Kesehatan Gigi

Sudah Siap untuk Senyum Semakin Berseri? Jangan Ketinggalan Promo Behel Gigi!

Sudah Siap untuk Senyum Semakin Berseri? Jangan Ketinggalan Promo Behel Gigi!

Tidak semua orang memiliki gigi yang rata, rapi, dan berjejer dengan sempurna. Maka dari itu, banyak cara yang dilakukan salah satu di antaranya ialah memasang behel atau kawat di gigi. Tentunya dengan harga yang cukup mahal, bisa diupayakan dengan adanya promo behel gigi yang disediakan oleh klinik atau rumah sakit yang menyediakannya.

Perlu diketahui juga, bahwa behel tidak bisa asal pasang. Ini karena hasil perawatan akan bergantung pada kondisi masing-masing gigi. Sebelum memutuskan pasang kawat gigi, ada baiknya kamu tahu persiapan dan hal-hal apa yang akan terjadi saat pakai behel. Simak penjelasan lengkapnya lewat uraian berikut ini.

Hal yang Harus Diketahui Sebelum Pasang Kawat Gigi

Mengingat pemasangan kawat gigi adalah suatu perawatan gigi yang membutuhkan komitmen jangka panjang, jadi banyak hal yang harus dipersiapkan. Selain itu, ada beberapa risiko dan juga pantangan yang harus dipatuhi, lho. Berikut penjelasannya:

Foto Rontgen Panoramic Gigi Dulu

Dokter biasanya akan menyarankan foto rontgen gigi sebelum pasang behel. Tujuannya untuk melihat susunan dan kondisi seluruh gigi, mulai dari akar sampai ke tulang rahang.

Hasil foto rontgen juga dapat membantu memutuskan apa ada gigi yang harus dicabut atau tidak. Pencabutan ini berguna untuk menggeser gigi ke arah yang diinginkan dalam proses perawatan behel.

Membuat Cetakan Gigi

Setelah melakukan foto rontgen, dokter akan membuat cetakan gigi untuk membandingkan hasil kondisi awal dengan kondisi akhir nantinya. Cetakan ini juga bisa melihat kondisi rahang yang akan disesuaikan dengan pemasangan kawat ke depannya.

Konsultasi dengan Dokter Gigi

Kamu wajib konsultasi dulu dengan dokter gigi sebelum pasang behel. Fungsi konsultasi ini untuk mendiskusikan perawatan seperti bracket apa yang akan dipakai atau saran lain untuk merapikan kondisi gigimu. 

Misalnya untuk pasien anak-anak, sebaiknya pilih jenis bracket logam. Selain karena biayanya terjangkau, bracket logam sangat kuat dan tidak mudah aus, serta dapat dipasangkan karet warna-warni yang menarik.

Dengan konsultasi ke dokter gigi juga dapat menggambarkan rencana perawatan dan hasil seperti apa yang diharapkan. Nantinya dokter akan memutuskan seberapa sering kamu harus rutin cek gigi. Semakin jarang kontrol, semakin lama gigi jadi rapi, semakin mahal juga biaya perawatan yang harus dikeluarkan.

Tapi jangan khawatir, biasanya ada pihak klinik atau rumah sakit yang memberikan promo behel gigi sehingga pengeluaranmu berkurang dari harga sebelumnya.

Ketahui Pantangan yang Harus Dihindari

Apabila mau pasang kawat gigi, kamu juga harus memperhatikan pantangan apa yang harus dihindari. Umumnya dokter akan menganjurkan agar menghindari makanan manis berupa permen yang keras, es batu, roti, atau biskuit yang keras.

Tidak diperkenankan juga makan permen karamel yang lengket, lollipop, minuman kemasan bersoda, atau minuman berenergi lainnya. Hal tersebut harus dihindari guna mencegah kawat gigi tidak mudah lepas, kotor, atau rusak.

Efek Samping 

Setelah pasang kawat gigi, umumnya wajar bila terjadi iritasi atau sariawan di area yang dipasang bracket. Sehingga kemungkinan perlu memakai wax khusus gigi yang ditempelkan pada bagian bracket yang tajam.

Lalu, sehabis kontrol gigi setiap bulan misalnya, pasti akan ada rasa tidak nyaman dan sedikit sakit pada mulut. Ini karena gigi mendapat tekanan dari bracket supaya berubah ke posisi yang diinginkan. Jika tidak tahan dengan rasa sakitnya, maka bisa minum obat pereda nyeri yang diresepkan dokter.

