Uncategorized

Ini Manfaat Tes TPHA

Tes TPHA atau Treponema Pallidum hemagglutination dilakukan melalui pengambilan sampel darah.

Metode skrining sifilis atau disebut juga dengan tes TPHA merupakan pemeriksaan yang dilakukan guna mendeteksi keberadaan bakteri penyebab sifilis. Guna mendeteksi bakteri itu, dokter akan melakukan pemeriksaan mengenai keberadaan antibodi yang dihasilkan tubuh untuk melawan infeksi sifilis.

Skrining yang dilakukan sebelum gejala sifilis muncul jelas pada seseorang, seperti yang diketahui bersama bahwa sifilis merupakan salah satu jenis infeksi menular seksual yang disebabkan karena adanya Treponema pallidum. Bakteri ini menyebabkan infeksi jika masuk ke dalam tubuh lewat luka terbuka di kulit atau lapisan dalam yang terdapat pada kelamin.

Skrining Sifilis/Tes TPHA

Penyakit sifilis sering menular melalui hubungan seksual, namun juga bisa tertular dari ibu hamil ke bayinya. Apabila kondisi ini tidak segera ditangani, maka bisa menyebabkan kerusakan pada beberapa organ penting seperti kerusakan otak, jantung dan pembuluh darah. Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan kebutaan, kelumpuhan hingga kematian.

Apabila kondisi ini dialami ibu hamil, maka bayi yang dilahirkan tidak normal bahkan bisa mengakibatkan bayi meninggal saat dilahirkan. Untuk itu, penting bagi oran dengan risiko tinggi terkena penyakit ini untuk menjalani deteksi dini. Hal itu dilakukan mengingat tingkat akurasi skrining sifilis pada tahap awal yang bisa mencapai 75 persen hingga 85 persen.

Skrining sifilis dilakukan dengan menggunakan tes serologi, yakni pemeriksaan yang mendeteksi antibodi dalam darah. Pemeriksaan yang dilakukan terdapat dua jenis, yakni tes nontreponema dan tes treponema, prosedur pelaksanaan tes yang satu harus diikuti dengan tes yang lain untuk memperkuat hasil pemeriksaan.

  • Tes Nontreponema

Pemeriksaan ini mendeteksi antibodi yang tidak secara spesifik terkait dengan bakteri Treponema pallidium, disebut tidak spesifik karena antibodi yang dideteksi bisa dihasilkan oleh tubuh saat terinfeksi bakteri tersebut dan bisa dihasilkan pada kondisi lain. Tes ini dikatakan sensitif ketika digunakan untuk melihat ada atau tidaknya infeksi sifilis.

Meski demikian, karena sifatnya yang tidak spesifik, hasil positif belum pasti membuat seseorang terbukti menderita sifilis. Sementara itu, jenis tes nontreponema ada dua yakni rapid plasma reagin (RPR) test dan venereal diseas research laboratory (VDRL) test.

  • Tes Treponema

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi antibodi secara spesifik terhadap bakteri penyebab munculnya sifilis. Meskipun lebih spesifik, tes ini harus tetap dikombinasi dengan tes nontreponema untuk membedakan apakah infeksi yang dialami pasien adalah infeksi yang aktif atau infeksi yang sebelumnya sudah terjadi tetapi belum dapat disembuhkan.

Tes ini terdiri dari beberapa macam, seperti FTA-ABS atau Fluorescent Treponemal Antubody Absorption, TP-PA atau Treponema Pallidium Particle Agglutination Assay, MHA-TP atau Microhemagglutination Assay dan IA atau Immunoassays.

Hasil Skrining Sifilis

Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter akan memberi tahu hasil dari tes dalam tiga hingga lima hari. Kombinasi skrining sifilis mampu menentukan apakah pasien yang sedang menderita penyakit ini aktif dan bisa diobati, pernah menderita sebelumnya tetapi sudah tidak aktif atau tidak menderita sama sekali.

Hasil negatif justru harus diwaspadai, terutama apabila pemeriksaan dilakukan pada tahap yang masih terlalu dini atau awal. Penderita akan disarankan untuk kembali menjalani tes setelah beberapa waktu, terutama apabila pasien diduga kuat menderita sifilis. Namun jika tidak, maka pasien masih tetap berisiko terkena sifilis.

Seperti halnya pemeriksaan kesehatan lain, tes TPHA juga memiliki efek samping yang timbul dan dirasakan oleh pasien. Biasanya efek samping ini muncul akibat prosedur pengambilan darah, meski demikian hal ini sangat jarang terjadi.

Penyakit

Botulisme

Botulisme merupakan penyakit yang langka dimana gangguan tersebut terjadi karena adanya racun pada saraf yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum. Racun tersebut merupakan salah satu racun yang paling berbahaya bagi tubuh manusia dimana racun tersebut dapat menyerang sistem saraf otak dan sumsum tulang belakang. Hal tersebut bisa memicu kelumpuhan hingga kematian.

Seseorang yang mengalami botulisme akan mengalami gejala dalam waktu 6 hingga 10 hari setelah infeksi awal. Sebagian besar kasus botulisme pada bayi dan makanan terjadi antara 12 hingga 36 jam setelah mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Gejala

Bayi bisa mengalami gejala berupa gelisah, lelah, sembelit, mengeluarkan air liur secara berlebihan, kelopak mata menurun, merasa lemah ketika menangis, otot yang lemah, dan kelumpuhan.

