bayi & menyusui

Kapan Waktu Terbaik Melakukan Vaksin Hepatitis B?

Dapat menyerang fungsi organ hati, virus hepatitis B dapat dicegah menggunakan vaksin. Vaksin hepatitis B bisa diberikan pada dewasa, anak-anak, bahkan bayi yang baru lahir. Namun tentunya dengan penggunaan dosis yang berbeda-beda. 

Vaksin hepatitis B bisa dilakukan untuk mencegah virus hepatitis yang dapat memicu infeksi pada organ hati. Virus ini dapat menyerang siapa saja, termasuk bayi yang baru lahir sekalipun. 

Dalam beberapa kasus, penyakit hepatitis B ini dapat membaik dengan sendirinya dalam kurun waktu 1 hingga 2 bulan. Hal ini jika terjadi dalam kadar intensitas yang rendah.  

Namun virus ini juga bisa bertahan lebih dari 6 bulan. Tentunya kondisi ini akan menyebabkan peradangan kronis di organ hati, sirosis atau jaringan parut pada hati, kanker hati, hingga memicu gagal hati. 

Waktu terbaik untuk melakukan vaksin hepatitis B

Melakukan vaksin hepatitis B bisa dilakukan kapan saja. Vaksin ini juga bisa diberikan pada siapa saja, baik orang dewasa, anak-anak, hingga bayi yang baru lahir. 

Untuk bayi yang baru lahir wajib diberikan 12 jam setelah kelahirannya. Ini karena sistem kekebalan pada tubuh bayi yang baru lahir belum punya kemampuan untuk melawan virus hepatitis B layaknya orang dewasa. 

Sebab, jika bayi yang terlanjur terinfeksi maka bayi akan mengalaminya seumur hidup. Selain itu manfaat lain dari vaksin hepatitis B ini juga akan mengurangi risiko terkena sirosis bahkan kanker hati pada bayi.

Selain bayi, risiko kematian karena penyakit hati juga bisa mengintai anak di usia 5 tahun pertamanya. Termasuk pula penyakit gagal hati dan kanker hati yang disebabkan oleh penyerangan virus hepatitis B. 

Maka untuk mencegahnya, pemberian vaksin tentunya diwajibkan. Dan vaksin pertama paling baik diberikan dalam kurun waktu 12 jam setelah anak dilahirkan. 

Namun minimal 30 menit sebelum divaksin, bayi terlebih dahulu diberi suntikan vitamin K.

Jenis vaksin Hepatitis B

Vaksin hepatitis B yang diberikan juga berbeda-beda dan sesuai dengan ketentuan berikut:

Pada anak usia 0,1, dan 6 bulan jenis yang diberikan yakni vaksin HB monovalen. Ketika bayi dilahirkan dari ibu yang positif hepatitis B, diberikan vaksin HB yang ditambah dengan  immunoglobulin hepatitis B (HBIg).

Jika yang akan diberikan jenis vaksin hepatitis B yang dikombinasikan dengan DTPw (difteri, tetanus, pertusis), maka pemberian vaksin akan didahului dengan vaksin HB monovalen di usia 0 bulan, kemudian dilanjutkan dengan pemberian vaksin  HB kombinasi DTPw pada saat anak usianya 2, 3, dan 4 bulan.

Untuk jenis vaksin HB yang dikombinasikan dengan DTPa (difteri, tetanus, pertusis), didahului dengan pemberian vaksin HB monovalen di usia anak 0 bulan. Lalu pemberian vaksin HB kombinasi DTPa bisa dilakukan saat anak berusia 2,4, dan 6 bulan.

Vaksin hepatitis B juga wajib diberikan pada anak dan remaja yang usianya di bawah 19 tahun, dimana mereka belum pernah mendapatkan imunisasi hepatitis B ini.

Ukuran dosis pada kategori usia tersebut yakni 0,5 ml. Sementara untuk orang dewasa yang berisiko tinggi terserang hepatitis B diberikan dosis 1 ml. 

Efek samping vaksin Hepatitis B

Efek samping yang dirasakan penerima vaksin hepatitis B ini cukup beragam. 

Namun pada umumnya tidak muncul dan jika terjadi hanya akan berdampak ringan. 

Seperti gatal, demam, bercak merah di kulit, sakit kepala, mudah lelah, bengkak di area suntikan, mual, dan rasa terbakar pada kulit

Apabila terjadi alergi pada bayi setelah divaksin, sebaiknya segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

bayi & menyusui

Bubur Milna, Bubur Pilihan Untuk Bayi

Bubur Milna

Jika Anda baru memiliki anak, ada berbagai hal yang perlu Anda perhatikan untuk menjaga kondisi kesehatannya. Salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah memberikannya makanan yang tepat. Ketika usia bayi mencapai 6 bulan, bayi bisa mengkonsumsi bubur. Ada berbagai bubur Milna yang bisa dikonsumsi bayi, salah satunya adalah Milna Sup Ayam Jagung. Bubur tersebut dapat dikonsumsi oleh bayi berusia 8 bulan ke atas.

