinasi dengan obat lain, yaitu losartan dan irbesartan.

Hal yang menjadi kesamaan dari ketiga obat ini atau kombinasinya ditarik dari peredaran karena ditemukan zat pengotor seperti (NDMA), (NDEA), dan (NMBA). Zat-zat tersebut dipercaya dapat memicu sel kanker pada tubuh. Belum diketahui pasti apakah kontaminasi obat oleh zat-zat di atas adalah akibat proses pembuatannya di pabrik farmasi atau dari sumber lain.

Dengan adanya kasus ini, Badan FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat menganjurkan untuk penderita hipertensi agar:

  • Tetap mengkonsumsi obat yang sekarang dikonsumsi sampai dokter Anda menganjurkan alternatif lain.
  • Jangan panik dan merasa takut untuk mengonsumsi semua obat golongan ARB karena tidak semua obat golongan ARB termasuk valsartan, irbesartan dan losartan yang mengandung zat pengotor tersebut.
  • Jika kamu sedang mengkonsumsi obat yang mengandung ketiga obat tersebut, cobalah untuk membandingkan informasi pada kemasan obat dengan informasi yang tertera dalam daftar obat yang telah ditarik dari peredaran.
  • Jika obat yang dikonsumsi termasuk dalam daftar obat yang ditarik dari peredaran segera laporkan kepada dokter atau farmasi agar menggantinya dengan alternatif lain.

Selain itu, BPOM RI juga mengimbau pasien yang telah mengkonsumsi obat dengan kandungan bahan tersebut agar segera berkonsultasi dengan dokter atau petugas kesehatan.

Jadi untuk pertanyaan apakah amlodipine menyebabkan kanker? Jawabannya adalah tentu tidak, ya. Apabila ada anggota keluargamu yang diberikan resep amlodipine, tidak perlu khawatir berlebihan dan tetap berpegang pada anjuran resep dokter, ya.

Obat

Penggunaan dan Efek Samping Obat Timolol untuk Pengobatan Glaukoma

Glaukoma adalah gangguan pada mata disebabkan oleh tingginya tekanan pada mata bagian depan sehingga, dapat mengganggu penglihatan bahkan mengakibatkan kebutaan. Kondisi ini mengakibatkan syaraf penghubung antara mata dan otak rusak. Cara mengobati glaukoma, dapat dilakukan dengan beberapa metode, mulai dari penggunaan obat berbentuk tetes mata, prosedur sinar laser, sampai operasi mata. Masing-masing pengobatan memiliki risikonya tersendiri, seperti pada penggunaan obat timolol. Walaupun begitu, pengobatan dengan tetes mata seperti timolol sering kali menjadi pilihan bagi banyak pasien glaukoma.

Timolol merupakan obat golongan beta-blockers yang berguna untuk mengurangi tekanan pada mata. Cara kerja obat ini adalah dengan menurunkan atau menambah jumlah cairan yang diproduksi di dalam bola mata penderita. Penggunaan untuk dosis awal bagi orang dewasa adalah 1 tetes timolol 0.25% sebanyak dua kali sehari. Dosis tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan, seperti menambah dosis timolol 0.5% satu tetes untuk penggunaan 2x sehari. Khusus untuk timolol 0.5%, penggunaannya tidak boleh melebihi 1 tetes.

Adapun penggunaan obat tetes mata timolol yang benar:

  • mencuci tangan dengan air bersih, baik sebelum atau setelah meneteskan obat.
  • Jika Anda mengenakan lensa kontak, maka lepaskan terlebih dulu lensa kontak dan mengenakannya kembali minimal 15 menit setelah obat diteteskan.
  • Harap untuk mengadahkan kepala sebelum meneteskan obat kemudia memejamkan mata sesaat setelah obat diteteskan.
  • Selama mata tertutup, tekan bagian ujung mata dekat hidung selama 1-2 menit agar tetesan obat tidak keluar dari mata.
  • Jangan menyentuh ujung botol tempat keluar obat untuk mencegah terjadinya kontaminasi. Ketika meneteskan obat, diharapkan ujung botol tidak mengenai mata.

Penggunaan glaukoma berpeluang menimbulkan beberapa efek samping, seperti kondisi mata yang terasa semakin kering jika sebelumnya terdapat masalah dengan produksi air mata.

Bersama dengan proses penuaan, produksi air mata juga tidak sebaik sebelumnya karena ada komponen minyak di dalam air mata yang berkurang. Akibatnya air mata lebih cepat menguap dan mata jadi lebih cepat kering. Reaksi lain yang mungkin akan timbul adalah rasa pedih seperti ada debu yang masuk pada mata. Walaupun begitu, kondisi ini dapat diatasi dengan meneteskan air mata artifisial beberapa kali sehari.

Selain efek samping pada mata, obat timolol juga dapat menyebabkan efek samping yang memengaruhi tubuh seperti tekanan darah rendah, denyut jantung melambat, nafas yang dirasa lebih pendek, dan cepat merasa lelah. Perlu diketahui bahwa efek samping obat timolol pada tiap orang akan berbeda-beda. Ada beberapa orang yang akan mengalami diare, insomnia, muntah-muntah, vertigo, hingga mengakibatkan gagal jantung kongestif.

Penting untuk diingat bahwa penggunaan obat timolol membutuhkan resep dokter dan penggunaannya harus dalam pengawasan dokter, ya.