Jika bayi mengalami botulisme karena makanan, maka bisa menimbulkan gejala berupa kesulitan menelan atau berbicara, kesulitan bernafas, penglihatan kabur, merasa lumpuh, kram perut, mual, dan muntah.

Jika gejala yang dialami tidak segera ditangani, maka kondisinya akan memburuk sehingga membuat otot-otot lumpuh.

Penyebab

Ada beberapa penyebab yang perlu diwaspadai. Penyebab botulisme adalah sebagai berikut:

  • Bakteri

Bakteri Clostridium botulinum merupakan jenis bakteri yang dapat memicu gangguan pada tubuh manusia. Bakteri tersebut dapat ditemukan pada tanah dan tempat lainnya.

Bakteri tersebut membentuk spora dan tumbuh sehingga mengeluarkan salah satu neurotoksin yang paling mematikan. Kondisi yang dapat membuat spora tumbuh adalah sebagai berikut:

  • Lingkungan dengan kadar oksigen rendah atau tidak ada oksigen sama sekali.
  • Kadar asam yang rendah.
  • Kadar gula yang rendah.
  • Makanan

Makanan yang terkontaminasi bakteri Clostridium botulinum dapat membuat seseorang terkena botulisme. Makanan yang terkontaminasi adalah makanan rumahan yang diawetkan, difermentasikan, atau dikalengkan dengan cara yang tidak benar. Makanan yang mengandung kadar asam rendah juga bisa berpotensi memicu hal yang sama. Makanan seperti ini dapat mengganggu fungsi saraf dan menyebabkan kelumpuhan.

  • Luka

Bakteri Clostridium botulinum juga bisa muncul pada luka akibat kecelakaan. Bakteri tersebut berkembang pada bagian luka dan menghasilkan racun.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis botulisme, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda botulisme seperti kelemahan otot. Selain itu, dokter juga akan menanyakan kepada pasien jika mereka mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri Clostridium botulinum. Tes laboratorium juga perlu dilakukan untuk menganalisa darah atau sampel tinja pasien.

Pengobatan

Berikut adalah pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi botulisme:

  • Menggunakan suntikan antitoksin atau antibodi khusus untuk menetralkan racun.
  • Obat antibiotik.
  • Terapi jika pasien mengalami gangguan pada fungsi tubuh seperti berbicara.
  • Alat bantu pernafasan jika pasien mengalami kelumpuhan otot-otot pernafasan.

Pencegahan

Selain pengobatan, berikut adalah pencegahan yang dapat dilakukan pasien:

  • Menyimpan makanan dengan hati-hati agar tidak terkontaminasi.
  • Masak makanan dengan matang untuk membunuh bakteri.
  • Jangan mengkonsumsi makanan kaleng yang memiliki kualitas yang buruk seperti memiliki bau yang busuk.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Jika Anda ingin berkonsultasi dengan dokter, Anda sebaiknya persiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Menulis gejala yang Anda atau anak Anda alami.
  • Mencatat obat yang Anda atau anak Anda konsumsi.
  • Membuat pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter.

Ketika berkonsultasi, dokter dapat menanyakan kepada Anda terkait dengan kondisi yang Anda atau anak Anda alami seperti:

  • Kapan gejala tersebut dialami?
  • Apakah gejala tersebut terjadi sekali atau secara berulang?
  • Apakah Anda atau anak Anda mengkonsumsi makanan kaleng?

Kesimpulan

Botulisme merupakan gangguan yang serius pada tubuh. Hal tersebut bisa memicu kematian. Untuk mengatasi masalah seperti ini, Anda sebaiknya ikuti anjuran yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut mengenai botulisme, Anda bisa tanyakan hal tersebut ke dokter.

Hidup Sehat

Mengenal Oedipus Complex pada Anak-Anak

Oedipus complex merupakan istilah yang digunakan oleh Sigmund Freud dalam teorinya, perkembangan psikoseksual. Teori ini menjelaskan tentang ketertarikan anak kepada orang tuanya yang berlawanan jenis.

Kebanyakan orang yang mendengar tentang teori ini, merasa terganggu dengan ide bahwa anak dapat tertarik kepada orang tuanya. Namun, Freud meyakini bahwa hal tersebut memang terjadi.

Secara sederhana, Oedipus complex dijelaskan sebagai perasaan kompetisi anak laki-laki dengan ayahnya terkait siapa yang ‘memiliki’ sang ibu. Hal serupa juga dapat terjadi pada anak perempuan, yang bersaing dengan ibu untuk memperoleh afeksi dari ayah.

Jadi, menurut Freud, anak melihat orang tua yang berjenis kelamin sama dengan dirinya sebagai pesaing, dalam mendapatkan perhatian dan afeksi dari orang tuanya yang berlawanan jenis.

Asal mula Oedipus complex

Freud pertama kali mengenalkan konsep ini pada tahun 1899 dalam bukunya, The Interpretation Dream. Meskipun, istilah Oedipus complex sendiri belum secara resmi digunakan hingga tahun 1910.

Konsep ini dianggap semakin penting seiring dengan berbagai teori yang dikembangkan Freud terkait perkembangan psikososial.

Istilah Oedipus sendiri diangkat dari kisah mitologi Yunani. Oedipus ditelantarkan orang tuanya ketika dilahirkan, dan tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Ia baru mengetahui identitasnya setelah menikahi sang ibu dan membunuh ayah kandungnya. Teori ini menjadi sangat tabu bagi banyak orang.