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Produk Kesehatan

Sebelum Anda membeli produk kesehatan seperti bubur Milna, Anda sebaiknya perhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  • Harga

Salah satu hal yang sebaiknya Anda perhatikan adalah harga yang ditawarkan kepada konsumen. Jika harga yang ditawarkan terjangkau, Anda bisa memperoleh produknya dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika harganya kurang terjangkau, Anda bisa mencari alternatifnya.

Jika produk tersebut tersedia dengan harga promo, Anda sebaiknya cari tahu apakah promonya masih berlaku atau tidak.

  • Kualitas produk

Hal lain yang sebaiknya Anda perhatikan adalah kualitas produk. Kualitas produk dapat menentukan kepuasan konsumen. Jika kualitas yang ditawarkan bagus, sebagian orang mungkin akan membeli produk yang sama di lain waktu.

  • Pembelian

Anda sebaiknya jangan asal membeli produk kesehatan, karena barang-barang tersebut mungkin tidak dapat memberikan jaminan kepada konsumen. Oleh karena itu, Jika Anda ingin membeli produk kesehatan di tempat, Anda sebaiknya beli di tempat yang resmi seperti supermarket. Jika Anda ingin membeli produk kesehatan secara online, Anda sebaiknya cari toko online ternama atau toko yang memiliki ulasan yang bagus.

  • Izin edar

Hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah izin edar produk kesehatan. Jika produk kesehatan, termasuk makanan, ingin dijual di Indonesia, produk-produk tersebut perlu diuji terlebih dahulu oleh pihak terkait seperti BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), untuk mengetahui apakah aman untuk diberikan kepada konsumen atau tidak.

  • Diskusi dan rekomendasi

Jika Anda tidak yakin apakah Anda sebaiknya membeli produk kesehatan yang Anda butuhkan atau tidak, Anda bisa bertanya kepada orang-orang yang Anda kenal dan sering melakukan hal tersebut. Jika Anda sudah mengetahui pendapat mereka dan mayoritas setuju dengan keputusan tersebut, Anda bisa membelinya.

  • Ketentuan

Tidak semua produk kesehatan memiliki aturan pakai yang sama. Oleh karena itu, pengguna perlu baca aturan pakai yang tertera pada kemasan sebelum menggunakannya. Efek samping bisa timbul jika pengguna tidak menggunakan produknya sesuai dengan kemasan.

Untuk menentukan makanan seperti apa yang sebaiknya Anda beli untuk bayi Anda, Anda harus pertimbangkan produk yang sesuai dengan usia bayi Anda. Kandungan yang ideal untuk mendukung kesehatan bayi Anda adalah sayuran dan zat besi.

Tentang Bubur Milna

Jika Anda memberikan bayi Anda bubur Milna, berikut adalah manfaat yang akan diperolehnya:

  • Mendukung pertumbuhan otak.
  • Mendukung pertumbuhan tulang dan gigi.
  • Menjaga kesehatan pencernaan.

Jika Anda ingin memperoleh bubur Milna seperti Milna Sup Ayam Jagung, Anda bisa membelinya melalui situs SehatQ. Produk tersebut tersedia dengan harga Rp 15.300,00.

Penyajian Bubur Milna

Berikut adalah cara-cara untuk menyajikan bubur untuk bayi:

  1. Tuangkan air panas ke dalam mangkuk dengan jumlah yang ditentukan melalui kemasan.
  2. Masukkan bubur Milna dalam jumlah takaran yang sesuai.
  3. Aduk bubur Milna hingga merata dan pastikan buburnya dalam keadaan hangat.

Jika Anak Anda Mengalami Kondisi Tertentu

Jika anak Anda mengalami kondisi tertentu, Anda sebaiknya temui dokter. Dokter akan memberikan pengobatan yang lebih baik untuk mengatasi kondisi yang dialami anak Anda.

Kesimpulan

Ketika usia bayi Anda setidaknya 6 bulan, Anda bisa memberikannya nutrisi lain seperti bubur. Jika Anda ingin membeli bubur Milna, Anda sebaiknya perhatikan hal-hal yang disebutkan di atas supaya Anda bisa belanja dengan aman. Jika anak Anda mengalami kondisi tertentu, Anda bisa menghubungi dokter.

bayi & menyusui

Bayi Tumbuh Gigi, Bagaimana Perkembangan Idealnya?

Proses bayi tumbuh gigi pertama memang selalu dinanti-nantikan oleh orang tua. Proses alami ini terjadi di usia yang berbeda-beda pada masing-masing bayi. Ada pula berbagai gejala yang muncul menjelang gigi bayi tumbuh.

Pondasi gigi bayi atau gigi susu ini sudah mulai terbentuk saat bayi masih berada dalam kandungan. Bahkan ada kasus langka di mana bayi terlahir dengan satu atau dua gigi depan. Ada pula bayi yang mengalami tumbuh gigi di usia beberapa minggu kehidupannya.

Usia Bayi saat Mulai Tumbuh Gigi

Secara umum, bayi mengalami pertumbuhan gigi di usia 6-10 bulan. Ada pula yang muncul lebih awal di usia 3 bulan. Sebaliknya, tak jarang bayi mengalami keterlambatan tumbuh gigi di usia 1 tahun ke atas. 