Kamu juga bisa membantu meredakan rasa nyeri pasang behel dengan cara konsumsi makanan lembut dan lezat. Misalnya makan nasi putih, pasta, es krim, yoghurt, kentang tumbuk, atau sup hangat untuk meringankan beban gigi agar tidak mengunyah terlalu keras.

Jangka Waktu

Pada pasien dewasa, pasang kawat gigi terlalu lama umumnya tidak masalah. Namun pada anak kecil, perawatan gigi yang lama kadang bisa membuat ia jadi frustasi, lho. Untuk itu perlu diingatkan lagi, perawatan pasang behel ini sifatnya sementara, namun hasilnya permanen.

Guna mendapatkan hasil yang maksimal, maka tak jarang pasang kawat gigi harus dilakukan dalam jangka waktu yang lama, alias tidak instan. Agar gigi rapi secara permanen, pemasangan kawat gigi kira-kira menghabiskan waktu minimal 2 tahun atau bahkan lebih. Jadi, mohon bersabar dan rutin cek ke dokter, ya!

Dengan mengetahui informasi di atas maka diharapkan calon pasien mendapatkan gambaran lengkap persiapan sebelum mengenakan kawat gigi. Untuk tahu informasi lebih lanjut tentang pasang kawat gigi, jangan ragu konsultasi dengan dokter gigi terpercaya. Jangan lupa juga memanfaatkan promo behel gigi agar biaya yang dikeluarkan bisa tidak terlalu mahal.

Kesehatan Gigi

Apa Itu Perikoronitis? Ini Penjelasannya

Merupakan peradangan yang menyerang jaringan gusi gigi geraham bungsu disebut dengan perikoronitis. Gigi geraham ini merupakan geraham ketiga yang terletak paling dalam dan terakhir tumbuh, perlu diketahui bahwa kondisi ini jika tidak diobati bisa merusak susunan gigi dan menyebabkan bau mulut.

Peradangan ini menginfeksi geraham yang tumbuh tidak normal, tertanam atau tumbuh miring, gejala yang ditimbulkan terbagi menjadi dua berdasarkan kondisi penyakit. Yakni akut atau timbul dalam waktu singkat dan mendadak dan kronis atau kondisi yang sudah berlangsung lama hingga tahunan dialami oleh pasien.

Gejala dan Penyebab Perikoronitis

Terdapat beberapa kondisi yang diyakini merupakan gejala peradangan pada gigi geraham bungsu ini, untuk kondisi akut di antaranya seperti gusi bengkak, nyeri tajam di sekitar gigi geraham, sulit dan sakit ketika menelan makanan, keluarnya nanah dari gusi yang terinfeksi dan gerakan membuat serta menutup rahang menjadi terbatas sekaligus kadang menyakitkan.

Sementara itu untuk kondisi kronis ditandai dengan nyeri tumpul pada gigi yang kerap muncul selama satu hingga dua hari. Disertai bau napas dan rasa yang tidak enak di sekitar mulut, kondisi ini muncul bukan tanpa alasan. Penyebab awalnya karena susunan gigi yang tidak sempurna, bisa karena jarak gigi terlalu rapat atau terlalu renggang.

Gigi dengan keadaan tersebut bisa membuat sisa-sisa makanan mudah terselip di sela-sela gigi dan menjadi sulit untuk dibersihkan. Sisa makanan yang dibiarkan menempel pada gigi dapat membentuk plak dan kemungkinan bakteri masuk ke jaringan gusi terbuka lebar. Bakteri yang sudah masuk ke dalam jaringan akan menginfeksi gusi sekaligus mengakibatkan peradangan.

Selain itu terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya peradangan pada seseorang, diantaranya seperti berusia 20 hingga 29 tahun, pertumbuhan gigi bungsu yang tidak normal, tertanam atau miring, kesehatan gigi yang tidak terjaga dengan baik, stres, kelelahan hingga dalam keadaan hamil.

Pengobatan Radang Gigi Geraham

Dokter dapat mendiagnosis pasien mengalami peradangan ini dari gejala-gejala yang muncul, selain dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat kondisi gigi pasien. Dalam mencari dan memastikan adanya peradangan di sekitar geraham, dokter akan melakukan pemeriksaan foto rontgen gigi.