Terjadinya Oedipus complex

Dalam teori psikoanalisis, Oedipus complex merujuk pada keinginan yang bersifat seksual terhadap orang tua yang berlawanan jenis, khususnya hasrat anak laki-laki terhadap ibunya. Keinginan ini sering kali ditekan dan disadari, namun Freud meyakini bahwa hal tersebut tetap memengaruhi perilaku dan perkembangan anak.

Menurut Freud, Oedipus complex berperan penting dalam tingkat phallic, salah satu tahapan dalam perkembangan psikoseksual. Dalam tahapan psikososial, tahap phallic dianggap tahap yang paling penting.

Tahapan tersebut umumnya terjadi di usia 3-5 tahun, di mana anak memiliki ketertarikan kepada orang tuanya. Menurut Freud, pada tahap ini, anak laki-laki berharap dapat memiliki ibunya dan menggantikan ayah, yang dianggapnya sebagai pesaing atau musuh dalam hal memperoleh afeksi dari sang ibu.

Keberhasilan menyelesaikan tahapan ini dianggap akan mengantar anak pada perkembangan identitas seksual yang matang.

Tanda-tanda Oedipus complex

Jadi, apakah yang menjadi tanda seorang anak mengalami Oedipus complex?

Meski penjelasan dari teori ini terasa sensitif dan tabu bagi sebagian besar orang. Namun, sebetulnya tanda-tanda dari Oedipus complex tidak bersifat erotis atau seksual. Perilaku yang menjadi tanda-tanda dari Oedipus complex bahkan terasa sangat wajar, sehingga orang tua jarang menyadarinya.

Salah satu tandanya, anak menjadi posesif terhadap ibunya. Hal ini ditunjukkan dengan melarang ayah memberikan afeksi kepada sang ibu, seperti memeluk atau mencium. Bila sang ayah tetap menunjukkan afeksi, anak biasanya akan marah. Tanda lainnya, anak memaksa untuk tidur di antara keduanya.

Salah satu tanda yang cukup lazim terjadi pada anak perempuan, mereka biasanya menyatakan ingin menikah dengan sang ayah suatu hari nanti. Meskipun perilaku pada anak perempuan ini kemudian dikenal dengan istilah Electra complex, yang diperkenalkan oleh Carl Jung.

Electra complex versi Carl Jung menjelaskan tentang keinginan anak perempuan memiliki sang ayah dan merasa cemburu kepada ibunya. Pada titik ini, memang terjadi sedikit kontroversi. Freud sendiri meyakini bahwa Oedipus complex berlaku baik bagi anak laki-laki maupun anak perempuan. Meski dalam hal detil perilaku, tentu aka nada perbedaan antara keduanya.

Tips

Apakah Boleh Mandi Setelah Begadang?

Mandi dua kali sehari, pagi sebelum melakukan aktivitas dan sore/malam setelah menjalankan aktivitas,  menjadi hal yang lazim dijumpai dilakukan oleh orang-orang Indonesia. Satu hal yang sering diperingatkan oleh orang tua adalah untuk tidak mandi setelah maghrib atau bahkan dini hari. Pasalnya, konon mandi di malam hari dapat menyebabkan tubuh rentan menderita penyakit, seperti flu dan demam. Berbeda lagi dengan mereka yang begadang (entah apapun alasannya) semalaman. Saat pagi tiba, mandi setelah begadang menjadi salah satu solusi alternatif, selain meminum kopi, untuk dapat tetap segar bekerja atau sekolah. Namun, dari segi medis, apakah mandi setelah begadang aman dan diperbolehkan?

Bagi kebanyakan orang, tentunya dengan sistem kekebalan tubuh yang baik, mandi setelah begadang, baik menggunakan air dingin ataupun panas, tidak akan memberikan dampak negatif terhadap kesehatan tubuh. Apabila Anda semalaman mengerjakan tugas dan mengejar deadline, di pagi hari Anda bisa mandi untuk membuat tubuh menjadi lebih segar dan tidak merasakan kantuk saat melakukan aktivitas. Agar tubuh merasa lebih “fresh”, cobalah untuk mandi menggunakan air dingin. Karena air dingin memiliki manfaat bagi tubuh, seperti kemampuannya dalam meningkatkan hormon dan metabolisme tubuh. Mandi setelah begadang tidak hanya dapat menyegarkan tubuh, tetapi juga mampu meningkatkan kewaspadaan Anda dalam menjalani aktivitas sehari-hari serta meredakan stres dan rasa nyeri di tubuh.

Akan tetapi, apabila Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, khususnya penyakit jantung, cobalah untuk menghindari mandi setelah begadang, terutama apabila menggunakan air dingin. Hal ini disebabkan karena adanya kemungkinan tubuh akan syok, karena tubuh yang panas setelah beraktivitas semalaman yang bertemu dengan air dingin saat mandi. Untungnya, risiko ini jarang ditemui apabila Anda tinggal di negara-negara beriklim tropis seperti di Indonesia.

Mandi dan faktor usia? Seberapa sering Anda perlu mandi?

Faktor yang perlu diperhatikan saat mandi bukan pada waktu, melainkan siapa yang akan mandi. Orang dewasa sehat boleh mandi 2 kali sehari, pada pagi atau malam hari atau mandi setelah begadang. Hal ini tentunya berbeda dengan orang tua atau bahkan anak-anak. Kebutuhan seseorang akan mandi berubah-berubah sepanjang hidup mereka.

  • Bayi

Akademi Dokter Anak Amerika menyatakan bahwa bayi tidak perlu dimandikan setiap hari. Mereka menyarankan bahwa waktu terbaik mulai melakukan pemandian seluruh badan adalah ketika bayi mulai belajar merangkak atau mulai makan makanan padat.