Gigi yang pertama kali muncul dimulai dari gigi seri, dan diakhiri oleh pertumbuhan gigi taring. Dua gigi seri tengah bagian bawah adalah gigi pertama yang paling umum muncul. Kemudian, selang 4-8 minggu setelahnya, akan muncul gigi seri atas dan gigi seri samping atas dan bawah.

Jika gigi seri sudah tumbuh lengkap, maka akan muncul gigi geraham yang fungsinya untuk mengunyah makanan. Lalu, diikuti pula dengan pertumbuhan gigi geraham kedua di usia bayi 23 dan 31 bulan.

Saat usia anak menginjak 36 bulan atau 3 tahun, akan muncul gigi taring untuk melengkapi 20 buah gigi susu anak. Gigi taring ini gigi yang paling terakhir tumbuh. Jika gigi susu anak belum lengkap saat anak berusia 3 tahun, maka segera periksakan anak ke dokter gigi.

Merangsang Pertumbuhan Gigi Anak Menurut Dokter Spesialis Gigi Anak

Menurut drg. Merdiana Dwi Trasti, SpKGA, Dokter Spesialis Gigi Anak dari RS Primaya Evasari Jakarta, menyebut bahwa usia 6-12 bulan umumnya anak mengalami pertumbuhan gigi seri bagian bawah dan bagian atas. Jika memang belum ada tanda-tanda adanya proses pertumbuhan gigi anak di usia tersebut, maka Anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini. 

  • Memperbanyak makan makanan yang bertekstur kasar. Misalnya memberikan finger food sayur atau buah saat dengan tekstur halus namun cukup padat saat snack time. Seperti misalnya brokoli, kembang kol, wortel, timun, pisang, pepaya, dan melon.
  • Menggosok gusi dengan kasa 1 kali sehari sebelum tidur meskipun bayi belum tumbuh gigi. Membersihkan area gusi ini untuk membersihkan gusi dari sisa makanan. Selain itu, penggunaan kain kasa yang dililit ke jari juga bisa memperlancar peredaran darah di area gusi.
  • Memberikan bayi teether yang berbahan karet dan aman. Teether ini bisa berbentuk ring atau sikat gigi karet sehingga lebih mudah digenggam oleh bayi, namun penggunaannya harus di bawah pengawasan orang tua.

Hal-hal tersebut bisa merangsang otot pengunyahan dan gusi bayi sehingga proses pertumbuhan gigi bisa lebih optimal. Namun, jika usia bayi sudah 12 bulan dan belum ada tanda-tanda pertumbuhan gigi, maka konsultasikan ke dokter gigi anak untuk mendapatkan analisa secara medis.

Jika Bayi Tak Kunjung Tumbuh Gigi Pertama….

Setiap bayi memiliki kemampuan berbeda-beda dalam tumbuh kembangnya. Anda sebagai oran tua tidak perlu khawatir selama memperhatikan apakah ada faktor genetik dan faktor medis yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan gigi Si Kecil. Perhatikan pula makanan yang dikonsumsi anak untuk bisa merangsang pertumbuhan giginya. Penting sekali untuk memeriksakan kesehatan gigi anak sejak kecil secara rutin agar mengetahui tumbuh kembang giginya.

Bayi tumbuh gigi memang proses yang tidak begitu mudah bagi anak dan bagi orang tua. Anda bisa memeriksakan kondisi anak bila gigi pertamanya tak kunjung muncul.

bayi & menyusui

Obat Batuk Bayi Alami, Efektif Meredakan Sakit Tenggorokan

Obat Batuk Bayi Alami, Efektif Meredakan Sakit Tenggorokan

Pilek dan batuk sering terjadi pada anak kecil. Membantu anak untuk merasa nyaman dan mengelola gejalanya dapat membantu mereka mendapatkan istirahat yang dibutuhkan untuk membantunya cepat pulih. Akan tetapi obat batuk bayi tidak selalu disarankan untuk diberikan. Batuk biasa bisa berlangsung hingga dua minggu. Oleh karena itu, Anda dapat mencoba beberapa tips perawatan berikut untuk mengobati bayi batuk tanpa penggunaan obat-obatan yang dijual bebas.

1. Gunakan obat tetes hidung 

Anda dapat membeli obat tetes hidung yang dijual bebas ini di apotek, apabila bayi mengalami batuk yang disertai dengan pilek. Gunakan dengan alat suntik hidung atau peniup hidung, yang dapat melembutkan lendir dan membantu mengeluarkannya. Apabila Anda belum pernah menggunakannya, cobalah untuk membaca dan mengikuti petunjuk yang ada pada botol untuk memberikan obat tetes hidung dengan aman.

Anda dapat memberikannya dengan cara mendudukkan bayi di atas bak mandi dengan air hangat. Suhu air yang hangat juga dapat membersihkan saluran hidung dan melembutkan lendir hingga membuatnya cepat keluar.

2. Berikan ASI secara rutin

Menjaga bayi tetap terhidrasi adalah kunci untuk menjaga agar lendirnya tetap mengalir dan mudah batuk. Jika bayi Anda mengalami dehidrasi, hidung mampet dan sekresi lainnya mungkin mengering dan sulit dihilangkan dengan batuk.