Terdapat beberapa metode pengobatan yang bisa dilakukan, tergantung dari tingkat keparahannya mulai dari pemberian obat untuk meredakan nyeri, operasi untuk memperbaiki jaringan gusi yang meradang atau pencabutan gigi hingga perawatan gigi secara mandiri guna mencegah berkembangnya penyakit ini.

  1. Obat

Jenis obat yang diresepkan dokter untuk mengatasi kondisi ini adalah paracetamol atau ibuprofen dengan tujuan mengurangi rasa nyeri. Dalam kondisi gusi yang sudah membengkak, dokter akan memberi resep antibiotik. Pemberian obat diiringi dengan tindakan pembersihan gigi dan gusi oleh dokter gigi, menghilangkan sisa makanan dan tumpukan plak di mulut.

  1. Operasi Gigi dan Gusi

Jika gusi meradang dianggap dapat menimbulkan gangguan lebih jauh terhadap kesehatan mulut, maka dokter dapat merekomendasikan operasi guna memperbaiki lipatan gusi atau mencabut gigi jika dirasa diperlukan oleh dokter.

  1. Upaya Mandiri

Dalam mendukung efektivitas pengobatan perikoronitis, pasien sangat dianjurkan untuk melakukan upaya mandiri. Tujuannya mencegah gejala-gejala semakin bertambah parah, pasien diharapkan untuk menerapkan beberapa langkah berikut ini.

  • Menjaga kebersihan gigi dengan cara menyikat gigi dan membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang, minimal dua kali dalam sehari.
  • Rajin berkumur menggunakan obat kumur atau larutan garam dan memeriksakan gigi ke dokter gigi secara berkala.
Kesehatan Gigi

Scaling dan Polishing Pada Gigi, Ini Manfaatnya yang Belum Terungkap!

Merawat kesehatan mulut adalah hal yang sangat penting dalam membantu menghindari Anda dari berbagai penyakit mulut dan gigi. Bahkan beberapa orang pun melakukan perawatan gigi seperti scaling dan polishing. 

Scaling dan polishing adalah dua prosedur gigi yang paling umum yang dilakukan untuk profilaksis atau pencegahan suatu penyakit. Pada artikel kali ini akan kami bahas apa saja manfaat dari melakukan perawatan scaling dan polishing pada gigi. Berikut penjelasannya!

Apa itu scaling dan polishing?

Scale dan polish dirancang untuk membersihkan gigi Anda secara menyeluruh yang jauh lebih efektif daripada menyikat gigi sendiri. Gigi Anda tidak hanya akan terlihat bersih, tetapi seluruh mulut Anda juga akan terasa lebih bersih. Ahli kebersihan gigi Anda akan menggunakan sesuatu yang dikenal sebagai scaler elektrik untuk menghilangkan karang gigi yang paling keras sekalipun. 

Ini akan bergetar dengan kecepatan yang sangat tinggi untuk memecah zat keras pada gigi Anda, garis gusi, dan sela-sela gigi Anda di tempat yang sulit terjangkau sekalipun. Semburan air akan membersihkan kotoran dari tahap ini dalam proses pembersihan. 

Selanjutnya, tahap polishing akan mengembalikan kilau alami gigi Anda menggunakan sikat dan pasta gigi yang berputar. Selain untuk mengembalikan kilau gigi, polishing dilakukan untuk menghilangkan noda eksternal dan menghaluskan permukaannya. Hasilnya adalah gigi yang bersih , halus, dan berkilau sehingga lebih mudah dirawat di rumah.