  • Anak-anak dan remaja

Menurut Akademi Dermatologi Amerika, meskipun mandi setiap hari aman untuk anak-anak usia 6 hingga 11 hari, mereka hanya perlu mandi beberapa kali sehari. Saat seorang anak menginjak masa pubertas, seberapa sering seorang anak mandi tergantung pada aktivitas anak tersebut. Selain itu, faktor lokasi tempat ia tinggal juga perlu diperhatikan. Apabila Anda tinggal di negara beriklim tropis, mandi setiap hari, terutama setelah berkeringat melakukan aktivitas sehari-hari, sangat disarankan. Khususnya para remaja, yang sangat aktif dalam melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga. Mandi setelah melakukan aktivitas fisik yang keras tersebut diperbolehkan dan direkomendasikan.

  • Orang tua

Mandi dapat menjadi aktivitas yang menantang bagi orang tua. Untungnya, orang tua tidak perlu mandi setiap hari, dua kali sehari. Cukup dengan membasuh badan menggunakan handuk basah hangat cukup untuk membersihkan badan dan mengusir infeksi.

Belum ada bukti mandi setelah begadang dapat membahayakan kesehatan tubuh. Malah mandi setelah begadang dapat membuat badan menjadi terasa segar. Yang perlu diperhatikan malah faktor begadang tersebut, mengingat tidur yang cukup sangat direkomendasikan agar tubuh dapat berfungsi dengan optimal.

Hidup Sehat

Bagaimana Cara Memilih Masker Motor Di Saat Pandemi?

Masker motor penting digunakan saat berkendara

Jumlah kasus virus Corona atau Covid-19 di Indonesia terus meningkat setiap hari. Jumlahnya meningkat antara 500 hingga 700 per hari. Oleh karena itu, sejumlah protokol kesehatan telah diberlakukan. Salah satu protokol termasuk menggunakan masker ketika berada di luar rumah. Ada berbagai jenis masker yang dapat digunakan, salah satu jenis tersebut adalah masker motor.

Jumlah Kasus Corona Di Indonesia

Di Indonesia, jumlah kasus yang terjadi adalah lebih dari 28.000 kasus. Hal tersebut telah menimbulkan lebih dari 1.700 orang meninggal dunia, sedangkan jumlah pasien yang sembuh adalah lebih dari 8.800 orang.

Jumlah kasus di Indonesia bergantung pada peran warga. Setiap warga dihimbau untuk menerapkan protokol kesehatan selama pandemi berlangsung.

Mengapa Perlu Memakai Masker?

Bagi Anda yang merupakan pengendara motor, Anda memang diwajibkan untuk mengenakan masker pada saat berkendara. Jika tidak, maka Anda akan dikenakan sanksi berupa denda atau sanksi lain seperti membersihkan fasilitas umum. Mengenakan masker adalah aturan yang wajib dipatuhi ketika PSBB (pembatasan sosial berskala besar) berlangsung.

PSBB telah diberlakukan di sejumlah provinsi untuk menekankan penyebaran virus Corona. Oleh karena itu, masker adalah salah satu pakaian yang sangat diperlukan saat ini oleh masyarakat.

Setiap orang yang mengendarai motor tentunya wajib memakai helm. Namun, selama pandemi Corona berlangsung, setiap orang juga perlu memakai masker agar tidak hanya terhindar dari virus mematikan tersebut, namun juga agar terhindar dari polusi dan debu.

Tidak hanya itu, pengendara motor yang memakai masker juga akan terlindungi dari elemen luar lainnya seperti angin, suhu dingin, atau limbah pabrik.

Cara Memilih Masker Motor

Jika Anda bingung memilih masker motor seperti apa, Anda sebaiknya perhatikan dua hal di bawah ini:

  • Pilih bahan yang nyaman

Salah satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah bahan yang nyaman pada masker motor. Bahan dasar mikrofiber adalah bahan bisa Anda beli, karena dapat memberikan kenyamanan pada pengendara motor.

Tidak hanya memberikan kenyamanan, bahan tersebut juga dapat melindungi pengendara dari polusi.

Bahan lain yang bisa Anda beli adalah suede. Bahan suede juga dapat memberikan perlindungan bagi para pengendara, agar terhindar dari polusi. Meskipun masker motor berbahan suede dibanderol dengan harga yang mahal, masker tersebut ditawarkan dalam berbagai pilihan warna dan bisa menjadi pilihan yang sangat bergaya.

  • Perhatikan tebal dan tipisnya masker motor

Hal lain yang perlu Anda perhatikan adalah ketebalan dan ketipisan pada masker motor. Sebagian masker dijual dengan kain yang tipis, namun dapat melindungi pengendara dari polusi. Ada juga masker motor dijual dengan kain yang tebal, namun belum tentu dapat melindungi pengendara dari polusi.

Kedua masker tersebut memiliki efek yang berbeda pada pengendara. Masker motor yang tipis dapat mencegah wajah pengendara berkeringat, apalagi ketika mereka melakukan perjalanan panjang. Selain itu, Anda dapat memakainya baik di cuaca panas maupun dingin.

Masker motor yang memiliki kain yang tebal membuat oksigen yang dihirup tidak maksimal sehingga dapat membuat pengendara mengantuk dan bisa membahayakan diri mereka atau pengendara lain.