Berikanlah ASI atau tambahkan jumlah susu formula secara teratur sesering yang dibutuhkan anak Anda. Para ahli mengatakan cairan tambahan tidak diperlukan, tetapi mereka merekomendasikan untuk menjaga jumlah yang normal.

4. Gunakan humidifier

Alat ini berfungsi melembabkan udara yang dihirup anak Anda dan untuk menjaga aliran udara tetap segar. Humidifier mampu menambah kelembapan pada kamar bayi. Anda dapat mengalirkan air panas di kamar mandi, menutup pintu kamar mandi, dan membiarkan kelembapan terbentuk. Hanya 10–15 menit sudah cukup.

Anda juga dapat menepuk dada dan punggung bayi untuk membantu melonggarkan lendir yang membandel. Berikan tekanan kuat yang sedikit lebih keras untuk membuatnya bersendawa atau batuk, hingga mengeluarkan riak.

5. Berikan madu (untuk bayi di atas usia 1 tahun)

Untuk bayi berusia 12 bulan atau lebih, Anda dapat mencoba memberi mereka sedikit madu sebelum tidur atau tidur siang. Madu akan melapisi tenggorokan si kecil untuk meredakan nyeri. Madu sama efektifnya dengan dekstrometorfan penekan batuk OTC.

Berikan anak Anda satu setengah hingga satu sendok teh madu sesuai kebutuhan. Namun, ketahuilah bahwa madu tidak cocok untuk bayi yang lebih kecil dari usia 12 bulan, karena risiko botulisme, yang merupakan bentuk keracunan makanan mungkin saja terjadi.

6. Angkat kepala bayi saat tidur

Gunakan bantal yang agak lebih tinggi untuk mengangkat kepala bayi. Anda juga dapat melakukan ini dengan meletakkan handuk yang digulung di bawah kasur di ujung tempat kepala anak bersandar. Hal ini akan membantunya lebih mudah bernapas dan membuka paru-parunya.

7. Gunakan minyak esensial

Produk-produk herbal ini semakin populer dan beberapa di antaranya mungkin efektif meredakan batuk atau nyeri otot saat dioleskan pada kulit atau disebarkan ke udara. Anda dapat menggunakan minyak esensial dengan aroma peppermint yang dicampurkan dengan lavender. Wanginya yang menyegarkan dan menenangkan akan membuat bayi cepat tidur dengan pulas. Akan tetapi selalu bicarakan dengan dokter Anda sebelum menggunakan minyak esensial dan obat batuk bayi lainnya. 

bayi & menyusui

Tips Aman Gunting Kuku Bayi yang Baru Lahir

Tips Aman Gunting Kuku Bayi yang Baru Lahir

Menggunting kuku bayi, apalagi untuk bayi yang baru lahir, bukanlah kegiatan yang mudah dilakukan. Diperlukan kesabaran dan juga trik agar bayi tidak rewel saat kita menggunting kukunya. 

Menggunting kuku bayi juga penting dilakukan untuk mencegah masuknya kuman ke dalam tubuh bayi, apalagi saat bayi sudah bisa menghisap tangannya sendiri. 

Untuk menggunting kuku bayi yang baru lahir, dibutuhkan teknik khusus karena kuku masih sangat tipis dan lembut serta biasanya kuku menempel pada kulit tangan, jadi harus ekstra hati-hati. 

Agar proses gunting kuku bayi bisa berjalan dengan lancar, ada beberapa tips yang bisa kamu coba, terutama menggunting kuku bayi saat sedang tidur. 

Pilih gunting kuku bayi dengan model bulat

Sebaiknya pilih gunting kuku khusus bayi dengan bentuk ujungnya yang bulat, sehingga tetap aman dan mencegah luka pada kuku bayi.

Kamu juga bisa memilih model gunting kuku bayi yang dilengkapi dengan kaca pembesar. Hal ini membantu melihat bentuk kuku bayi yang sangat kecil.

Gunting kuku bayi saat tidur

Untuk menghindari bayi rewel atau tidak nyaman, sebaiknya gunting kuku bayi saat sedang tidur. Pastikan kamu memotongnya secara perlahan dan jangan sampai membuat bayi terbangun. 

Apabila bayi mulai menggeliat, kamu bisa tenangkan bayi dengan menepuk-nepuk bagian pantat atau paha. 

Kamu bisa menggunakan gunting kuku yang dilengkapi dengan cahaya, sehingga tetap aman meskipun dilakukan pada malam hari. 

Cari posisi nyaman untuk bayi

Saat akan menggunting kuku bayi, apalagi untuk newborn, pastikan cari posisi yang paling nyaman.

Caranya dengan meletakkan bayi di pangkuan atau bisa dilakukan di tempat yang nyaman, seperti tempat tidur dengan udara yang sejuk, sehingga bayi tidak kegerahan dan tidak merasa terganggu.

Cari tempat yang terang

Mengingat kuku bayi masih sangat kecil dan rentan terluka, sebaiknya cari tempat dengan penerangan yang bagus.

Bila perlu kamu bisa menambahkan lampu tambahan saat menggunting kuku bayi. Namun pastikan lampu tersebut tidak membuat bayi silau dan tidak nyaman, ya. 