Manfaat scaling dan polishing yang belum diketahui

  • Membantu menghilangkan bau mulut. Banyak orang mengira bau mulut disebabkan oleh makanan yang mereka makan, pada kenyataannya tidak seperti itu. Penumpukan tartar seringkali menjadi penyebab utamanya, jadi satu-satunya cara untuk menyembuhkan bau mulut kronis adalah dengan menghilangkan kotoran di gigi dan gusi Anda. Dan tentu saja, dengan melakukan scaling dan polishing ini. Namun, Anda pun harus menyikat lidah Anda karena bulu di lidah Anda juga dapat menuai bakteri penyebab bau.
  • Baik untuk jantung. Ada banyak penelitian yang dilakukan tentang korelasi antara kesehatan mulut dan kesehatan secara keseluruhan. Penyakit ginggivitis dan gusi memiliki efek langsung pada kesehatan kardiovaskular Anda. Risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke, diabetes, dan banyak penyakit yang mengancam jiwa lainnya dapat sangat dikurangi hanya dengan menghilangkan karang gigi yang bertindak sebagai faktor penyebab banyak penyakit yang melemahkan ini. 
  • Lebih menghemat uang. Merawat gigi dan mulut dengan baik di rumah dan dengan mengunjungi dokter gigi atau ahli kesehatan secara teratur, akan menghemat uang Anda. Pasalnya, pembersihan rutin oleh dokter gigi Anda akan membantu mencegah gigi berlubang, tetapi yang lebih penting dapat mengidentifikasi gigi berlubang atau karies pada tahap awal. Merawat rongga kecil yang mungkin bisa menghabiskan biaya yang sedikit dibandingkan dengan ketika gigi berlubang sudah berkembang menjadi lebih besar. Karena, jika tidak ditangani pasti akan menyebabkan komplikasi yang tidak diinginkan termasuk, infeksi, perawatan saluran akar, gigi tanggal, dan lainnya, semua hal itu tentu aja bisa menyebabkan pengeluaran yang lebih besar lagi. 

Seberapa sering scaling dan polishing dilakukan?

Hal ini akan tergantung pada kesehatan mulut dan faktor gaya hidup yang Anda jalani, tetapi normalnya enam bulan sekali. Kecuali ada informasi lain dari dokter gigi Anda dan mengharuskan Anda melakukan lebih sering atau ada waktu tertentu. Beberapa alasan yang mungkin memerlukan pembersihan professional lebih sering meliputi:

  • Merokok  
  • Diabetes
  • Pewarna teh/kopi/alkohol seperti, wine
  • Riwayat penyakit gusi atau pembusukan
  • Bau mulut

Kesimpulannya, scaling dan polishing adalah salah satu proses yang dibuat untuk membantu membersihkan dan merawat gigi Anda, selain menyikat gigi itu sendiri. Banyak sekali manfaat yang bisa di dapat jika Anda melakukan scale dan polish secara teratur seperti yang direkomendasikan dokter gigi, di antaranya dapat mengatasi bau mulut, baik untuk kesehatan jantung Anda, serta tentunya membersihkan dan memberikan kesehatan pada mulut dan gigi Anda.

Kesehatan Gigi

D-Arts Dental, Klinik Dokter Gigi di Surabaya Terbaik

Di jaman dahulu sekitar sepuluh atau lima belas tahun yang lalu banyak orang mungkin merasa takut untuk pergi ke dokter gigi. Terutama bagi anak-anak, mereka akan selalu mencari alasan untuk bisa terhindar tidak pergi ke dokter gigi meskipun hingga saat ini sudah banyak klinik terpercaya untuk melakukan perawatan gigi termasuk salah satunya dokter gigi di Surabaya.

Seiring berkembangnya zaman, banyak orang yang kini justru datang ke dokter gigi atau spesialis gigi meskipun tidak sedang sakit gigi. Salah satu tujuan mereka adalah untuk merapikan gigi agar lebih bagus dan tentunya untuk menjaga kesehatan. Karena tak dipungkiri jika gigi bersih dan teratur berdampak pada penampilan menarik seseorang, baik itu perempuan maupun laki-laki.

Dokter Gigi di Surabaya Terbaik

Di Surabaya kini telah hadir klinik spesialis gigi di Surabaya yang sangat direkomendasikan dalam perawatan gigi. D-Arts Dental hadir menawarkan berbagai macam pelayanan, mulai dari ortodonti, veneer, bleaching hingga perawatan gigi untuk anak-anak. One stop solution menjadi konsep yang diusung oleh klinik ini.

Memiliki berbagai spesialis, tempat ini menyediakan perawatan satu pasien yang akan dilayani oleh tiga orang dokter secara langsung. Putu Indra drg.So,Ort merupakan salah seorang spesialis ortodonti yang telah menjadi pembicara studi kasus di forum spesiali orto Asia-Pasific. Berfokus pada advanced orthodontic treatment yang berkesinambungan dengan teknologi IT.