Cara Mencegah Virus Corona

Dua hal tersebut adalah hal yang sebaiknya Anda perhatikan jika Anda ingin berkendara menggunakan motor. Memilih masker motor yang tepat dapat membantu Anda melindungi diri dari ancaman seperti polusi. Selain menggunakan masker motor, berikut adalah beberapa hal yang sangat dianjurkan selama pandemi virus Corona berlangsung:

  • Tetap berada di rumah.
  • Mencuci tangan dengan sabun yang dilakukan selama 20 detik. Jika Anda tidak menemukan sabun, Anda dapat menggunakan hand sanitizer sebagai penggantinya.
  • Hindari kebiasaan menyentuh mata, hidung, atau mulut jika tangan Anda tidak bersih.
  • Jika Anda keluar dari rumah, Anda perlu menggunakan masker.
  • Batasi jumlah penumpang jika Anda berkendara dengan mobil atau motor.
  • Hindari kerumunan dan pastikan Anda menjaga jarak minimal 1,5 meter dengan orang lain.
  • Untuk sementara, hindari kontak fisik dengan orang lain.
  • Bila melakukan transaksi, Anda dihimbau untuk melakukan pembayaran secara non tunai.
  • Jangan terlalu lama berada di luar rumah.
  • Konsumsi makanan yang sehat seperti buah-buahan dan sayuran.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Mengkonsumsi obat setiap hari untuk menjaga daya tahan tubuh.
Hidup Sehat

Atasi Stres Emosional Dengan Terapi Psikologi Psikodinamik

Tiap gangguan psikologi punya jenis terapi psikologi yang berbeda untuk menanganinya.

Terapi psikologi psikodinamik adalah sebuah bentuk terapi berbicara. Terapi ini didesain untuk membantu Anda menemukan ketenangan akan stres emosional dan mental. Terapi psikodinamik ini sangat direkomendasikan untuk Anda yang memiliki depresi. Para pendukung terapi psikodinamik percaya bahwa masalah Anda saat ini berhubungan dengan konflik bawah sadar dari kejadian-kejadian di masa lalu. Mereka percaya bahwa Anda harus mengidentifikasi akar dari rasa sakit psikologis Anda terlebih dahulu sebelum Anda benar-benar menemukan ketenangan. Terapis Anda akan mengajarkan refleksi dan pemeriksaan diri. Pada khususnya, terapis Anda akan menjelajahi hubungan-hubungan keluarga di masa lalu Anda. Hal ini akan membantu Anda mengembangkan pemahaman yang lebih baik akan tantangan-tantangan saat ini. Terapis Anda juga akan membantu dalam mengembangkan teknik coping. 

Terapi psikodinamik digunakan untuk apa?

Dokter mungkin akan merekomendasikan terapi psikologi psikodinamik khususnya apabila Anda memiliki depresi. Selain itu, terapi ini juga digunakan untuk merawat kondisi dan situasi kesehatan mental lain seperti gangguan panik, kecemasan, gangguan stres pasca trauma, gangguan kepribadian, sedih yang berkepanjangan, dan gangguan seksual. Dokter juga akan merekomendasikan untuk mengkombinasikan terapi psikodinamik dengan obat-obatan atau perawatan lain. 

Dalam terapi ini, terapis akan mencoba membantu Anda untuk memahami kejadian-kejadian di masa lalu yang memengaruhi kesehatan fisik dan mental Anda saat ini. Para pendukung terapi jenis ini percaya bahwa orang-orang merasa dan bertindak dikarenakan alasan-alasan khusus tertentu. Pengalaman masa lalu Anda membentuk bagaimana Anda bersikap dan melihat dunia. Terapis akan membantu Anda untuk menjelajahi pengalaman-pengalaman tersebut. Mereka juga akan membantu mengembangkan teknik coping sehingga Anda dapat merespon situasi yang menantang dalam cara yang lebih positif dan efektif. 

Anda akan diminta untuk bertemu dengan terapis beberapa kali dalam seminggu, selama beberapa bulan (dalam beberapa kasus tertentu bahkan membutuhkan waktu bertahun-tahun). Bahkan, terapis Anda dapat meminta pertemuan yang lebih sering, tergantung dengan kondisi Anda. Setiap sesinya biasanya akan membutuhkan waktu sekitar 45 hingga 50 menit. Terapis Anda juga akan mencoba untuk membangun lingkungan yang mendukung di mana Anda akan merasa nyaman membicarakan pengalaman yang pernah Anda rasakan. Anda dapat berbicara dengan bebas pada setiap sesinya. Terapi terkadang akan memotong pembicaraan Anda untuk menanyakan sesuatu atau mengarahkan jalannya diskusi. Dan para terapis biasanya tidak akan memberikan opini atau tanggapan tentang apa yang Anda katakan. Kenetralan ini dapat membantu menguatkan hubungan terapeutik Anda. 

Anda dapat berkomunikasi dengan terapis Anda dalam level yang beragam, terkadang secara tidak langsung. Misalnya, terapis akan mencoba memeriksa mimpi dan fantasi Anda dan membantu menemukan arti dari hal-hal tersebut. Terapis akan mencoba membantu Anda memahami bagaimana mimpi dan fantasi tersebut memengaruhi hidup. Beberapa orang menyembunyikan atau bahkan tidak sadar mereka memiliki pengalaman traumatis. Terapis dapat membantu Anda menilai dan membicarakan pengalaman traumatis tersebut. 

Apakah terapi jenis ini efektif?

