Tips

Apakah Boleh Mandi Setelah Begadang?

Mandi dua kali sehari, pagi sebelum melakukan aktivitas dan sore/malam setelah menjalankan aktivitas,  menjadi hal yang lazim dijumpai dilakukan oleh orang-orang Indonesia. Satu hal yang sering diperingatkan oleh orang tua adalah untuk tidak mandi setelah maghrib atau bahkan dini hari. Pasalnya, konon mandi di malam hari dapat menyebabkan tubuh rentan menderita penyakit, seperti flu dan demam. Berbeda lagi dengan mereka yang begadang (entah apapun alasannya) semalaman. Saat pagi tiba, mandi setelah begadang menjadi salah satu solusi alternatif, selain meminum kopi, untuk dapat tetap segar bekerja atau sekolah. Namun, dari segi medis, apakah mandi setelah begadang aman dan diperbolehkan?

Bagi kebanyakan orang, tentunya dengan sistem kekebalan tubuh yang baik, mandi setelah begadang, baik menggunakan air dingin ataupun panas, tidak akan memberikan dampak negatif terhadap kesehatan tubuh. Apabila Anda semalaman mengerjakan tugas dan mengejar deadline, di pagi hari Anda bisa mandi untuk membuat tubuh menjadi lebih segar dan tidak merasakan kantuk saat melakukan aktivitas. Agar tubuh merasa lebih “fresh”, cobalah untuk mandi menggunakan air dingin. Karena air dingin memiliki manfaat bagi tubuh, seperti kemampuannya dalam meningkatkan hormon dan metabolisme tubuh. Mandi setelah begadang tidak hanya dapat menyegarkan tubuh, tetapi juga mampu meningkatkan kewaspadaan Anda dalam menjalani aktivitas sehari-hari serta meredakan stres dan rasa nyeri di tubuh.

Akan tetapi, apabila Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, khususnya penyakit jantung, cobalah untuk menghindari mandi setelah begadang, terutama apabila menggunakan air dingin. Hal ini disebabkan karena adanya kemungkinan tubuh akan syok, karena tubuh yang panas setelah beraktivitas semalaman yang bertemu dengan air dingin saat mandi. Untungnya, risiko ini jarang ditemui apabila Anda tinggal di negara-negara beriklim tropis seperti di Indonesia.

Mandi dan faktor usia? Seberapa sering Anda perlu mandi?

Faktor yang perlu diperhatikan saat mandi bukan pada waktu, melainkan siapa yang akan mandi. Orang dewasa sehat boleh mandi 2 kali sehari, pada pagi atau malam hari atau mandi setelah begadang. Hal ini tentunya berbeda dengan orang tua atau bahkan anak-anak. Kebutuhan seseorang akan mandi berubah-berubah sepanjang hidup mereka.

  • Bayi

Akademi Dokter Anak Amerika menyatakan bahwa bayi tidak perlu dimandikan setiap hari. Mereka menyarankan bahwa waktu terbaik mulai melakukan pemandian seluruh badan adalah ketika bayi mulai belajar merangkak atau mulai makan makanan padat.

  • Anak-anak dan remaja

Menurut Akademi Dermatologi Amerika, meskipun mandi setiap hari aman untuk anak-anak usia 6 hingga 11 hari, mereka hanya perlu mandi beberapa kali sehari. Saat seorang anak menginjak masa pubertas, seberapa sering seorang anak mandi tergantung pada aktivitas anak tersebut. Selain itu, faktor lokasi tempat ia tinggal juga perlu diperhatikan. Apabila Anda tinggal di negara beriklim tropis, mandi setiap hari, terutama setelah berkeringat melakukan aktivitas sehari-hari, sangat disarankan. Khususnya para remaja, yang sangat aktif dalam melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga. Mandi setelah melakukan aktivitas fisik yang keras tersebut diperbolehkan dan direkomendasikan.

  • Orang tua

Mandi dapat menjadi aktivitas yang menantang bagi orang tua. Untungnya, orang tua tidak perlu mandi setiap hari, dua kali sehari. Cukup dengan membasuh badan menggunakan handuk basah hangat cukup untuk membersihkan badan dan mengusir infeksi.

Belum ada bukti mandi setelah begadang dapat membahayakan kesehatan tubuh. Malah mandi setelah begadang dapat membuat badan menjadi terasa segar. Yang perlu diperhatikan malah faktor begadang tersebut, mengingat tidur yang cukup sangat direkomendasikan agar tubuh dapat berfungsi dengan optimal.