Menciptakan rancangan perawatan yang lebih terkontrol dan terprediksi, kondisi pasien terlebih dahulu akan diperiksa guna mengetahui perawatan apa yang tepat untuk mereka sebelum ditangani oleh dokter. Putu Indra juga memastikan bahwa semua pasien akan mendapatkan pelayanan dan pengobatan terbaik dari D-Arts Dental Clinic.

Selain pelayanan lengkap, klinik ini juga memiliki peralatan yang lengkap yang salah satunya alat ortodonti cekat atau yang biasa disebut dengan behel oleh masyarakat umum dengan fungsi untuk harmonisasi gigi dan rahang. Dokter spesialis orto juga dituntut untuk menyelaraskan kontak gigi atas dan bawah, serta memperbaiki posisi rahang dan mengurangi gummy smile.

Veneer Perawatan

Veneer gigi adalah lapisan tipis material yang ditempel permanen di permukaan gigi, artian mudahnya seperti pemasangan kuku palsu namun dilakukan di gigi. Pemasangan veneer ini memiliki beberapa tujuan, seperti menutupi warna gigi yang kuning hingga tampak menjadi lebih putih dan menutup renggang antara dua gigi.

Terdapat dua veneer yang bisa digunakan oleh pasien dalam perawatan gigi yakni Direct Veneer atau composite veneer dan Indirect Veneer atau porcelain veneer. Putu Indra menjelaskan jika pemasangan veneer ini tak hanya membuat gigi agar sehat tetapi juga membuat gigi semakin terlihat putih.

Putu Indra juga menegaskan apabila jika veneer ini bukan merupakan estetika melainkan sebuah perawatan untuk gigi. Meskipun jika pasien ingin mendapatkan gigi putih bisa dengan memilih perawatan bleaching. Perawatan ini dilakukan dengan dua cara, yakni menggunakan sinar dan tidak menggunakan sinar.

Lebih direkomendasikan untuk memilih perawatan sinar karena diklaim lebih efektif ketimbang perawatan non sinar. Proses perawatan bleaching ini juga termasuk singkat dan tidak membutuhkan banyak waktu, maksimal empat kali selama 15 menit. D-Arts Dental klinik dokter gigi di Surabaya juga memiliki beberapa perawatan lain untuk memaksimalkan kesehatan gigi pasien.

Seperti Penyempurnaan Cepat Keindahan Gigi, Pengendalian Rasa Sakit, Odontectomy atau pencabutan gigi, Dental X-Ray, Kiddy Dental Care, Perawatan Gigi Selama Kehamilan dan Nafas Segar.

Kesehatan Gigi

Perhatikan Jaringan dalam Anatomi Gigi Manusia agar Kesehatan Gigi Terjaga

Gigi merupakan bagian dari tubuh manusia yang memiliki bagian yang paling keras yang disebut sebagai enamel. Semuanya ada dalam anatomi gigi kita. Karena kerasnya gigi tersebut, gigi digunakan untuk identifikasi korban kecelakaan dengan melihat rekam medis pada gigi tersebut.

Seperti apakah anatomi gigi manusia?

Informasi detail mengenai jaringan-jaringan yang berfungsi membentuk gigi manusia dan jaringan pendukung gigi dijelaskan sebagai berikut:

  1. Enamel merupakan lapisan terluar dari gigi yang berfungsi memberikan warna pada gigi. Enamel bersifat sangat keras dan berada di lapisan terluar gigi. Enamel juga berfungsi melindungi lapisan-lapisan lain yang berada di bawahnya. Nah, apabila enamel rusak akibat infeksi bakteri atau cedera, proses tambal gigi merupakan cara untuk mengembalikan enamel ke kondisi seperti semula.
  2. Dentin terletak di bawah enamel dan memiliki konsistensi yang lebih lunak. Dentin sangat sensitif terhadap nyeri, rasa dingin, dan angin karena ia terhubung dengan saraf-saraf dari gigi. Rasa nyeri akibat sakit gigi umumnya disebabkan karena lubang yang sudah mencapai lapisan dentin.
  3. Pulpa atau saraf gigi terletak di bagian tengah gigi yang memanjang hingga mencapai akar gigi. Apabila terdapat kerusakan yang mencapai pada lapisan ini, dapat dikatakan bahwa gigi dalam kondisi terparah dan membutuhkan tindakan pencabutan atau perawatan saluran akar gigi.
  4. Gusi merupakan jaringan pendukung gigi yang terlihat di dalam rongga mulut dan memiliki tekstur lembut. Gusi menutupi bagian bawah mahkota gigi yang tidak terlindungi oleh enamel. Rangsangan pada daerah gusi terasa lebih sensitif terhadap nyeri. Gusi memiliki fungsi untuk mencegah bakteri masuk ke sela-sela gigi dan merusak gigi dari dalam.
  5. Tulang alveolar yang merupakan jaringan pendukung gigi yang berfungsi sebagai tempat tertanamnya gigi. Terdapat bagian padat dari tulang ini (lamina dura) yang menempel pada sementum di dasar akar dekat dengan ligamen periodontal.
  6. Sementum yang merupakan lapisan yang menutupi akar gigi. Sementum berfungsi memperkuat posisi akar gigi yang tertanam di tulang alveolar dan tertutup gusi dengan cara menempel ke serat-serat kolagen di ligamen periodontal.
  7. Ligamen periodontal yang merupakan jaringan ikat khusus dan melekatkan sementum dengan tulang alveolar. Ligamen periodontal bekerja sama dengan sementum dan tulang alveolar untuk mempertahankan kekuatan gigi.