Menurut Daniel Buccino, asisten profesor ilmu kepribadian dan psikiater di Universitas Sekolah Kedokteran Johns Hopkins, terapi psikologi psikodinamik merupakan jenis terapi yang paling sering dipraktikkan. Terapi psikodinamik mirip dengan psikoterapi lain. Terapi ini memiliki risiko yang sangat kecil. Pada awalnya, Anda mungkin akan kesulitan dengan efek emosional harus membicarakan atau mengungkit masa lalu yang pahit. Namun, hal tersebut dapat meningkatkan kebaikan diri Anda jangka panjang, serta mampu menambah kemampuan dalam mengatasi pengalaman traumatis tersebut.

Penyakit

Inilah Penyebab Fibromyalgia yang Perlu Diketahui

Merupakan jenis penyakit yang membuat pengidapnya merasakan sakit di sekujur tubuh disebut dengan nama Fibromyalgia. Bisa disebut dengan istilah sindrom jika penyakit ini terjadi dalam kondisi berkepanjangan dan bersifat kronis. Penyakit ini bisa dialami siapa saja, termasuk anak-anak dan juga orang dewasa.

Namun, pada umumnya penyakit ini banyak dialami oleh orang yang berusia di antara 30 hingga 50 tahun. Selain itu, perempuan lebih cenderung dan berpotensi tinggi terserang penyakit ini ketimbang seorang pria. Hal inilah yang membuat seseorang wajib untuk mengetahui penyebab munculnya penyakit ini.

Gejala dan Penyebab Fibromyalgia

Gejala utama dari penyakit ini adalah munculnya rasa sakit yang secara tiba-tiba menyebar ke seluruh tubuh. Bisa seperti munculnya sensasi terbakar atau seperti ditusuk-tusuk, selain itu lama tidaknya rasa sakit tersebut tidak teratur dalam artian berubah-ubah. Bisa saja terus muncul atau hilang lalu timbul lagi, berikut ini beberapa gejalanya.

  • Tubuh tiba-tiba sensitif terhadap rasa sakit dan merasa tidak bertenaga sama sekali padahal tidak melakukan aktivitas apapun.
  • Otot-otot dalam tubuh terasa kaku dan semakin parah jika terlalu lama berada dalam satu posisi, seperti saat bangun tidur.
  • Penyakit ini bisa memunculkan kondisi dimana seseorang merasa kelelahan tetapi sulit untuk tidur.
  • Munculnya sakit kepala, hal ini akan muncul jika penderita juga mengalami nyeri serta kaku pada leher dan bahu.
  • Gangguan kognitif, seperti sulit untuk berkonsentrasi dan mengingat sesuatu hingga mengalami kondisi lambat bicara.
  • Merasa depresi, cemas, merasa kram perut hingga munculnya sindrom iritasi usus.

Parah atau tidaknya penyakit ini juga berbeda-beda, hal itu dikarenakan faktor yang memicu stres dari si pengidap. Bisa juga karena seseorang teralu banyak melakukan aktivitas dengan intensitas tidak wajar, hingga dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi pada cuaca. Berikut ini beberapa penyebab yang bisa membuat seseorang terserang penyakit ini.

  • Bertambahnya usia seseorang dan sudah menginjak 30 hingga 50 tahun.
  • Jenis kelamin, diketahui bahwa perempuan memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit ini.
  • Faktor keturunan, jika seseorang memiliki riwayat penyakit ini dari keluarganya.
  • Mengalami trauma fisik dan emosional, seperti cedera, menjalani operasi, mengidap virus hingga mengidap post-traumatic stress disorder (PTSD).
  • Kondisi dimana senyawa kimia seperti serotonin dan dopamin yang terdapat di dalam otak tidak seimbang.
  • Perubahan yang terjadi pada senyawa di sistem saraf pusat menimbulkan reaksi yang lebih sensitif terhadap sinyal rasa sakit.
  • Munculnya penyakit yang berhubungan dengan sendi otot dan tulang, bisa seperti lupus atau rheumatoid arthritis.

Belum terdapat pemeriksaan khusus yang bisa digunakan untuk mendeteksi penyakit ini, sebaliknya dokter harus menanyakan gejala yang dialami oleh pasien. Selain itu, sampai mana gejala yang muncul mengganggu aktivitas si penderita di setiap harinya. Dokter akan memastikan dengan pemeriksaan fisik guna memastikan bahwa penderita tidak mengalami gejala penyakit lain.

Sementara itu, pengobatan fibromyalgia ditujukan untuk meredakan gejala agar aktivitas pasien tidak terganggu dengan adanya hal tersebut. Metode pengobatan meliputi beberapa tahap, mulai dari pemberian obat-obatan yang disertai terapi khusus. Namun demikian, hingga kini belum ada metode pengobatan yang secara spesifik bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit ini.

Di sisi lain, penderita penyakit ini kebanyakan mengalami depresi yang ditimbulkan adanya rasa sakit dan kurang tidur hingga mengganggu aktivitas keseharian. Untuk itu, sebagai cara tambahan mengatasi hal itu pasien biasanya disarankan untuk berkonsultasi dengan psikiater.

Hidup Sehat

Ini Waktu yang Tepat untuk Olahraga Saat Puasa

Meski tengah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan bukan berarti seseorang harus meninggalkan aktivitas olahraga setiap harinya. Terdapat waktu yang tepat digunakan untuk olahraga saat puasa, meskipun tidak mengonsumsi makan dan minum tetapi kondisi kebugaran tubuh tetap harus dijaga, salah satu caranya melalui olahraga.