Gunting kuku bayi dengan cara yang tepat

Untuk menggunting kuku bayi, diperlukan teknik yang tepat agar bayi tetap nyaman. Caranya yakni dengan menekan bantalan jari yang jauh dari kuku, sehingga memudahkan kita memotong kuku yang panjang. 

Sebab, pada bayi yang baru lahir, biasanya kuku masih menempel pada jari karena bentuknya yang masih sangat tipis. 

Jangan panik

Menggunting kuku bayi yang baru lahir mungkin jadi pengalaman pertama untuk kita. Namun jangan sampai membuat kita panik, ya. Sebab, hal ini malah bisa membuat kuku bayi jadi terluka. 

Sebaiknya kita juga menyiapkan peralatan P3K apabila kita tak sengaja membuat tangan bayi terluka. Seandainya hal ini terjadi, segera bersihkan tangan bayi dengan air bersih, kemudian tekan-tekan perlahan pada bagian kuku yang terluka menggunakan kain kasa. 

Sebaiknya biarkan luka pada kuku terbuka dan jangan ditutup menggunakan plester atau kain. Namun, bila darah terus mengucur, kamu bisa menekannya beberapa saat secara perlahan atau konsultasikan dengan dokter. 

Haluskan kuku bayi

Setelah memotong kuku bayi dan merasa belum rapi, kamu bisa mengikir kuku bayi dengan alat khusus agar kuku bayi jadi halus dan terawat. Dengan mengikir kuku juga bisa mencegah kuku bayi cepat panjang. 

Itu dia beberapa tips menggunting kuku bayi, khususnya bayi yang baru lahir. Kuncinya, tetap tenang, gunakan alat khusus, dan lakukan secara perlahan, ya.

bayi & menyusui

Rasanya Enak, Ini Rekomendasi ASI Booster Cookies Kekinian

Kini sudah banyak rekomendasi ASI booster dengan rasa yang enak dan bisa meningkatkan produksi ASI. Jika dulu ASI booster hanya terbatas pada suplemen atau olahan daun katuk, kini tersedia juga ASI booster yang berbentuk makanan enak seperti cookies.

Rasa dan bentuk cookies untuk ASI booster tidak jauh berbeda dengan cookies pada umumnya, bahkan memiliki banyak varian, seperti cokelat, almond, hingga rasa keju. 

Salah satu keunggulan ASI booster cookies, selain rasanya yang enak, penyimpanannya juga mudah dan tahan lama, serta tak repot ketika dikonsumsi. 

Meskipun berbentuk cookies, namun camilan untuk ASI booster ini dibuat dengan bahan-bahan yang sehat dan bernutrisi seperti flaxseed (biji kaya serat), gandum, almond, dan sedikit menggunakan gula. 

Kamu pun bisa membelinya secara langsung di beberapa e-commerce atau official storenya. Berikut ini rekomendasi ASI booster untuk cookies dengan rasa yang enak. 

MamaBear Kukis Almond Oat

ASI booster MamaBear Kukis Almond termasuk salah satu ASI booster yang jadi favorit para ibu menyusui. Selain rasanya yang enak, variasi rasanya juga banyak, lho! Mulai dari rasa cokelat chip, cookies & cream, dan juga rasa kurma. 

MamaBear Kukis Almond Oat ini terbuat dari campuran makanan sehat seperti almond, oat, flaxseed, dan juga ekstrak ragi. Tak heran jika kandungan nutrisinya juga banyak, seperti kalsium, zat besi, protein, antioksidan, hingga asam amino yang tinggi. Kandungan pada flaxseednya juga terdapat phytoestrogen yang bisa meningkatkan produksi ASI.

Untuk ukuran 150gram MamaBear Kukis Almond Oat, dibandrol dengan harga Rp60 ribu. 

Cookies by Boosterasi

Cookies by Boosterasi memiliki empat varian rasa yang juga enak, seperti choco, almond, cheese, dan oat raisin. 

Cookies by Boosterasi diformulasikan khusus oleh food nutritionist yang tidak hanya meningkatkan produksi ASI tetapi juga menyediakan kelengkapan nutrisi untuk ASI. 

Di dalam Cookies by Boosterasi terdapat kandungan oatmeal, ekstrak daun katuk serta suplemen herbal yang membuat volume serta kualitas ASI meningkat. Selain itu, Cookies Boosterasi juga tidak menggunakan bahan pengawet dan pemanis. 

Untuk 200 gram Cookies by Boosterasi dibandrol dengan harga Rp85 ribu.

Mama Time Cookies

Mama Time Cookies juga menjadi salah satu ASI booster favorit karena kandungannya yang bebas dari gluten, telur, produk susu dan turunannya, serta rendah gula. 

Seperti cookies lainnya, Mama Time Cookies juga diolah dari superfood seperti flaxseed, oatmeal, dan juga palm sugar. 

Untuk ukuran 200 gram, Mama Time Cookies dibandrol dengan harga Rp38 ribu. 

Blackmond Cookies Ladang Lima

ASI booster Blackmond Cookies Ladang lima juga bebas dari kandungan gluten dan terbuat dari bahan-bahan yang sehat seperti flaxseed, palm sugar, kacang almond dan dark chocolate

Terdapat nutrisi zat flavonoid di dalam dark chocolate sebagai antioksidan yang bisa meningkatkan produksi ASI.

