Kesehatan Wanita

Jenis dan Gejala Tumor Payudara yang Perlu Diperhatikan!

Gejala tumor payudara, benjolan di payudara membuat Anda khawatir? Tak perlu panik, tidak semua benjolan berarti kabar buruk.

Benjolan di payudara sering dikaitkan dengan kanker. Pandangan ini tidak keliru, tapi juga tidak sepenuhnya benar.

Faktanya, sebagian besar kasus benjolan payudara terbukti sebagai tumor jinak non-kanker. Anda bisa menyembuhkannya dengan penanganan yang tepat.

Meski termasuk jinak, tentu Anda tidak boleh menyepelekannya. Sebaiknya Anda mengenali gejala tumor payudara dan jenis-jenisnya. Yuk disimak! 

Gejala tumor payudara

Anda mungkin menyadari perubahan bentuk payudara atau merasakan adanya benjolan di salah satu payudara. Biasanya benjolan ini terasa tidak sengaja, saat sedang mandi atau berpakaian.

Terkadang, tes mamografi dapat mendeteksi perubahan tersebut. Selain benjolan, ada beberapa pertanda tumor payudara yang perlu Anda waspadai:

  • Nyeri dada (mastalgia)
  • Puting mengeluarkan cairan
  • Perubahan ukuran, bentuk, atau kontur payudara
  • Puting tenggelam (inverted), berkerut, atau bersisik
  • Payudara berlesung, berkerut, atau bersisik

Penyebab tumor payudara

Ada cukup banyak faktor penyebab tumor payudara. Beberapa penyebab yang umum terjadi adalah:

  • Perubahan jaringan payudara (fibrokistik)
  • Infeksi payudara (mastitis)
  • Jaringan parut akibat cedera payudara
  • Fluktuasi hormon, terutama saat menstruasi, kehamilan, atau menopause
  • Konsumsi obat-obatan hormonal
  • Minuman berkafein

Diagnosis penyakit payudara  

Jika Anda merasakan benjolan atau perubahan payudara, sebaiknya segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Umumnya dokter akan melakukan skrining mamografi untuk mengecek kemungkinan kanker payudara. Selain itu, Anda mungkin harus melewati beberapa tes berikut ini:

  • Pemindaian, termasuk mamografi, USG, atau MRI
  • Tes laboratorium terhadap cairan payudara untuk memeriksa sel kanker
  • Biopsi payudara

Jenis-jenis tumor payudara

Nah setelah menjalani tes-tes untuk mendeteksi gejala tumor payudara tersebut, dokter akan menentukan apakah kondisi Anda termasuk tumor payudara atau sudah bisa disebut kanker payudara.

Tentu ada cukup banyak jenis penyakit payudara non-kanker yang mungkin terjadi pada Anda, di antaranya:

1. Kista payudara

Kasus ini termasuk sering terjadi. Kista payudara terasa padat dengan benjolan menonjol, tapi kondisi ini tidak menyebabkan kanker. Kista sering hilang dengan sendirinya.

2. Fibroadenoma

Fibroadenoma mammae (FAM) adalah salah satu jenis tumor jinak pada payudara yang paling sering terjadi pada perempuan berusia 20an atau 30an. Benjolan yang muncul akibat kondisi ini biasanya akan terasa padat dan memiliki permukaan yang halus.

3. Perubahan payudara fibrokistik

Fluktuasi level hormon dapat menyebabkan payudara terasa padat dan lembut, sehingga terasa seperti benjolan. Kondisi ini sering terjadi menjelang menstruasi. Wanita dengan usia 30-50 tahun lebih rentan mengalami masalah perubahan payudara fibrokistik, untungnya dapat hilang dengan sendirinya.

4. Hiperplasia

Kondisi ini terjadi akibat pertumbuhan berlebih sel-sel yang melapisi saluran atau kelenjar susu. Hiperplasia umum biasanya tidak meningkatkan risiko kanker dan tidak membutuhkan perawatan.

Namun, jika anda mengalami masalah hiperplasia atipik, dokter mungkin merekomendasikan pembedahan untuk mengangkat jaringan payudara yang terkena karena kondisi tersebut dapat membuat Anda lebih rentan terhadap kanker payudara.

5. Papiloma intraduktal

Pertumbuhan benjolan seperti kutil, biasanya terbentuk dalam saluran susu di dekat puting. Papiloma intraduktal dapat menyebabkan keluarnya cairan dari puting. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita rentang usia 30-50 tahun. Anda mungkin perlu menjalani pembedahan untuk mengurangi risiko kanker.

6. Ektasia saluran susu

Wanita menopause lebih rentang mengalami masalah ektasia saluran susu. Kondisi ini juga dikenal sebagai mastitis periduktal. Mastitis adalah infeksi pada payudara yang ditandai dengan kemerahan, nyeri, dan bengkak. Benjolan yang muncul akibat kondisi ini sifatnya jinak.

7. Penyakit nekrosis lemak

Nekrosis lemak alias fat necrosis adalah tumor jinak yang terjadi akibat rusaknya kelenjar lemak di jaringan payudara. Benjolan akibat kondisi ini akan terasa padat dan sedikit keras. Tidak ada rasa nyeri yang akan timbul akibat nekrosis lemak.

Kerusakan kelenjar lemak pada payudara bisa terjadi karena beberapa hal, seperti benturan yang keras, ukuran payudara yang terlalu besar, atau efek samping dari perawatan kanker seperti lumpektomi maupun terapi radiasi.