Selain memperhatikan waktu, seseorang yang ingin berolahraga di saat puasa bulan Ramadan juga harus memilih jenis olahraga apa yang tepat untuk dilakukan saat puasa. Biasanya olahraga ringan saat berpuasa dilakukan dalam tempo waktu 30 hingga 60 menit. Selain itu waktu terbaik untuk olahraga juga perlu dipahami.

Olahraga saat Puasa

  • Jelang Buka Puasa

Waktu terbaik olahraga saat berpuasa yang pertama adalah sebelum berbuka puasa, waktu yang sangat tepat untuk bisa membakar banyak lemak sehingga secara efektif menurunkan berat badan. Energi dalam tubuh yang semakin habis setelah berolahraga bisa langsung terganti ketika mulai mengonsumsi makan saat berbuka.

Sehingga tidak perlu khawatir mengalami gula darah rendah atau dehidrasi, hal inilah yang membuat olahraga jelang berbuka puasa menjadi waktu terbaik untuk digunakan berolahraga ketika menjalankan puasa. Meski demikian, olahraga di waktu ini tidak perlu dipaksakan untuk dilakukan terlebih secara berlebihan.

  • Setelah Berbuka

Waktu kedua terbaik saat puasa untuk berolahraga adalah ketika berbuka puasa, di waktu ini seseorang bahkan bisa melakukan olahraga lebih dari satu kali, bisa dua kali atau bahkan hingga tiga kali. Namun, yang perlu diperhatikan adalah menunggu hingga makanan selesai dicerna oleh tubuh setelah berbuka.

Energi yang dihasilkan dari makanan ketika berbuka bisa digunakan untuk berolahraga, seseorang bisa melakukan olahraga apapun setelah berbuka karena tak perlu khawatir tubuh kehabisan energi ketika berolahraga setelah berbuka. Selain itu, intensitas olahraga juga bisa dilakukan semakin lama untuk dilakukan.

  • Setelah Sahur

Setelah sahur menjadi waktu terbaik ketiga untuk bisa berolahraga ketika puasa, tubuh yang menerima energi dari makanan saat makan sahur bisa digunakan untuk melakukan olahraga. Meski demikian, perlu diketahui bahwa lakukan olahraga dalam intensitas yang ringan saja dan jangan sampai membuat tenaga dan energi terlalu terkuras.

Karena sebagian besar energi yang diperoleh dari makan sahur akan digunakan untuk melakukan aktivitas di hari itu ketika berpuasa. Sehingga bukan olahraga yang dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh bukan malah mengganggu kondisi tubuh untuk berpuasa.

Jenis Olahraga saat Puasa

  • Jogging

Jenis olahraga yang satu ini bisa dilakukan jelang berbuka puasa, lakukan di taman atau kompleks perumahan sekali atau dua kali putaran. Jogging sebelum berbuka puasa bisa dilakukan selama 20 hingga 30 menit dan lakukan dengan santai saja.

  • Bersepeda

Bersepeda bisa menjadi alternatif lain olahraga ringan sambil menunggu waktu berbuka puasa, lakukan dengan santai dan tidak perlu mengutamakan kecepatan tinggi. Karena bersepeda santai yang dilakukan selama 45 menit sudah cukup untuk membakar banyak kalori dalam tubuh dan menurunkan berat badan.

  • Yoga

Jika ingin berolahraga di dalam ruangan atau karena malas untuk keluar rumah, yoga merupakan pilihan yang tepat. Olahraga jenis ini tidak membutuhkan banyak energi karena hanya fokus dengan gerakan yang tidak menguras banyak tenaga, terlebih saat berpuasa di bulan Ramadan.

  • Jalan Cepat

Lakukan olahraga yang satu ini jelang berbuka puasa selama 30 menit, fungsi utama dari olahraga ini adalah menjaga keseimbangan tubuh ketika berpuasa. Meski disebut jalan cepat, ketika melakukan olahraga ini tubuh tidak banyak memakan energi.

Kesehatan Mata

Hal yang Perlu Diperhatikan agar Tak Salah Pilih Kacamata Baca

Bagi orang-orang yang memiliki gangguan penglihatan, kacamata baca merupakan hal yang penting dan tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi kelompok lanjut usia. Orang-orang lanjut usia umumnya menderita rabun tua atau presbiopi, yang mana kemampuan mata untuk melihat dengan jelas akan berangsur-angsur hilang, terutama untuk penglihatan jarak dekat. Rabun tua dapat dialami mulai dari umur 40-an dan semakin memburuk hingga umur 65 tahun.

Kapan waktu yang tepat untuk mengenakan kacamata baca?

Terdapat beberapa tanda atau gejala yang menandakan bahwa Anda diharuskan untuk mengenakan kacamata baca:

  • mata mudah lelah dan merasa tegang setelah membaca dalam jarak yang dekat
  • membutuhkan penerangan lebih ketika mengerjakan atau membaca sesuatu dengan jarak yang dekat
  • nyeri kepala setelah mengerjakan sesuatu dalam jarak yang dekat
  • memicingkan mata secara intens ketika melihat objek dalam jarak yang dekat
  • kesulitan membaca tulisan berukuran kecil.