Blackmond Cookies Ladang Lima juga sudah bersertifikasi halal dan tidak mengandung MSG. 

Terdapat variasi rasa lain yakni pumberry yang merupakan cookies dengan campuran biji labu dan juga cranberry.

Satu bungkus Blackmond Cookies Ladang Lima dibandrol dengan harga Rp30 ribu. 

Lactokies Biskuit ASI

Lactokies Biskuit ASI terbuat dari daun torbangun atau daun jintan yang biasanya digunakan sebagai booster ASI oleh masyarakat Batak.

Selain itu, Lactokies Biskuit ASI juga diolah dengan bahan-bahan yang sehat, seperti almond, dan juga gluten free.

Selain untuk melancarkan ASI, Lackokies juga bermanfaat untuk menambah kekebalan ibu dan bayi. 

Satu bungkus Lactokies yakni sebanyak 150 gram dibandrol dengan harga Rp50ribu. 

Nah, itu dia 5 rekomendasi ASI booster cookies yang bisa dijadikan referensi. Rasanya yang enak bisa membuat mood ibu bahagia, sehingga produksi ASI pun melimpah.

bayi & menyusui

5 Manfaat Bedak My Baby untuk Kulit Bayi

Setelah si Kecil mandi, masih ada rangkaian perawatan tubuh yang menanti. Mulai dari baluran minyak telon, lotion, sampai cologne. Salah satu tahapan yang tidak boleh terlewat tentu saja menggunakan bedak My Baby. Namun karena kulit bayi yang masih sensitif, Ibu harus pandai memilih produk seperti apa yang cocok dengan si Kecil. Bukan cuma harum yang menyegarkan, manfaat utamanya tentu harus bisa menjaga kesehatan kulit bayi. Berikut adalah manfaat bedak My Baby yang perlu Ibu ketahui.

Bedak My Baby menawarkan banyak produk yang bisa dicoba.
  1. Menjaga Kelembapan Kulit

Manfaat bedak My Baby yang pertama yaitu menjaga kelembapan kulit terutama di daerah lipatan seperti bagian leher, lengan, ketiak, paha, dan kaki yang berpotensi menyimpan keringat. Satu hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan bedak, jangan langsung ditaburkan atau menggunakan spons karena bisa menimbulkan gesekan pada kulit bayi. Cara yang tepat yaitu taburkan bedak di tangan Ibu, baru diusapkan secara perlahan ke tubuh bayi. Sentuhan tangan Ibu secara langsung juga akan membuat si Kecil merasa nyaman.

  1. Mencegah Biang Keringat

Biang keringat terjadi karena produksi keringat yang berlebih pada beberapa bagian tubuh, terutama daerah lipatan. Kelenjar keringat yang belum berkembang sepenuhnya membuat bayi rentan terkena biang keringat. Biasanya biang keringat akan muncul di bagian punggung, dada, dan wajah. Salah satu cara mencegahnya yaitu dengan menggunakan bedak yang mengandung Kaolin. Ibu bisa menggunakan bedak My Baby untuk membuat kulit bayi terasa sejuk. Formulanya yang ringan dan lembut bisa membantu menyerap keringat dan menjaga kelembapan kulit bayi.

  1. Mengurangi Timbulnya Iritasi

Iritasi biasanya muncul karena gesekan antar kulit. Bisa juga karena bahan pakaian yang dikenakan tidak cocok dengan kulit bayi yang sensitif. Kulit iritasi akan terasa gatal dan muncul ruam kemerahan sampai timbul rasa perih. Biasanya, ini yang membuat si Kecil rewel. Manfaat menggunakan Bedak My Baby bisa mengurangi rasa gatal dan perih akibat iritasi. Jangan lupa menyiapkan pakaian dari bahan yang nyaman untuk kulit bayi. Gunakan pakaian yang longgar dengan bahan yang mudah menyerap keringat.

  1. Melatih Indra Penciuman

Indra penciuman bayi sudah sensitif sejak ia lahir. Oleh karena itu, bedak My Baby bisa menjadi stimulasi yang menyenangkan untuk si Kecil. Ada beberapa rekomendasi bedak My Baby yang cocok untuk membantu menstimulasi indra penciuman si Kecil. Masing-masing memiliki aroma khas seperti Soft & Gentle, Sweet Floral, Fresh Fruity, dan Telon Plus. Harumnya yang menyegarkan dan tidak menyengat bisa sangat membantu dalam melatih perkembangan indra penciuman bayi. Ibu juga bisa ikut memilih aroma yang disukai.

  1. Meningkatkan Ikatan Ibu

Ikatan Ibu dengan buah hati merupakan hal penting dalam tumbuh kembang si Kecil, bahkan dimulai ketika bayi masih dalam kandungan. Salah satu cara untuk memperkuat ikatan ibu dengan bayi yaitu dengan rutin melakukan skin to skin. Misalnya melalui sentuhan tangan ibu ketika mengusap bedak My Baby pada tubuh si Kecil dengan penuh kasih sayang, akan membuatnya merasa aman, dan nyaman. Selain memberikan rasa tenang pada bayi, Ibu juga bisa membuat bayi merasa segar dan terlindungi.