Untuk tetap mempertahankan fungsi jaringan-jaringan di gigi  agar tetap optimal, selalu lakukan kontrol gigi setidaknya enam bulan sekali ke dokter gigi. Jangan lupa untuk menggosok gigi setidaknya dua kali sehari dengan benar serta menggunakan dental floss sehari sekali atau berkumur dengan obat kumur secara rutin untuk menjaga kesehatan mulut, gusi, dan gigi. Menghindari kebiasaan seperti merokok dan mengkonsumsi minuman bersoda juga berperan dalam menunjang kesehatan gigi dan mulut.

Kesehatan Gigi

Perhatikan Kebiasaan Buruk Berikut Apabila Tidak Ingin Punya Gigi Keropos

Gigi yang sehat dan sempurna tanpa ada satupun gigi keropos menjadi dambaan banyak orang. Dengan gigi yang sehat, kita bebas untuk menyantap hidangan apapun. Namun, sayangnya tidak semua orang benar-benar melakukan upaya maksimal untuk menjaga kesehatan gigi. Pada kenyataannya, terdapat beberapa kebiasaan buruk yang dilakukan tanpa kamu sadar mampu menyebabkan gigi keropos. 

Gigi kamu dikatakan keropos jika enamel alias lapisan terkuat pada gigi mengalami kerusakan seperti pecah atau retak. Jika sudah rusak, enamel tidak bisa tumbuh lagi sehingga gigi kamu rawan keropos dan pada akhirnya akan berlubang.

Pengeroposan gigi bisa terjadi karena masalah kesehatan, misalnya mulut kering akibat air liur yang sedikit. Normalnya, air liur berfungsi untuk melindungi enamel (melapisinya dengan kalsium dan mineral lainnya) serta melarutkan zat korosif, seperti asam dan bakteri dalam mulut.

Asam lambung yang mengalir ke kerongkongan atau sampai rongga mulut (refluks) juga bisa menyebabkan gigi keropos. Kontak gigi dengan asam lambung ini mempercepat pengikisan enamel.

Namun dibanding masalah kesehatan, faktor kebiasaan lebih berperan dalam mengikis enamel gigi. Beberapa kebiasan buruk yang mempercepat terjadinya gigi keropos antara lain:

  • sering minum minuman bersoda. Sudah bukan rahasia lagi bahwa minuman bersoda mengandung gula dan asam sitrat yang tinggi. Kandungan ini merupakan musuh bagi enamel karena mereka dapat merusak lapisan enamel yang kemudian menyebabkan gigi keropos. Penting juga untuk diketahui bahwa minuman bersoda dapat mempercepat pertumbuhan plak pada gigi.
  • Sering minum jus buah. Walaupun mengkonsumsi buah memang bagus untuk kesehatan, ternyata kandungan asam yang terdapat pada buah itu sendiri bisa mengikis enamel gigi, lho. Jika kamu penyuka buah-buahan asam seperti apel dan jeruk, jangan lupa rajin sikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluoride, ya. Selain itu, jangan lupa untuk minum air putih yang cukup agar mulut selalu terhidrasi dan tidak dalam keadaan kering.
  • Diet tinggi gula dan karbohidrat. Tahukah kamu bahwa gula dan karbohidrat bersifat asam? Ya, banyak mengonsumsi kedua zat ini memudahkan kuman dalam mulut untuk berkembang sehingga mempercepat pengeroposan gigi.
  • Kebiasaan buruk. Selain makanan, cara kamu memperlakukan gigi juga bisa membuat gigi keropos. Enamel gigi, misalnya, bisa terkikis karena adanya gesekan antar gigi yang keras (bruxism), menggosok gigi terlalu keras, serta menggigit benda keras, seperti kuku, tutup botol, atau pulpen. Kebiasaan memakan es batu juga dapat menyebabkan kerusakan pada gigi, lho.