Nah, apabila Anda mengalami gejala-gejala di atas, itu berarti Anda membutuhkan kacamata baca segera, ya. Lalu, bagaimana caranya agar dapat memilih kacamata yang sesuai untuk kebutuhan? Terdapat tiga faktor penting yang perlu diperhatikan sebelum Anda memutuskan untuk membeli kacamata baca untuk rabun tua:

  • Jenis kacamata

Jenis kacamata yang tersedia di pasaran cukup besar, namun secara garis besar dibagi menjadi tiga jenis, yaitu bifokal, trifokal, dan progresif. Kacamata bifokal memiliki dua bagian penting yang menunjang penglihatan Anda, yaitu bagian atas untuk penglihatan jarak jauh dan bagian bawah untuk membantu penglihatan dalam jarak dekat. Jenis kacamata trifokal memiliki tiga bagian yang menopang penglihatan dari keseluruh jarak, baik jarak dekat, menengah, dan jarak jauh. Jenis kacamata terakhir, yaitu lensa progresif yang dapat menyesuaikan pembiasaan cahaya dari bagian atas hingga bawah lensa secara berurutan.

  • Kekuatan lensa kacamata baca

Seiring bertambahnya usia, kekuatan lensa kacamata baca juga turut bertambah. Secara umum, orang-orang yang berusia 35 tahun hingga 40-an membutuhkan kekuatan lensa +1, yang mana usia 55 tahun ke atas membutuhkan lensa +2.50.

  • Bahan lensa kacamata baca

Beberapa jenis bahan pembuatan lensa kacamata baca yang umumnya beredar di pasaran, yaitu polycarbonate, trivex, dan high-index plastic. Ketiga bahan ini memiliki kelebihannya masing-masing. Sebagai contoh, bahan polycarbonate cocok dikenakan bagi orang-orang yang cenderung ceroboh, yang mana bahan highindex plastic ideal bagi Anda yang membutuhkan lesan dengan kualitas dan kekuatan yang tinggi.

Secara garis besar, memilih kacamata baca memerlukan banyak pertimbangan. Selain tiga faktor yang telah dijabarkan di atas, berkonsultasi dengan dokter gigi juga perlu untuk dilakukan agar penggunaan kacamata baca tersebut sesuai dengan kebutuhan Anda.

Penyakit

Langkah Sederhana Mengobati Vertigo di Rumah

Seseorang dapat dikatakan terkena vertigo apabila ia merasa bahwa segala sesuatu yang berada di sekitarnya berputar-putar. Kondisi ini kemudian berdampak pada keseimbangan orang tersebut. Vertigo ditandai dengan rasa sakit kepala hebat, yang mana lebih parah daripada sakit kepala biasa. Beberapa kasus vertigo, dapat sembuh tanpa pengobatan. Walaupun begitu, apabila disepelekan, vertigo akan mudah menyerang kembali.

Langkah pengobatan sederhana yang dapat dilakukan di rumah

Pilihan cara pengobatan dan langkah-langkah berikut dapat kamu praktekan di rumah, apabila vertigo menyerang:

  • manuver epley

Disebut juga sebagai manuver reposisi Canalith dan menjadi pilihan pertama yang dilakukan oleh penderita vertigo. Kamu membutuhkan sebuah bantal untuk mempraktekan  manuver epley ini. Adapun langkah-langkah yang manuver epley: duduk dengan tegak pada permukaan datar dengan kaki terentang dan bantal di belakang tubuhmu, putar kepala ke kanan sekitar 45 derajat, baringkan kepala di atas bantal dalam posisi yang masih diputar, tahan posisi sekitar 30 detik.

Putar kepalamu ke kiri sekitar 90 derajat tanpa mengangkat leher, putar tubuh ke arah juga, sehingga posisi kamu berada di sisi kiri. Selanjutnya, kamu dapat kembali ke posisi semula dengan duduk tegak dan pandangan mata ke arah depan.

Gerakan ini perlu untuk diulang sebanyak tiga kali berturut-turut. Perlu diperhatikan, bahwa terdapat kemungkinan kamu akan merasa pusing selama melakukan kegiatan tersebut.

  • Manuver Semont-Toupet

Serupa dengan gerakan manuver epley, gerakan manuver Semont-Toupet ini tidak akan menggunakan otot leher terlalu banyak. Langkah-langkah untuk mempraktekan gaya ini: duduk dengan tegak di atas lantai dengan kaki terentang dan taruh bantal di belakang tubuhmu. Selanjutnya, berbaringlah dan arahkan tubuh ke kanan, lalu pandang sisi kiri atasmu. Setelah itu, kamu dapat kembali duduk dengan mangarahkan tubuh ke sisi kiri. Arahkan juga kepala, sehingga menghadap ke bagian kiri, kemudian lihatlah ke bagian bawah lantai.

  • Ginkgo biloba

Tanaman ginkgo biloba dapat bermanfaat bagi penderita vertigo. Ekstrak dari tanaman ini telah banyak diproduksi, dalam bentuk cair dan juga kapsul.

  • Tidur yang cukup

Kelelahan karena kurang tidur yang berkualitas, dapat menjadi pemicu vertigo. Apabila kamu mengalami vertigo untuk yang pertama kalinya, hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa kamu kurang tidur atau sedang dalam kondisi tertekan yang mengakibatkan stres.

  • Jaga kondisi tubuh

Salah satu faktor yang merupakan penyebab vertigo adalah dehidrasi ringan. Pencegahan terbaik agar vertigo tidak menyerang kembali, pastikan bahwa tubuhmu terhidrasi dengan cukup. Mudah saja kok caranya! Kamu hanya perlu minum air yang cukup sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, mengonsumsi makanan dan minuman yang kaya akan vitamin D, seperti tuna dan kuning telur juga baik untuk asupan gizimu.

Walaupun kasus vertigo cukup umum di kalangan masyarakat Indonesia, bukan berarti kamu dapat menyepelekan penyakit ini lho, ya. Dengarkan kebutuhan tubuhmu agar terhindar vertigo ataupun penyakit lainnya.