Jadi, bukan hanya bermanfaat untuk perawatan tubuh bayi, bedak My Baby juga bisa ikut membantu dalam tumbuh kembang si Kecil. Karena sudah teruji secara klinis, Ibu tidak perlu khawatir dengan kandungan yang ada di dalamnya. Bedak My Baby dibuat sesuai dengan kebutuhan kulit bayi dan dari bahan alami. Ibu bisa memakainya secara rutin setiap habis mandi dengan aman. Si Kecil bisa wangi sepanjang hari, bebas dari iritasi dan keringat, sehingga kulitnya tetap sehat dan terawat.

bayi & menyusui, Kehamilan

Ibu Menyusui Minum Soda, Bagaimana Efeknya Terhadap Bayi?

Ketika seorang ibu memasuki tahap menyusui, ada berbagai tantangan yang perlu diperhatikan, salah satunya termasuk apa yang sebaiknya dikonsumsi dan tidak selama menjalani masa tersebut. Ibu menyusui minum soda merupakan salah satu topik yang paling banyak dibicarakan oleh perempuan ketika mereka menjalani tahap tersebut. Sebagian dari mereka berpikir bahwa mengkonsumsi soda bisa mempengaruhi ASI (air susu ibu) mereka.

Batasan Penggunaan Soda

Sebagian orang berpikir bahwa kafein yang ada pada soda mudah diserap ke dalam ASI. Sebuah penelitian yang dirilis melalui jurnal Drugs and Lactation Database menyatakan tidak ada salahnya jika ibu menyusui minum soda, namun mereka perlu batasi penggunaan minuman tersebut. Jumlah yang diperbolehkan adalah 300 hingga 500 mg per hari. Dengan kata lain, jumlah maksimal yang diperbolehkan adalah 3 kaleng per hari.

Menurut American Academy of Pediatrics, kafein yang ada pada soda hanya diserap kurang dari 1 persen dari total yang ibu menyusui konsumsi. Meskipun demikian, bayi lebih sensitif terhadap kafein, terutama jika bayi tersebut adalah bayi prematur dan bayi yang baru lahir.

Risiko Pada Bayi

Pada awalnya, tubuh bayi belum mampu memetabolisme kafein yang masuk ke tubuh mereka melalui ASI yang dikonsumsi. Jika ibu menyusui mengkonsumsi soda, berikut adalah risiko yang terjadi pada bayi mereka:

  1. Masalah pencernaan

Karena bayi sensitif terhadap kafein, mereka bisa mengalami gangguan pencernaan seperti perut kembung.

  1. Anemia

Anemia bisa dialami bayi karena ibu menyusui mengkonsumsi soda yang memiliki kandungan kafein dimana minuman tersebut memiliki takaran lebih dari 450 mL.

  1. Kualitas tidur

Kandungan kafein juga bisa memicu penurunan kualitas tidur seperti susah tidur. Hal tersebut akan membuat bayi rewel.

Risiko Pada Ibu Menyusui

Jika ibu menyusui mengkonsumsi soda secara berlebihan dan dalam jangka panjang, mereka bisa mengalami risiko sebagai berikut:

  1. Masalah ginjal

Karena soda mengandung pemanis buatan, soda bisa memicu penurunan fungsi ginjal.

  1. Masalah tulang

Soda juga bisa menghambat penyerapan kalsium dalam tubuh. Hal tersebut akan meningkatkan risiko osteoporosis.

  1. Diabetes

Soda mengandung fruktosa sehingga bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

  1. Kanker

Soda yang mengandung pewarna karamel memiliki sifat karsinogenik. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko kanker.

  1. Gangguan metabolik

Soda juga bisa memicu gangguan metabolik pada tubuh, karena soda memiliki kadar gula yang tinggi.

Penyebab Perut Bayi Kembung

Meskipun tidak ada bukti yang efektif tentang soda yang bisa membuat perut bayi kembung, kondisi seperti ini perlu diwaspadai, karena soda bisa lebih berpotensi menimbulkan risiko pada pencernaan bayi.

Selain itu, berikut adalah faktor penyebab perut bayi kembung:

  • Udara yang masuk ke saluran pencernaan bayi.
  • Kesalahan pada posisi puting dan mulut bayi sehingga udara masuk ke dalam mulut bayi dengan lebih mudah.
  • Menangis sehingga membuat lebih banyak udara masuk ke dalam pencernaan bayi.
  • Bayi mengkonsumsi makanan baru seperti MPASI (makanan pendamping ASI yang diberikan saat usia bayi mencapai 6 bulan).
  • Masalah pencernaan seperti sembelit.

Jika Kondisi Bayi Memburuk

Jika kondisi bayi Anda memburuk, Anda sebaiknya hubungi dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda bisa mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang berkaitan dengan kondisi yang terjadi pada bayi Anda.
  • Daftar gejala yang dialami bayi Anda.
  • Informasi tentang kebiasaan yang Anda lakukan terhadap diri dan bayi Anda seperti posisi menyusui.

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter perlu mengetahui kondisi bayi Anda dengan menanyakan pertanyaan seperti:

  • Kapan gejala yang dialami bayi Anda terjadi?
  • Berapa lama kondisi tersebut terjadi?
  • Bagaimanakah posisi ketika Anda memberikan ASI pada bayi Anda?