Bagaimana penanganan benjolan payudara nonkanker?

Jika mengamati ketujuh tipe di atas, sebagian besar kasus benjolan non-kanker sebenarnya tidak membutuhkan penanganan  khusus.

Dokter baru akan merekomendasikan perawatan jika Anda mengalami masalah hiperplasia atipikal atau kasus benjolan payudara ringan yang dapat memicu risiko kanker di kemudian hari.

Jika Anda mengalami masalah nyeri atau tidak nyaman akibat benjolan tersebut, perawatan-perawatan ini mungkin membantu:

  • Aspirasi jarum halus untuk mengeluarkan cairan kista
  • Pembedahan untuk menghilangkan benjolan (lumpektomi)
  • Konsumsi antibiotik untuk kasus infeksi seperti mastitis

Secara umum, sebagian besar penyakit benjolan payudara non-kanker dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan khusus. Meski begitu, Anda harus tetap waspada jika merasakan gejala tumor payudara. Segera temui dokter jika Anda merasakan benjolan yang tidak biasa.

Kesehatan Wanita

Kenali Ciri Keputihan Normal

Sudah banyak yang tahu bahwa organ intim wanita atau vagina memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri. Hal ini ditandai dengan keluarnya cairan keputihan yang terjadi sepanjang siklus menstruasi atau saat masa ovulasi. Adakah ciri keputihan normal dan abnormal pada wanita?

Keputihan memiliki fungsi penting dalam sistem reproduksi wanita. Cairan keputihan diproduksi oleh kelenjar di dalam vagina dan leher rahim atau serviks. Keputihan normal terjadi karena berfungsi untuk menjaga kebersihan dan kelembapan Miss V secara alami. Ketika vagina mengeluarkan cairan keputihan, sel mati dan bakteri juga ikut keluar bersama cairan tersebut dan membuat Miss V terlindungi dari infeksi atau penyakit lainnya.

Sangat umum untuk memperhatikan ciri keputihan normal dan abnormal. Karena, setiap waktu keputihan dapat berubah tergantung siklus dan hormon dalam tubuh. Cairan vagina juga dapat berubah ketika Anda terangsang, serta saat dan setelah kehamilan. 

Keputihan normal pada umumnya berwarna bening atau putih serta tidak mengeluarkan bau yang menyengat. Namun, bisa jadi setiap perempuan mengalami ciri keputihan normal yang berbeda. Keputihan yang harus diwaspadai adalah ketika terjadi perubahan yang signifikan, baik pada bau, warna atau konsistensi cairan yang keluar.

Keputihan merupakan kondisi umum yang terjadi oleh setiap wanita

Keputihan sangat umum dialami oleh setiap wanita dan umumnya terjadi pada wanita yang telah memasuki pubertas, bahkan gingga wanita yang sudah memasuki masa menopause. Sangat penting untuk dapat mengenali keputihan normal dan tidak normal karena dapat mencegah masalah kesehatan yang lebih serius. Namun, jangan khawatir, keputihan abnormal juga dapat dikendalikan dengan menjaga Miss V tetap bersih dan tidak lembap.

Setiap siklus kewanitaan biasanya memiliki ciri keputihan normal yang berbeda. Sebagai contoh, ketika masa ovulasi, saat sedang menyusui, atau terangsang cairan yang dikeluarkan oleh vagina akan lebih banyak dari biasanya. Baunya pun juga dapat berbeda ketika hamil atau saat kebersihan pribadi sedang menurun. Semuanya merupakan keputihan normal bila tidak ada perubahan yang signifikan

Namun, yang perlu diperhatikan adalah ketika cairan keputihan mengalami perubahan pada warna, tekstur, dan bau. Kondisi ini bisa jadi tanda kalau keputihan yang dialami tidaklah normal. Hal ini terjadi karena infeksi atau adanya kelainan pada organ reproduksi.

Ciri keputihan normal 

Setiap bulannya, wanita akan mengalami beragam keputihan yang merupakan bagian dari siklus menstruasi. Volume, warna, dan konsistensi dari setiap keputihan pun dapat berbeda tergantung dari waktu keluarnya. Meski dapat berbeda-beda, terdapat ciri yang membedakan antara keputihan normal dan tidak normal. Berikut ciri keputihan normal.

  • Keputihan tidak berbau atau tidak mengeluarkan bau menyengat.
  • Carian tidak berwarna atau berwarna bening. Terkadang juga berwarna sedikit kecokelatan jika mendekati waktu menstruasi.
  • Meski konsistensinya dapat tergantung dari siklus menstruasi, keputihan normal biasanya memiliki konsistensi sedikit kental dan lengket.
  • Tidak menimbulkan rasa gatal atau nyeri.
  • Cairan tidak meninggalkan bercak kekuningan di celana dalam.

Perlu diketahui bahwa keputihan normal biasa terjadi karena adanya perubahan kadar hormon progesteron dan estrogen. Saat kadar hormon progesteron mendominasi, lendir keputihan yang muncul akan berwarna putih dan sedikit keruh. 

Sementara, apabila hormon estrogen yang mendominasi tubuh, keputihan akan berwarna bening dengan tekstur lebih cair. Selain dapat menimbulkan keputihan pada vagina, juga dapat menjadi tanda masuknya siklus ovulasi, perubahan leher rahim atau serviks, hingga perubahan suasana hati. Dan, ingat, wanita tidak perlu mencegah dan mengkhawatirkan timbulnya keputihan normal.