Kamu sebaiknya mulai menghindari penyebab-penyebab di atas apabila tidak ingin memiliki gigi keropos. Hal-hal sederhana, seperti minum air putih yang cukup, menggunakan dental floss sehari sekali, dan gosok gigi secara benar minimal dua hari sekali, dapat membantu kamu mencegah gigi keropos. Jangan tunggu sampai gigi berlubang dengan menjadwalkan pemeriksaan rutin ke dokter gigi untuk mengecek kondisi kesehatan gigi kamu.

Kesehatan Gigi

Cara Efektif Mencegah Gigi Sensitif

Permasalahan pada gigi, seperti gigi berlubang memang sering kali dianggap tidak ada solusi lainnya, selain menambal atau mencabut gigi bermasalah tersebut. Sebenarnya, permasalah-permasalah pada gigi dapat dicegah sebelum akhirnya menjadi benalu dan mengganggu aktivitas kita. Sebagai contoh, pencegahan gigi sensitif, yang mana kondisi ini sering kali dialami oleh banyak orang.

Masalah gigi sensitif bisa saja timbul karena cara menggosok gigi yang salah atau kebiasaan buruk tertentu, seperti memakan es batu. Contoh lain mengapa seseorang mengalami gigi sensitif adalah karena ia menggosok gigi atau menggunakan sikat gigi terlalu keras, bisa juga karena kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur yang tidak disadari.

Pencegahan gigi sensitif

Pada kenyataannya, gigi sensitif yang terjadi karena kebiasaan atau gaya hidup dapat dicegah, lho. Anda bisa mengubah gaya hidup agar gigi kembali sehat dan tidak lagi mengalami ngilu karena sensitif terhadap suatu rangsang.

Beberapa cara untuk mencegah gigi sensitif adalah:

  • Memilih sikat gigi yang memiliki bulu halus
  • Mengganti sikat gigi setiap 3 bulan
  • Gunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif sehingga bisa mengurangi rasa ngilu
  • Memeriksakan diri secara berkala ke dokter gigi
  • Mengurangi konsumsi makanan atau minuman terlalu panas atau dingin

Jika sudah melakukan beberapa cara pencegahan gigi sensitif di atas, seharusnya gigi Anda akan mereda dan kembali ke kondisi normal. Namun, jika Anda masih merasa ngilu, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter gigi agar mendapatkan diagnosis yang tepat terhadap permasalahan gigi Anda.

Bahan alami pereda gigi sensitif

Berikut beberapa bahan alami yang dapat meredakan gigi sensitif:

  • Kumur air garam

Kumur dengan menggunakan air garam dianggap menjadi salah satu cara paling efektif untuk berbagai keluhan pada mulut. Hal ini didukung oleh fakta bahwa kandungan nutrisi dalam air garam dapat membunuh bakteri dan kuman penyebab gigi sensitif terasa ngilu.

  • Minyak cengkeh

Siapa sangka bahwa kandungan nutrisi dalam cengkeh ternyata baik bagi kesehatan gigi? Minyak cengkeh ini dapat digunakan untuk mengatasi rasa ngilu pada gigi sensitif. Caranya cukup dengan membasahi kapas dengan minyak cengkeh kemudian mengusapkan perlahan ke area gigi yang sensitif.

  • Bawang putih

Kandungan nutrisi bawang putih juga bermanfaat mengatasi gigi sensitif. Anda bisa mengoleskan bawang putih yang telah dihaluskan pada bagian gigi yang bermasalah.

Namun, apabila Anda merasa ragu dengan cara-cara pencegahan alami untuk mengatasi gigi sensitif seperti yang telah dijabarkan di atas, maka konsultasikan kepada dokter gigi tentang kondisi kesehatan gigi Anda. Semoga lekas sembuh!