Setelah mengetahui kondisi bayi Anda, dokter akan menentukan pengobatan untuk mengatasi kondisi tersebut. Selain itu, Anda juga diminta untuk melakukan cara-cara yang dapat memastikan kesehatan bayi Anda seperti pembatasan penggunaan soda.

Kesimpulan

Penelitian memperbolehkan ibu menyusui minum soda, namun tidak dalam jumlah yang berlebihan. Selain itu, selama menyusui, posisi puting dan bayi Anda juga perlu diterapkan dengan baik supaya dapat menghindari risiko pencernaan pada bayi Anda. Untuk informasi lebih lanjut tentang soda atau tahap menyusui, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

bayi & menyusui

Ketahui Teknik Pijat Bayi Berikut Ini

Memijat bayi merupakan salah satu cara untuk mengasuh dan menghabiskan waktu bersama bayi. Pijat juga sangat bermanfaat bagi kesehatan bayi. Pijat dapat menjadi sarana untuk membangun rasa nyaman dan rasa kepercayaan antara ibu dan bayi. Bahkan penelitian menyatakan bahwa pijat dapat meningkatkan interaksi antara ibu dan bayi, membantu bayi menjadi lebih relaks dan gampang tidur, memengaruhi hormon bayi yang mengatur stres dengan positif, dan dapat mengurangi tidur. Bahkan, meskipun penelitian lanjutan dibutuhkan, studi menyatakan pijat yang memberikan tekanan sedang dapat menunjang pertumbuhan bagi bayi yang terlahir premature. Setelah mengetahui berbagai manfaat tersebut, tentunya Anda ingin mahir dalam teknik pijat bayi yang tepat. Artikel ini akan membahas hal-hal seputar pijat bayi yang perlu Anda ketahui.

Kapan dan bagaimana memijat bayi?

Melakukan teknik pijat bayi setelah bayi makan dapat menyebabkan ia muntah. Sehingga, akan lebih baik apabila Anda menunggu setidaknya 45 menit terlebih dahulu. Anda juga perlu memperhatikan suasana hati bayi. Apabila anak terlihat tenang, ia akan menikmati mendapatkan pijatan. Akan tetapi, apabila bayi menjauhkan kepala dari Anda dan menjadi kaku dalam pelukan, ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan teknik pijat bayi. Kapan dan seberapa sering Anda perlu memijat bayi tergantung pada keputusan Anda. Anda bisa memberikan bayi baru lahir pijatan setiap harinya. Balita mungkin akan menikmati mendapatkan pijatan pada malam hari untuk membantunya tidur lebih lelap.

Pijat bayi membutuhkan sedikit persiapan dan beberapa teknik pijat bayi dasar. Saat memulai memijat bayi, perhatikan hal-hal berikut ini:

  • Ciptakan atmosfer yang tenang

Apabila memungkinkan, lakukan proses pemijatan di tempat yang tenang, sepi, dan hangat, baik di dalam ataupun di luar ruangan. Lepaskan perhiasan, duduk dengan nyaman dan letakkan bayi di atas selimut atau handuk di depan Anda. Baringkan bayi menghadap ke atas dan jaga kontak mata.

  • Kontrol sentuhan Anda

Saat pertama kali Anda memijat bayi, gunakan sentuhan yang lembut. Hindari menggelitik bayi karena hal ini akan membuat bayi kesal dan menangis. Saat bayi tumbuh besar, gunakan sentuhan yang lebih keras.

  • Perlahan usap setiap bagian tubuh bayi Anda

Mulai dengan meletakkan tangan Anda di perut bayi dan lakukan usapan masing-masing selama 1 menit di setiap daerah tubuh, termasuk kepala, leher, pundak, bagian punggung atas, pinggul, paha, kaki, dan tangan.

  • Tetap relaks

Teknik pijat bayi yang paling penting adalah tetap relaks saat memijat si kecil. Anda bisa berbicara atau menyanyi, atau menceritakan sesuatu pada bayi sembari memijatnya. Hal tersebut tidak hanya akan melepaskan ketegangan tetapi juga dapat mempererat hubungan ibu dan bayi.

  • Perhatikan respon bayi

Apabila bayi menggerakkan tangan dan terlihat bahagia, hal ini menandakan bayi menikmati teknik pijat bayi yang Anda berikan. Namun apabila bayi menangis dan menggerakkan kepala menjauhi pandangan Anda, hentikan teknik pijat bayi dan cobalah nanti setelah beberapa saat.

Saat melakukan teknik pijat bayi, Anda bisa menggunakan minyak. Beberapa orang tua lebih suka menggunakan minyak saat memijat bayi untuk mencegah gesekan antara tangan orang tua dan kulit bayi. Namun, tidak sedikit yang menganggap minyak pijat mengganggu. Apabila Anda memilih menggunakan minyak, pilihlah minyak pijat yang tidak mengandung pewangi tambahan dan aman dimakan (sebagai bentuk pengawasan apabila minyak masuk secara tidak sengaja ke dalam mulut bayi). Apabila bayi memiliki kulit yang sensitif, tes minyak dengan mengoleskan sebagian kecil pada kulit bayi dan tunggu serta lihat adanya reaksi alergi apapun.